
Via terlihat menahan liurnya hanya dengan membayangkan buah lemon..astaga dia ingin sekali memakan buah lemon itu.
Bryan..jangan di tanya ekspresi wajahnya menunjukkan keheranan karena buah lemon itu sangat asam dia saja tidak berani membayangkan memakan buah asam itu.
"Apa kemarin Via terbentur sesuatu hingga jadi aneh begini?" gumam Bryan sambil melangkah menuju dapur.
Sampailah dia di dapur dan segera menuju lemari penyimpanan untuk mencari keberadaan buah asam yang namanya lemon.
Setelah menemukan buah itu Bryan langsung mencucinya agar tidak ada kuman dia tak mau Via sakit..selesai dengan pencucian kini Bryan mulai memotong buah asam itu dengan sesekali menelan liurnya seakan dia sedang memakan buah lemon nya.
"Hishhh kenapa rasanya seperti aku yang memakannya..semoga Via tidak apa-apa setelah memakan buah ini"
Bryan memotong 3 buah lemon karena tak mau membuat Via sakit dengan memakan buah asam itu tentunya Bryan juga menyediakan garam khusus untuk buah bukan garam dapur ya gaes.
Selesai dengan semua nya kini Bryan membawa buah lemon itu ke kamarnya dan menyerahkan nya pada sang istri.
Bryan membuka pintu kamar dan terlihat Via tengah duduk manis di sofa dwngan ponsel di tangannya.
"Baby..sedang apa?"
"By..sudah..mana?"
"Ini..jangan kebanyakan ya nanti sakit perut"
"Ishhh iya iya"
Bryan menyerahkan piring yang berisi lemon itu pada Via..dengan gercep Via langsung memakan buah lemon itu tanpa garam khsus yang dia sediakan.
"Hmmm..yummy..kamu nggak mau by?"
"No baby..habiskan saja ya?"
"Padahal aku ingin kita makan buah ini bersama..tapi ya sudahlah kalau kamu nggak mau"
Wajah Via berubah murung tapi msih mengunyah lemon yang ada di tangannya..Bryan..jangan di tanya wajahnya sudha pucat..di sisi lain dia tak ingin memakan buah asam itu namun di sisi lainnya lagi dia harus menuruti keinginan istrinya jika tidak kelangsungan si ucup yang akan jadi taruhannya.
Bryan galau..bimbang..bingung..gegana..ah nano-nano lah..apa yang harus dia lakukan gaes..nurut atau tidak.
*
*
"Ka Laura Edward dan Ester juga Giana dan Richie kenapa jarang ke sini padahal aku kangen banget sama bocah-bocah itu"
"Entahlah..kalau Giana dan Richie merwka sekeluarga sedang berlibur di pulau Maldieves katanya honeymoon season 2"
"Astaga gimana mau Honeymoon kalau dua bocah itu ikut"
"Hahah entahlah..eh kau tidak merindukan si lola Vallery?"
"Huhh rindu sih ka tapi apalah daya mereka bahkan belum mau kembali"
__ADS_1
"Iya oadahal di masa tua kita seperti kaka berharap kita dapat berkumpul bersama seperti dulu..huhhh apa memang harus begini ya Nila"
"Sudahlah ka jangan terlalu di pikirkan nanti kaka sakit bagaiman..nanti jika mereka kembali juga kita akan berkumpul bersama lagi"
"Ya kau benar..bagaimana Via sudah ada tanda-tanda?"
"Huhhh..entahlah ka"
"Sabar tidak mudah juga biarkan meteka menikmati kebersamaan nya dulu sebelum di repotkan bayi"
"Ya kaka benar"
Mereka masih asik berbincang mengenang masa lalu..sedangkan para suami sedang membicarakan saham dan juga kebiasaan baru masing-masing.
Hingga sore menjelang Nila dan Erick pamit pulang karena jujur mereka merindukan anak dan menantunya yang mungkin saat ini tengah bergulat di ranjang..mumpung sepi.
"Ka Laura,Ka Rey kami pamit dulu"
"Ya hati-hati sering-seringlah main supaya aku tidak kesepian"
"Tentu ka..tunggu aja"
"Siap"
Mereka berpamitan menuju rumahnya..sepanjang jalan keduanya sesekali mengobrol entah apa hanya mereka yang tau.
Berbeda dengan Bryan dan Via yang masih asik berdrama mengenai lemon..sebelumnya Via berhasil membujuk Bryan untuk memakan lemonnya bersama-sama.
"Baby aku tidak suka lemon"
"Tapi aku maunya kamu nemenin aku hiks"
"Hey kenapa jadi nangis..astaga"
"Habis kamu nggak mau hiks makan lemonnya hiks"
"Iya..iya..iya..ok aku makan hm"
"Beneran?"
"Iyah"
"Thank you hubby"
Bryan hanya tersenyum paksa..sungguh dia tak ingin memakan buah asam itu..di lihat dari bentuk dan baunya saja sudah mampu membuat liurnya ingin keluar..astaga demi Via.
"Ayo by di makan" ucap Bia karena melihat Bryan yang hanya memandangi lemon di tangannya.
"Iya baby..huhhhft"
"Cepetan by"
__ADS_1
"Iya..iya sabar baby"
Bryan sedikit kesal karena di paksa memakan lemon asam itu tapi dia mana berani menolak lagi bisa-bisa ucup kejang-kejang nanti karena nggak dapet jatah.
Saat lemon itu sudah masuk dalam mulutnya seketika wajah Bryan merem melek serta lidahnya melet-melet karena asamnya lemon yang ada dalam mulutny.
Ingin sekali Bryan membuang lemin sialan iti sekarang juga tapi melihat Via begitu lahap memakannya dia jadi tidak tega..bahkan Via tak terlihat keasaman sama sekali.
"Baby sshh sudah ya..ini asam sekali shhh"
"Ishhh ini tidak asam by..manis dan segar"
"Astaga apa lidahmu mati rasa baby..ini sangat adam sayang"
"Ya sudahlah biar aku yang habiskan..kau cemen huuuh"
Bryan hanya pasrah di ejek sang istri biarlah dia di ejek asal tidak di paksa lagi untuk memakan buah asal itu dia tidak apa-apa.
"Apa tidak asam baby..bagaiman kalau perutmu sakit?"
"Aku baik-baik saja by..ini segar dan manis kau saja yang mati rasa lidahnya"
"Ya..terserah kau saja baby..aku lihat email dulu ya"
"Hm"
Bryan beranjak menuju ranjang dna mengambil laptopnya untuk melihat email yang masuk.
Sementara Via..dia masih asik dengan lemonnya yang hanya tinggal sedikit..garam khusus yang Bryan sediakan bahkan tidak dia sentuh sama sekali.
"Akhirnya habis juga..hmm rasanya puas sekali setelah memakan lemon ini..aneh sih tapi perutku sudah tidak mual lagi" gumamnya ketika meraskaan perutnya yang tidak mual lagi.
Via beranjak menuju kamar mandi dan mencuci mulutnya..selesai dengan urusannya Via kembali ke ranjang dan bermanja lagi dengan Bryan.
Bryan dengan senang hati melayani sikap manja istrinya..ini sangat menyenangkan untuknya.
"Hubby" panggil Via pelan.
"Kenapa baby"?
"Cium aku"
"Haha jangan menggodaku baby"
"Byyyy cium aku ishhh"
"Ok baiklah"
Bryan mencium Via sekilas kemudian mengerjakan pekerjaannya lagi karena memang banyak yang harus dia kerjakan..hari ini keduanya libur karena tubuh keduanya sama-sama lemas dan lelah.
Via tertidur setelah mendapatkan ciuman dari Bryan..sementara Bryan yang merasa aneh karena tak ada pergerakan dari Via akhirnya menoleh dan mendapati sang istri sudah terlelap..dia tersenyum dan mengusap surai indah sang istri.
__ADS_1
"Haha manis dan lucu sekali sih kamu..aku semakin mencintaimu baby..cup"