
Bryan dan Via kembali ke rumah keluarga Via setelah hari semakin gelap..ketika sampai di halaman rumah mereka di buat heran karena ada sebuah mobil di halaman rumah.
Via menyadari mobil yang ada di halamannya ternyata adalah mobil keluarganya..dalam hati Via terkekeh karena jackpotnya belum bisa dia nikmati secara bebas.
"By sepertinya aku akan menikmati jacpotku besok saja"
"Why baby?"
"My familly is back..hahaha"
"Oh my god..kau benar kita nikmati jackpotnya besok saja di villa keluargaku bagaimana baby?"
"Wow..not bad"
Bryan dan Via memasuki rumah dengan saling bergandengan..baju yang mereka kenakan sudah terlihat seperti seorang gelandangan..bagaimana tidak lihatlah gaun yang Via kenakan bahkan sudah berubah menjadi warna usang dan sedikit robekan di setiap bagiannya.
Sedangkan Bryan..jasnya dia kaitkan di lengannya hingga memperlihatkan kemejanya yang sudah berubah warna..banyak yang sobek juga dan jangan lupakan kancing kemejanya bahkan 3 yang terlepas..mereka persis seperti seorang gelandangan.
Bryan dan Via hanya cuek tak mempermasalahkannya karena hari ini mereka sangat puas akan aksi mereka..bersyukur sewaktu mereka masuk kedalam rumah tidak ada sesiapapun mungkin mereka sudah tidur.
"Sebaiknya kita ke kamar saja baby"
"Ya kau benar..aku sangat merindukan kasurku"
"Tapi aku merindukan kehangatanmu baby"
Plakkk....
"Tidak usah berharap kehangatan malam ini karena aku akan memeluk selimut sepanjang malam sebagai balasan aksiku tadi mengerti"
__ADS_1
"Hahha i know baby..kita berpelukan sama-sama saja oke"
"Whatever"
*
*
"Sial..sial..sial..kenapa kau begitu beruntung Via..arghhhhh aku benci padamu..aku sangat membencimu..aku janji aku akam membunuhmu dengan tanganku sendiri arghhhh"
Pranggg....
Pranggg....
Semua benda yang berada di sebuah kamar yang pemiliknya saat ini tengah mengamuk karena rencananya gatot gagal total hancur berantakan karena di banting sang pemilik.
Pemilik kamar itu tidak terima dengan kegagalan rencananya..sudah sekian matangnya dia menyuaun rencana itu tapi sial semua tidak seperti apa yang dia harapkan.
"Aku butuh bantuanmu"
"......."
"Aku tau..dua kali lipat bagaimana?"
"......."
"Aku pegang kata-katamu..kita bertemu besok di tempat biasa"
".........."
__ADS_1
Sambungan telepon terputus orang itu menyeringai menatap sebuah foto yang terpampang jelasdi dinding kamranya dengan wajah foto yang sudah dia cabik-cabik.
"Aku akan datang sebagai malaikat mautmu..nikmatilah kebebasanmu selagi aku menyusun rencanaku dalam mencabik-cabikmu..hhahahaha"
*
*
Keesokan paginya......
"Apa mereka belum bangun?"
"Entahlah..mungkin masih tidur"
"Tapi ini sudah jam 11 pagi menjelang siang apa mereka tidak ke kantor?"
"Sudah biarkan saja"
"Baiklah"
Erick dan yang lainnya memulai sarapan lebih dulu karena sang pengantin baru itu masih berkelut di dalam selimut.
Sementara itu di dalam kamar pengantin baru itu masih gelap karena hordennya belum ada yang di buka bahkan sang suami masih nyenyak.
Via terbangun karena merasa perutnya bergejolak..Via bangun dan bergegas menuju kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.
"Hoekk...hoekk"
Via masih memuntahkan isi perutnya yang hanya air saja..setelah selesai Via mencuci wajahnya dan melanjutkan mandi karena badannya seakan lemas tak bertenaga.
__ADS_1
"Ada apa denganku..kenapa rasanya tidak enak sekali kemarin emosian lalu manja juga hornny tapi sekarang entahlah semoga aku baik-baik saja".