
Via kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk mengganti pembalutnya yang dia rasa sudah tidak enak di pakai lagi.
"Mau kemana baby?"
"Kamar mandi by"
"Mau apa?"
"Ganti roti"
"Hah?"
Via tak menjawab dia melangkah menuju kamar mandi..setelah di dalam dia mulai melepas pembalutnya tapi aneh hanya ada flek saja..berarti dia tidak datang bulan dong.
Tak mau ambil pusing Via segera membuang pembalut itu kemudian menggantinya dengan yang baru siapa tau siklus menstruasinya sedang tidak lancar.
Selesai dengan kegiatan di kamar mandi Via keluar menuju tempat tidur dimana sang suami sedang menunggunya di atas ranjang.
"Sudah baby?"
"Sudah by..kenapa belum tidur?"
"Menunggumu baby"
"Hishh lebay"
"Biarkan"
Via dan Bryan akhirnya memutuskan untuk tidur karena hari semakin malam..mereka tidur dengan saling memeluk satu sama lain berbagi kehangatan di balik selimut tebal di atas ranjang itu.
Keesokan paginya Bryan dan Via sudah bangun karena hari ini mereka ada meeting kebetulan meeting kali ini Perusahaan Bryan dengan perusahaan yang Via pimpin akan membahas mengenai kerjasama dalam pembangunan tempat wisata di daerah pinggir kota.
Bryan dan Via berangkat dengan satu mobil karena Via langsung ikut menuju perusahaan Bryan agar tidak merepotkan..lumayan bolehlah dapet vitamin si ucup.
"Are you ready baby?"
"Ya..ayo berangkat"
"Sure"
Bryan dan Via berpamitan pada kedua orang tua Via..Via sedikit tidak enak badan hari ini entahlah badannya tiba-tiba lemas dan tak bertenaga.
Via tak mau keluarganya cemas akhirnya memilih memakai sedikit make up tebal agar wajahnya terlihat lebih fresh dan tak menimbulkan kecurigaan pada anggota keluarganya.
Sampailah mereka di perusahaan Bryan..Bryan membukakan pintu kursi penumpang di sisi kemudi agar Via lebih mudah untuk keluar dari mobil.
"Ayo baby"
"Hm"
Bryan dan Via melangkah menuju ruangan Bryan..Bryan ingin mendapatkan suntikan energi dulu dari Via agar harinya lebih semangat.
Via tau suaminya pasti menginginkan hal itu tapi dia sedang tak mood hari ini jadi biarkan saja dia merengek.
Setelah sampai di ruangan Bryan..Bryan langsung menyerang Via dengan mellumat bibir itu sedikit kasar.
Via mendorong tubuh Bryan ketika pagutan itu sudah terlepas..Via menatap Bryan lekat..kenapa rasanya dia jadi kesal dengan suaminya.
"Jauh-jauh sana" ucap Via dengan mendorong Bryan menjauhinya.
__ADS_1
"Baby..what happen?"
"Aku kesal denganmu..sana jauh-jauh dariku"
"Oh my baby apa salahku kali ini hm?"
"Ishhh pokoknya aku kesal denganmu"
Bryan hanya bisa pasrah karena memang akhir-akhir ini mood Via seperti rolercoaster yang naik turun tak menentu.
"Baiklah apa kau lelah baby?"
"Sedikit lemas"
"Apa kau sakit baby?"
"I dont know by"
"Hm sebaiknya kau istirahat saja baby biar rapat ini tugas Nihole nanti"
"Baiklah"
Akhirnya Via menuruti kemauan Bryan..dia istirahat di ruangan pribadi Bryan..entahlah badannya lemas,kepalanya pusing,juga perutnya sedikit melilit..Via kira dirinya memang menstruasinya sedang deras-derasnya tapi aneh saja sakitnya biasanya hanya pada hari pertama saja tapi ini lebih dari 3 hari perutnya melilit terus.
Bryan memasuki ruangan pribadinya untuk mengecek keadaan Via..dia tak tega meninggalkan Via yang sedang tak baik-baik saja.
"Baby..you ok?"
"Hm..i think no"
"Ke rumah sakit saja ya..aku takut kau kenapa-kenapa"
"Ok aku kalah..istirahatlah"
Via mengangguk lemah sementara Bryan memijit kepala Via dengan perlahan..dia tak tega melihat wanita pujaannya terbaring tak bertenaga di ranjang.
Setelah Via terlelap Bryan perlahan meninggalkan Via karenq ada rapat yang harus dia pimpin.
"Aku rapat dulu ya baby..get well soon baby..love you so much"
Bryan mengecup pelipis Via kemudian keluar dari ruangan pribadinya..Bryan juga meminta salah satu karyawannya untuk berjaga di depan ruangannya karena dia takut Via membutuhkan sesuaty.
Sampailah Bryan di ruang meeting..di sana terlihat Sean,Nichole,Robert dan beberapa devisi lainnya.
*
*
*
"Aku sudah transfer uang yang kau minta..jalankan rencananya dan jangan sampai gagal"
"Tenang saja semua akan beres"
"Jangan terlalu percaya diri..lawanmu bukan orang sembarangan"
"Hahahha aku tak perduli"
Wanita itu hanya mendengus kesal..biarlah toh dia suah memperingati orang suruhannya jika tak mendengarkan maka itu salahnya sendiri.
__ADS_1
Mereka pergi dari tempat janjiannya..mereka menuju tempat tinggalnya maising-masing..rencana demi rencana mereka susun untuk menghancurkan targetnya tapi mereka seakan lupa dengan siapa mereka berhadapan.
*
*
*
"Hoammm..tidur berapa jam ya..ishhh perutku sakit sekali"
Via bangun dari ranjang dan menuju kamar mandi tapi matanya terbelalak ketika melihat darah di atas ranjang.
"Astaga apa bocor?"
Via meraba celana bagian belakangnya dan terlihatlah darah di telapak tangannya..haishhh kenapa dia ceroboh sekali sih.
"Aishhh bodoh..bagaimana ini malu kalau Bryan melihatnya..hishhh"
Via berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan diri di sana..di dalam kamar mandi dia merasa aneh karena darah yang keluar bukan seperti datah haid pada umumnya..gumpalan kecil seperti buah anggur..wajah Via tampak pucat ketika menyadati bahwa dirinya bukanlah haid tapi pendarahan.
"Pendarahan..tap..tapi..kenapa..apa aku sakit..arkhh sakit"
Via meraih ponselnya dan menghubungi Bryan..dia sangat takut..khawatir dan panik..selama 3 hari ini dia hanya tau bahwa dirinya sedang haid tapi sepertinya dia tidaklah haid melainkan pendarahan.
Sedangkan Bryan di ruang meeting juga terlihat gelisah..entahlah perasaannya tak menentu.
Di saat meeting tengah serius tiba-tiba ponselnya berdering..Bryan melihat si penelfon Via..ada apa istrinya menelfonnya bukankah aa karyawannya yang berjaga di depan.
"Sebentar saya angkat telefon dulu" ucap Bryan mengangkat panggilan dari Via.
.
.
"Ya baby..ada apa?"
"By..tolong shhh sakit by"
"Baby kau kenapa sayang..Via hey jawab sayang"
Suara Via tak terdengar lagi karena yang dapat Bryan dengar hanya suara rintihan Via yang sepertinya menahan sakit.
Tanpa banyak kata lagi Bryan berlari meninggalkan ruang rapat dengan tergesa-gesa bahkan dia tak memperdulikan peserta rapat yang masih melihatnya dengan heran.
Sampailah Bryan di depan ruangannya..dia melihat karyawannya masih setia duduk di depan ruangannya..aneh..jika Via butuh sesuatu harusnya dia meminta pada karyawannya karena Bryan sebelumnya sudha mewanti-wanti karyawannya untuk menjaga Via.
"Apa nyonya tidak meminta sesuatu padamu?"
"Maaf tuan tidak..bahkan nyonya tidak keluar dari kamar sejak tadi"
"Baiklah kau boleh pergi dan tolong minta Robert untuk menyiapkan mobil"
"Baik tuan"
Bryan masuk kedalam ruangannya dan berjalan dengan cepat menuju ruangan pribadinya.
Ketika sudah sampai di depan pintu ruangannya tak menemukan keberadaan Via..dia khawatir,panik..dia menuju kamar mandi dan tercengang melihat pemandangan mengerikan di depan matanya.
"VIAAAA"
__ADS_1