
Acara jamuan makan masih berlangsung dengan khidmat..para tamu terlihat berbinar karena bisa saling menjilat satu sama lain namun berbeda dengan sepasang pengantin baru itu ya siapa lagi kalau bukan Bryan dan Via..mereka terlihat bosan bahkan bisa di bilang jenuh dengan acara seperti ini.
Di saat Bryan dan Via masih asik mengobrol masalah pribadi tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang berperawakan cukup berisi namun masih macho Bryan kemana-mana..ya iyalah suami sendiri gitu.
"Via..it's you?" sapa pria iti ketika melewati meja Bryan dan Via.
"Who?" jawab Via jujur.
"Oh god apa kau melupakanku?"pria itu masih kekeh dengan pendiriannya.
"Sorry i don't know you" Via hanya menjawab seperlunya.
"Astaga Via..aku Marcus teman satu agensi modelmu" pria yang bernama Marcus seakan tak memperdulikan keberadaan Bryan yang jelas-jelas di hadapannya.
Via terdiam..dia tak terlalu akrab dengan rekan agensinya sewaktu dirinya masih menjadi model dulu..dia lebih cuek karena memang tak mau ada banyak teman penjilat.
"Sorry aku tak mengenamu" Via tetap kekeh karena memang dia tak kenal.
"Baiklah tidak apa-apa..bagaimana kabarmu?" Marcua berbasa basi hanya berharap bisa sedikit lama berbincang dengan Via.
__ADS_1
"Kenalkan dia suamiku Bryan Ivanders" Via memperkenalkan Bryan pada Marcus karena dia sudah buntu dengan cara apa lagi dia mengusir Marcus.
"Kau tinggal dimana Via..kapan-kapan kita bisa lah lunch bareng?" ucap Marcus tanpa memperdulikan Bryan.
Via jadi kesal sendiri dengan sikap tak sopan Marcus pada Bryan..dia hendak menjawab lagi tapi di tahan oleh Bryan..Via tersenyum penuh arti melihat Bryan yang juga tersenyum ke arahnya..wow sepertinya akan ada pertunjukkan menyenangkan.
"Tuan Marcus..apa anda tuli?" ucap Bryan mengambil alih tugas Via.
"Oh tuan Bryan..apa maksud anda?"
"Saya suami dari wanita yang tengah kau goda yaitu Via..apa anda tuli atau buta atau jangan-jangan otak anda hilang di makan ikan?"
"Kau marah..lalu aku harus bersikap seperti apa padamu yang terang-terangan berusaha menggoda istri ku bahkan mengabaikan ku yang jelas-jelas berada di depan mata mu hah?"
Marcus diam..dia menjadi bahan tontonan orang-orang di ruangan itu..sial..dia salah langkah harusnya dia lebih cantik lagi dalam bermain.
"Oh maaf tuan Bryan saya tidak menyadarinya"
"Begitukah?"
__ADS_1
Bryan tampak berdiri dan meminta perhatian pada seluruh tamu undangan.
"PERHATIAN SEMUANYA..APAKAH SAYA YANG SEBESAR INI TIDAK TERLIHAT DI DEPAN LAKI-LAKI YANG BERADA DI DEPAN SAYA SAAT INI..BAHKAN ISTRI SAYA SUDAH MENGENALKAN SAYA PADANYA TAPI PRIA DI DEPAN SAYA INI SEOLAH-OLAH TAK MENGGUBRIS PERKATAAN ISTRI SAYA..APAKAH SIKAP SEPERTI ITU BISA DI TOLERIR?"
Bryan meminta pendapat pada para tamu undangan..jujur ada sedikit rasa kesal di hatinya dengan sikap tak sopan Marcus..dia akan membuat pertunjukkan kecil untuk mempermalukan Marcus agar malu semalu-malunya.
Orang-orang mulai mengeluarkan pendapat masing-masing.
"Wah ini sepertinya calon bibit pebinor tuan Bryan..anda harus ekstra menjaga istri anda"
"Seorang model terkenal tapi tak bermoral..memalukan"
"Dasar pria kurang belaian"
"Huuuuu tidak tau sopan santun"
"Hahaha mau jadi perusak rumah tangga orang kah..jangan mimpi anak muda"
Cibiran terus terlontar dari mulut para tamu undangan hingga membuat Marcus tak punya muka lagi..dia memilih pergi dengan perasaan kesal dan marah.
__ADS_1
"Awas kau Bryan..akan ku balas semua perbuatanmu ini..brengsek" batin Marcus menatap tajam Bryan.