Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 94_Mual


__ADS_3

Tak terasa satu minggu sudah Via dan Bryan berada di Zanibar..selama itu pula Bryan tak henti-hentinya nyicil adonan supaya mengembang.


Pagi ini Via dan Bryan bersiap kembali ke negara X tapi anehnya hari ini Via terlihat tak enak badan..padahal semalam dia sangat agresif hingga membuat Bryan hampir kewalahan.


"By"


"Kenapa baby..masih tidak enak badan?"


"Hu'um..bisakah sehari lagi kita di sini by?"


"Of course baby..apapun keinginanmu sayang"


"Thank you..can you hug me please?"


"Ouh baby sure..come"


Via memeluk Bryan erat..menghirup aromanya membuat Via tenang..mereka menginap semalam lagi dan beaok barulah kembali..hari ini barang-barang mereka saja yang di pulangkan sedangkan mereka besok barulah pulang.


Tak ada suara hampir 5 menitan Bryan merasa aneh..dia melihat ke arah Via ternyata Via sudah terlelap..astaga menggemaskan sekali sih istri kecilnya.


"Ternyata kau tidur baby..hmmm maaf ya karenaku kau jadi sakit..love you baby"


Bryan merebahkan Via di ranjanh dan menyelimutinya..sedangkan dia sendiri menghubungi pihak villa untuk menambah satu hari lagi di villa tentu saja pihak villa tak masalah sekarang Bryan adalah pihak yanh mensponsori pembangunan dan pengembangan tempat itu.


Bryan ikut merebahkan diri di samping Via..dia ingin Via merasakan kenyamanan saat di sisinya..Via sakit juga karena dia tak henti-hentinya menggempur Via bahkan hingga subuh barulah berhenti.


Di saat Bryan tengah asik membelai rambut Via tiba-tiba Via terbangun dan beranjak dari tempat tidur..sontak hal itu tentu saja membuat Bryan terkejut dan panik.


Bryan mengikuti Via menuju kamar mandi dan membantu Via meminit tengkuknya karena Via saat ini tengah memuntahkan isi perutnya..Bryan khawatir apakah istrinya benar-benar sakit karenanya..oh tidak jangan sampai istrinya sakit dia tak tega.


"Hoek..hoekk"


Via selesai dengan muntahnya kini Via terbaring di ranjang dengan tangan yang memijit keningnya..pusing..mual..badannya berasa seperti jelly.


"Baby are you ok?"


"No by..tubuhku pegal-pegal,kepalaku pusing juga perutku seperti di aduk-aduk dari dalam..apakah aku masuk angin ya?"

__ADS_1


"Aku sudah memanggil dokter baby..baby apa mungkin?"


"What by?"


"Mungkinkah em..itu baby"


Bryan mendekati perut Via dan mengelusnya kemudian dia berkata.


"Have you there litlle one..i hope you there litlle one"


Bryan mencoba menempelkan telinganya pada perut Via..Via seperti mengalami dejavu..sebelum dia kehilangan anaknya juga dia sempat muntah bafannya tak enak dan pusing apakah tebakan Bryan benar..jika iya dia akan sangat bahagia.


"Wait by..aku akan mengeceknya dulu"


"Mengcek?"


"Duduk diam di sini jangan kemanapun"


"Baiklah"


Via mengambil sesuatu di dalam tasnya..test pack..ya Via mengambil test pack dari tasnya untuk memastikan tebakan Bryan.


Via terus berdoa semoga hasilnya tidak mengecewakan.


"Jika kau memang sudah ada di sini maka tunjukanlah dirimu sayang..mommy dan daddy sangat menantikannya" ujar Via sambil mengusap perutnya.


Via mengangkat test pack itu dan melihat hasilnya..matanya terbelalak tak percaya..oh tuhan terimakasih telah memberi gantinya.


"Kau sudah di sini sayang..terimakasih sayang terimakasih tuhan"


Via bergegas keluar dari kamar mandi dan memeluk Bryan..dia menangis bukan tangis kesedihan tapi tangis bahagia..dia bahagia karena telah di percaya lagi untuk menjaga titipannya.


"Baby what happen..hey don't cry it's ok no problem baby"


"Hubby you're going to be a dad.he's already here..litlle one is there"


"Really..kau tak sedang mengerjaiku kan?"

__ADS_1


"No im serious"


"Arghhhh..thank you baby..thank you so much..Hey dear you're here, don't be naughty, daddy loves you..cup"


Bryan memeluk dan mencium perut Via..dia mendudukan Via di ranjang dengan perlahan takut menyakiti anak mereka juga Via..perlahan Bryan menyingkap gaun Via hingga menampakkan perut rata nya.


"Sehat-sehat ya sayang..daddy tidak sabar bertemu denganmu..daddy menyayangimu sayang"


Bryan menempelkan telinganya pada perut Via..Bryan melakukan itu sampai bunyi walki talki menghentikan apa yang Bryan lakukan.


Setelah mengatakan sesuatu kini Bryan mengajak Via ke ruang tamu karena dia ingin Via melakukan pemeriksaan lebih lanjut..tak ingin terjadi kesalahan atau apapun itu hingga Bryan lebih protektif dan bertindak melakukan apa yang menurutnya baik.


"Baby ayo ke ruang tamu..sebentar lagi dokter sampai untuk memeriksamu"


"Baiklah"


Via mengikuti apa kata Bryan..dia tak akan membantah karena ini janjinya juga demi kebaikan bersama.


Benar saja Bryan dan Via sampai di ruang tamu ketika sang dokter telah berada di depan pintu..Bryan memberi kode pada penjaga yang mengantar sang dokter untuk menunggu di depan.


"Selamat pagi tuan Bryan dan nona Via..saya dokter Amber yang akan memeriksa keadaan nona"


"Pagi dok..lakukanlah"


Dokter itu mulai melakukan tugasnya untuk memeriksa Via..setelah hampir 5 menit pemeriksaan dokter itu telah selesai dan tersenyum hangat pada Via..dokter itu berusia hampir sama dengan Nila jadi Via lebih nyaman.


"Selamat tuan istri anda tengah hamil..mohon di jaga agar kandungannya tetap sehat..perbanyak sayuran dan jangan melakukan kegiatan berat terlebih dulu karena trimester pertama sangatlah rawan akan keguguran..di sarankan untuk lebih banyak istirahat dan kalau bisa kurangi berhubungan badan yang berlebih..boleh saja tapi jangan terlalu berlebihan dan gaya yang di gunakan juga harus sesuai dan tidak menyakiti janin juga ibunya untuk lebih jelasnya lagi anda bisa memeriksakan kehamilan nona di rumah sakit yang alatnya lebih lengkap ada juga USG untuk mengetahui lebih pasti" jelas sang dokter.


Bryan tersenyum..dokter itu benar-benar pengertian padanya tidak perlu repot bertanya sudah di jelaskan terlebih dahulu hahaha.


"Baiklah dok terimakasih atas sarannya..anda bisa kan merekomendasikan dokter kandungan terbaik dna membuatkan janji temu kalau bisa nanti sore karena saya tidak sabar ingin melihat nya"


"Bisa tuan biar nanti saya buatkan janji pada rekan saya..baiklah saya permisi dulu tuan,nona..nanti saya kabari anda jika sudah siap semuanya..mari"


"Terimakasih dok"


Dokter iti di antar penjaga lagi ke luar villa..sedangkan Bryan dan Via mereka masih asik di ruang tamu..Bryan memeluk dan menciumi Via hingga Via terbahak karena geli akan tingkah Bryan.

__ADS_1


"I love you baby and i love you too my litlle baby"


__ADS_2