
"Baiklah..pegang erat tanganku jika kau takut" Sean
Percy melakukan apa yang Sean katakan padanya..dia memegang tangan Sean erat dan sangat menempel..dia tak mau jauh dari Sean karena Sean adalah satu-satunya orang yang dia percaya .
Sepanjang perjalanan Percy hanya menempel pada Sean..dia juga kadang takut jika di datangi pramugari atau staf pesawat milik Wilson famili..Sean maklum dia memeluk Percy dengan memberikan kehangatan dan kenyamanan dan juga rasa aman agar gadis itu tidak takut lagi jika ada yang datang hanya untuk sekedar menanyakan nyaman atau tidak ataupun menawarkan makanan.
Percy tertidur pulas Sean tak membiarkan Percy kesakitan badannya akhirnya dia memindahkan Percy ke kamar pribadi yang ada di pesawat itu.
Perlahan takut Percy terbangun setelah berhasil Sean meninggalkan Percy sejenak untuk bertanya apa masih lama perjalanan nya karena dia takut Percy tak bisa mengontrol diri lagi karena terlalu lama di pesawat dengan orang-orang baru.
Setelahnya Sean kembali ke kamar dan menemani Percy yang masih terlelap pulas dalam tidurnya..dia berharap dengan adanya suasana baru maka harapan baru pun akan muncul dan mengembalikan gadis ceria nan garang itu lagi.
"Semoga setelah kita tinggal di sana kau segera sembuh ya..aku sangat berharap kau sembuh dan kembali mendebat ku seperti dulu lebih baik aku bertengkar denganmu secara sadar daripada melihat mu seperti ini..maafkan aku telah melibatkan mu dalam masalah ini.. maafkan aku Percy" Sean.
*
*
"Yank kenapa Sean membawa Percy ke pulau H?" Nila
"Percy mengalami trauma berat karena kejadian penculikan kemarin yank..seperti ka Laura dulu yang mengalami depresi akibat kehilangan janinnya" Erick
"Astaga..kenapa baru memberitahu ku sekarang yank..kalau aku tau aku akan ikut dan menemani Percy di sana astaga kalian sungguh keterlaluan" Nila marah.
"Eh..ko jadi marah sama aku yank..itu juga rencana Sean karena nggak mau kamu sampai kaya gini nih" Erick
"Tetep aja..anterin aku ke sana hari ini juga" Nila
"Eh..jangan sayang..besok aja ya tunggu keadaan membaik" Erick membujuk
"No..kalau kamu nggak mau, aku sendirian" Nila
"Aduh..jangan sayang..ok baiklah kita kesana" Erick pasrah.
Nila dan Erick bersiap menuju pulau H tentu saja menggunakan helikopter yang sudah terparkir di halaman mansion Rey pribadi..Erick sudah ijin pada Rey dan Rey mengijinkan karena toh mereka saudara jadi tidak perlu ijin menurut Rey.
__ADS_1
Erick mengendarai helikopter itu sendiri..dia tak mau membawa pilot atau yang lainnya karena dapat menyebabkan keadaan Percy jauh lebih buruk dari sebelumnya dan Erick tidak mau jika Sean tambah terpuruk.
Sementara itu Sean dan Percy sudah sampai dan kini mereka tengah berada di tepi pantai..Sean ingin memperkenalkan Percy pada keindahan alam agar pikirannya lebih Ter refresh.
"Kau suka?" Sean
Percy tak menjawab dia masih memandangi pantai yang menurutnya begitu indah..perlahan Percy mulai menoleh pada Sean dan mengangguk namun matanya tak lepas ke sana ke mari sesekali melihat pantai.
"Percy..lihat aku" Sean
Sean meraup wajah Percy agar melihat ke arahnya dan benar saja kini mata Percy terfokus pada Sean..dia melihat Sean dalam begitu juga sebaliknya.
"Jangan takut..ada aku di sini..kau aman bersamaku hm..jangan khawatir ada orang jahat karena aku tidak akan membiarkan mereka mendekatimu..trust me" Sean.
Entah suatu keajaiban atau memang refleks otak..Percy menajwab perkataan Sean meski hanya dua huruf namun Sean senang setidaknya Percy ada sedikit kemajuan.
"Ya" Percy.
"Baiklah..kau pasti sembuh lagi..aku akan mengembalikan gadis bar-bar kembali agar dia dapat mendebat ku dan mengahajar ku lagi" Sean.
*
*
Nila dan Erick masuk kedalam villa dan melihat Sean tengah membawa sebuah nampan berisi makanan yang mereka yakini untuk Percy.
"Sean" Nila
"Mommy,Daddy..kalian di sini?" Sean
"Untuk Percy?" Nila
"Iya mom.. istirahatlah dulu nanti Sean kembali lagi dan menemani kalian" Sean
"Biar mommy yang antar makanan ini Sean" Nila
__ADS_1
"Mom..bukannya Sean nggak ngebolehin tapi Percy belum sepenuhnya yakin sama orang yang baru dia temuin..Sena takut dia histeris lagi" Sean.
"Mommy akan pelan-pelan.. please" Nila
"Sudahlah boy berikan pada mommy biarkan dia mencoba siapa tau Percy tidak takut" Erick
"Huhh baiklah..pelan saja mom" Sean
"Iya" Nila
Nila menuju kamar yang sudah Sean beritahukan sedangkan Sean dan Erick menunggu di ruang tamu dekat kamar Percy takut Percy histeris lagi.
Nila masuk kedalam kamar dan melihat Percy sedang memandangi pantai yang terdapat di depan villa itu..ketika pintu di buka Percy tak bergerak bahkan tak menoleh..Nila perlahan mendekati Percy dan duduk di sampingnya.
Percy menoleh karena merasakan seseorang duduk di sebelahnya..ketika dia menoleh dia melihat seorang wanita yang sudah tak lagi muda tengah tersenyum padanya.. Percy refleks mundur dan beringsut kemudian menjerit ketakutan.
"Arghhhhhh PERGIIII..pperrrggiiiiii.. aaarrrggghhhhh" Percy
Bila terkejut karena reaksi Percy di luar pemikiran nya..dia mencoba menenangkan Percy dengan perlahan menyentuh tangannya namun segera Percy menyembunyikan diri di balik gorden dekat sofa dia duduk.
Nila tak kuasa menahan air matanya dia menangis sedih melihat Percy seperti itu..sungguh dia jadi teringat Laura sewaktu dulu.
"Percy hey tenanglah..ini mommy nak..jangan takut" Nila
"Enggaaakkk PERGIIII jangan mendekaattttt.. arghhhhhh PERGIIII" Percy
Nila memeluk tubuh Percy yang bergetar hebat karena ketakutannya..astaga apa yang telah gadis ini alami sebenarnya..dia hanya tau jika Sean dan Percy di culik dari Erick suaminya tapi dia tak tau apa saja yang sudah mereka alami sebenarnya.
Percy terus memberontak dari dekapan Nila..dia berusaha melepaskan diri.. tiba-tiba Percy teringat akan kejadian di mana dia di paksa hendak di lecehkan.
Ingatan itu muncul lagi dimana lehernya di ciumi dua bajingan itu juga dadanya di raba serta dia di paksa berciuman hingga Sean bisa lepas dan langsung menerjang kedua bajingan itu.
Sean mendengar jeritan Percy langsung berlari ke kamar dan membuka dengan cepat..dia melihat Percy tengah meronta-ronta di sertai teriakan histeris persis seperti di awal gejala.
"Percy..hey tenang..mom lepaskan dulu biar Sean yang ambil alih" Sean
__ADS_1
Nila menurut dan melepaskan pelukan nya dari Percy yang kini sudah memeluk erat Sena dan menyembunyikan diri dalam rengkuhan itu.
"Takuutt..hiks..jahat..mereka..dia..jahat..hiks..jahat" percy