
"Sudah?" Percy menjawab singkat.
"Ya..jadi bagaimana?" Aston penuh harap semoga Percy mau meninggalkan Sean
"Pergi dan jangan temui aku lagi" hanya itu yang Percy katakan singkat namun pedas dan nyelekit di hari Aston.
"Kau dengar bung..menyerahlah menjadi duri di rumah tanggaku..kau takkan pernah bisa merebutnya karena hati kami sudah terpaut menjadi satu.. sia-sia kau mengusik kami" Sean
"Ck..bajingan diamlah akan aku rebut dia bagaimana pun caranya dari pria brengsek seperti mu" Aston
BUGHHHH.....
"Arghhhhhh" Aston berteriak kesakitan karena perutnya di hadiahi bogem mentah dari Percy yang sudah geram mendengar celotehan tak bermutu dari Aston.
"Dengar tuan Aston yang terhormat.. aku tidak akan pernah mau meninggalkan suami ku hanya untuk lelaki rendahan sepertimu yang tidak tau malu..aku lebih baik sendiri daripada memilih kau sebagai pasanganku..jangan pernah bermimpi akan hal itu tuan Aston yang terhormat..kau boleh menganggap ku GI harta atau apalah terserahmu tapi ingat jangan penegakan lagi kau tampakkan wajahmu yang membuatku muak itu di depan kami atau tidak aku sendiri yang akan merobek setiap jengkal wajah memuakkan mu itu..ingat aku tidak main-main dengan kata-kata ku" Percy berucap tegas nan menyiratkan sebuah ancaman.
Aston hanya diam sambil meringis merasakan perutnya yang sakit karena bogeman Percy..siap tidak akan semudah itu baginya untuk melepas Percy..lihat saja nanti akan dia dapatkan Percy bagaimana pun caranya meski harus dengan cara kotor sekalipun.
"Pulanglah nak Percy nak Sean..biarkan ibu-ibu di sini yang mengurus Aston..kalian pasti lelah" ibu 3
"Baiklah by terimakasih..kami permisi" Sean pamit dan menggandeng Percy dengan lembut.
"Ayo sayang" Sean.
"Hm" Percy tersenyum.
Setelah kepergian Sean dan Percy ibu-ibu itu melihat Aston dengan sengit..mereka benar-benar terganggu dengan ulah Aston yang sudah terang-terangan mengganggu Sean dan Percy.
"Nak Aston..apa kau tidak tau malu?" ibu 1
__ADS_1
"Apa maksud nya?" Aston.
"Kalau kau punya malu maka kau tidak akan berkata ************ itu di depan kami..kau tau wanita yang kau inginkan itu sudah menjadi milik orang lain seharusnya kau bisa mengambil sikap dengan hal itu..sekarang aku tanya padamu bagaimana jika milikmu di usik bahkan dengan terang-terangan mengganggu ketenangan mu..apa yang kau rasakan?" ibu 2.
"Jelas saya marah lah" Aston
"Nah itu kau bisa tau..lalu kenapa kau mengusik ketenangan orang lain yang jelas-jelas saling mencintai satu sama lain hah..kau tak ingin di usik maka jangan sekali nya mengusik..kau saja marah bila milikmu di usik maka sama halnya dengan nak Sean yang jelas-jelas resmi adalah suami dari Percy..gambarkan kondisi mereka menjadi berbalik padamu dan renungkan lah sikapmu setelahnya..jangan egois menganggap cinta harus di perjuangkan..memang benar cinta harus di perjuangkan tapi cinta yang tepat bukannya cinta dengan istri orang yang sudah bahagia..kau paham nak Aston Martin?" ibu 3
Aston tak menjawab dia meninggalkan para ibu-ibu itu..dia merasa tercubit oleh kata-kata mereka..benar memang dia memperjuangkan cintanya tapi cinta yang salah.
Aston menuju rumahnya yang tak jauh dari tempat itu..hanya beberapa menit sudah sampai di rumahnya..dia masuk kedalam rumah dan bertemu dengan kedua orangtuanya.
"Aston..darimana saja kau?" tanya sang Daddy
"Daddy..em.. Aston dari luar jalan-jalan" Aston duduk di sebelah mommy nya.
"Kau kenapa nak?" tanya sang mommy.
"Tadi jam 10 nak" jawab sang mommy
"Baiklah..Aston ke kamar dulu ya dad mom?" Aston pamit ke kamar karena perutnya masih sedikit sakit akibat bogeman Percy.
"Baiklah" jawab keduanya.
Setelah sampai di kamar Aston merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya..dia mengingat lagian setiap kata yang Percy ucapkan.
"Dengar tuan Aston yang terhormat.. aku tidak akan pernah mau meninggalkan suami ku hanya untuk lelaki rendahan sepertimu yang tidak tau malu..aku lebih baik sendiri daripada memilih kau sebagai pasanganku..jangan pernah bermimpi akan hal itu tuan Aston yang terhormat..kau boleh menganggap ku GI harta atau apalah terserahmu tapi ingat jangan penegakan lagi kau tampakkan wajahmu yang membuatku muak itu di depan kami atau tidak aku sendiri yang akan merobek setiap jengkal wajah memuakkan mu itu..ingat aku tidak main-main dengan kata-kata ku" kata-kata Percy selalu terngiang di otaknya..apakah dia benar sudah salah mencintai seseorang..apa dia harus menyerah begitu saja.
Aston benar-benar bimbang..dia harus menceritakan tentang Percy pada kedua orangtuanya agar dia dapat solusi terbaiknya..sungguh tiba-tiba saja dia jadi dilema akan hal ini.
__ADS_1
"Aku harus tanya mommy dan Daddy dulu..siapa tau mereka punya solusinya..dan aku juga harus mencari tau asal usul suami Percy agar aku mudah menggertak nya untuk meninggalkan Percy" Aston berucap yakin .
*
*
"Sayang kau baik-baik saja?" Sean bertanya karena Percy hanya diam sedari pulang tadi.
"Aku baik-baik saja sayang..maaf..apa perlu kita pulang ke negara X saja?" usul Percy yang dia sendiri belum yakin sanggup atau tidak nya.
"Apa kau sudah siap?" Sean menelisik dalam mata Percy.
"Huhhh jujur aku belum siap karena..karena..huhh kau tau sendiri kan sayang..tapi jika terus di sini aku juga risih atau kita pergi ke pulau H saja di sana nyaman tidak akan ada yang mengganggu kita" saran Percy
"Baiklah kita ke pulau H saja kalau begitu" putus Sean pada akhirnya.
Percy memeluk Sean dengan mesra..dia senang Sean selalu mengutamakan dirinya di atas segalanya..dia beruntung memiliki suami sebaik dan sesabar Sean..bodoh jika dua meninggalkan Sean hanya demi pria gila seperti Aston..hahah jangan mimpi..dia bukan tipe nya.
Hari semakin siang..Percy lebih memilih berkebun dan memasak bersama Sean..tidak ada pelayan di rumah itu hanya ada dia dan Sean saja..jika kotor maka Percy atau Sean akan membersihkan nya..kadang juga mereka selalu bersama membersihkan rumah.
Hal itu mereka lakukan agar waktu bersama pasangan semakin intens dan mandiri tentunya..itu baik bagi kehidupan rumah tangga mereka.
"Sayang sudah panas masuklah nanti kau sakit" Sena menghampiri Percy yang masih asik memetik bunga dengan hanya menggunakan topi di kepalanya.
"Baiklah..apa kau sudah memasak?" tanya Percy
"Kita pesan saja ya dari luar.. bagaimana?" saran Sean.
"Baiklah aku ikut saja..aku juga sedang malas memasak hehe" Percy nyengir.
__ADS_1
Mereka memutuskan untuk memesan makanan dari restoran langganan keluarga sejak jamannya opa Jonathan dan opa Wilson.