
Gally saat ini tengah memikirkan rencana untuk membalas Via..dia tidak rela harus di permalukan di depan tuan Barton juga Bryan.
Satu ide muncul di otak kecilnya..ya itu pasti bisa membuat Via menjadi malu dan me jadi bahan olok-olokan orang-orang.. cerdas juga ternyata otakmu Gally.
Gally memesan minuman beralkohol dengan kadar tinggi..dia ingin mempermalukan Via yang tengah mabuk tidak etnis kan istri seorang Bryan Ivanders pemilik Ivanders Group mabuk dan membuat obat.
Jadi kau Via mabuk pasti dia akan mempermalukan Bryan juga..hahahaha satu pemikiran yang dangkal..huhh dia tidak tau saja kalau Via itu dulu di juluki Queen of alcohol oleh saudara-saudaranya.
Yap Via pernah mengalahkan Gia yang terkenal tahan alcohol waktu itu dia di ajak adiknya Sean untuk melihat pertunjukan lomba antara Gia dan Gio di vila keluarga Wilson tentu saja atas ijin orangtuanya.
Mereka berlomba minum alkohol siapa yang teler lebih dulu maka akan memberikan satu apartemen nya untuk yang menang..ternyata tanpa di duga Via ikut dan memenangkan lomba itu.
Memang saat itu Via ingin tinggal sendiri di apartemen..dia ingin mandiri tanpa orangtua dia tak mau selalu di awasi ruang geraknya dan akhirnya setelah mendengar hadiah yang sangat dia inginkan dia ikut dan memenangkan nya.
Jelas aja semua yang ada di vila melongo tak percaya karena setau mereka Via bukanlah wanita penyuka alkohol ataupun yang mau menyentuh barang itu tapi ternyata hebat mereka terpana melihat Via yang dengan tenang meminum hingga putaran terakhir.
Ya kira-kira seperti itulah seorang Via anak dari Nila dan Erick yang tak banyak orang tau kemampuannya serta kecerdikan nya.
Kembali ke Gally.......
"Aku yakin setelah dia meminum ini dia akan mabuk dan mempermalukan Bryan..hahahaha di saat itulah aku akan menjadi orang yang tersakiti karena di aniaya wanita gila itu hahhaa rencana yang bagus Gally"
Minuman yang dia pesan sudah tersedia di hadapan nya..kini Gally hanya menunggu kehadiran Via untuk mempermudah rencananya.
Pucuk di cinta ulampun tiba..yang di nanti-nanti ternyata datang juga..saatnya pertunjukan di mulai..kau akan malu Via hahah.
"Nyonya Bryan..duduklah anda pasti lelah kan?" ucap Gally saya melihat Via datang.
' Apa Gally kesurupan atau kesambet kenapa sikapnya berubah manis sekali..astaga aku merinding ' batin Via ngeri dengan perubahan sikap Gally.
"Haha iya aku lelah..kau memesan minuman?" tanya Via melihat 2 botol anggur kadar tinggi.
"Ah iya saya sedang ingin minum..apa anda mau?" tawar Gally.
"Boleh juga..lagi pula menunggu suamiku terlalu lama dan membosankan jadi tidak salah juga minum sedikit"
__ADS_1
"Haha anda benar nyonya..mari"
Gally mulai menuangkan minuman itu pada gelas dan dia berikan pada Via.. Via meminumnya tanpa ragu..dia bersikap santai dan tenang dalam meminum minuman itu.
Gally terus memperhatikan Via yang dengan tenang meminum minuman itu..sedikit aneh karena biasanya orang-orang yang baru pertama kali merasakan minuman itu pasti akan mengernyit karena di awal rasa minuman itu pahit.
Berbeda dengan Via yang dengan tenang meminum nya tanpa ada rasa aneh atau apalah itu..dulu dia juga merasakan itu ketika di awal dia mencoba minuman itu.
"Anda baik-baik saja nyonya?"
"Hm.. kenapa?"
"Ah tidak..hanya apa anda tidak merasakan aneh pada lidah anda dengan minuman itu?"
"Tidak..ah kau mengira aku baru pertama kali mencoba ini bukan?..hahah kau salah Gally..aku pernah mencobanya sebelum nya"
"O..oh.. be..gitu..hahah maaf saya tidak tau"
"It's ok"
*
*
"Hahaha aku lebih cantik daripada kau wanita sialan hahahaha"
"Aku membencimu sialan..kau telah mempermalukan aku di depan atasanku juga tuan Bryan aku membencimu hahahaha"
"Aku akan mempermalukan mu di depan mereka hahaha aku akan membuatmu malu hahaha malu hahahaha"
Seorang wanita yang kini tengah meracau karena terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol dengan kadar tinggi itu kini tengah mabuk dan meracau tak jelas.
Di depannya ada seorang wanita lain yang hanya melihatnya dengan tatapan aneh..wanita itu melihat wanita yang tengah mabuk itu tanpa mau membantunya..biarkan saja.
"Hey nona Gally duduklah diam diam jangan banyak bergerak nanti kau jatuh bagaimana?" ujar Via sambil terkekeh melihat aksi Gally.
__ADS_1
"Hahaha kau mau mengajariku sialan hahaha aku bisa lebih baik darimu asal kau tau hahahaha kau tidak ada apa-apanya dibanding kan aku hahahaha kau pastian sedang mabuk kan hahahaha kau itu tidak bisa minum"
Gally semakin tidak karuan dan tidak terkendali dengan alkohol di tubuhnya..dia bagaikan seorang yang tengah patah hati lalu bersemangat lagi persis seperti orang gila.
Tak berapa lama kemudian Bryan dan tuan Barton datang dan terheran-heran melihat tingkah Gally yang bagaikan orang gila..astaga bikin malu saja perempuan satu ini.
"Baby what happen?"
"She's drunk"
"What..astaga dia pikir dimana dia sekarang"
"Tuan dan nyonya Bryan maafkan atas kelakuan sekertaris saya..saya sungguh tidak tau jika dia tengah mabuk"
Di saat tuan Barton masih sibuk dengan usahanya untuk menenangkan Gally..di saat itu juga gally semakin bertingkat mengumpat bahkan berkata kasar pada Via.
"Hey kau wanita sialan..aku pastikan kau akan ku permalukan hahahaha..kau tidak layak di sisi tuan Bryan.. hahahaha tuan Bryan hanya pantas untukku..dasar wanita sialan"
Gally terus mengumpat Via bahkan menunjuk-nunjuk wajah Via yang mana membuat Bryan naik pitam dan langsung menampar wajah Gally dengan keras dan membuat sudut bibirnya pecah.
"Dasar wanita gila" geram Bryan.
Plakkkk.....
Sebuah tamparan berhasil Bryan daratkan pada wajah mulus Gally..Bryan sudah tidak tahan dengan kata-kata kasar dari Gally mengenai Via.
"By jangan di ladeni dia kan sedang mabuk..biarkan saja" ucap Via menenangkan suaminya yang tersulut emosi mendengar kata-kata Gally.
"Aku tidak bisa mendengar kau di jelek-jelek kan oleh wanita gila itu..tuan Barton kau didik dia dan urus dia dengan benar kalau sampai dia masih berani menunjukkan wajahnya di depan kami jangan harap ada kerjasama di antara kita"
"Tu..tuan Bryan..maafkan saya tuan..baiklah saya akan mengurusnya..sekali lagi saya minta maaf tuan dan nyonya"
"Bawalah dia tuan Barton..saya sudah muak melihat wajahnya"
"Baik tuan maafkan saya"
__ADS_1