Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 53_Kabar Mengejutkan


__ADS_3

.........Rumah Sakit....


"Hiks..gimana kaka mau jelasin ke uncle dan aunty nanti.. ya tuhan Via hiks" ucap Gia yang merasa gagal menjaga adiknya.


"Kaka jangan begini..kalau kaka kaya gini lalu gimana dengan kami ka..kita kasih tau Bryan dulu aja ka..dia berhak tau" saran Grace.


"Terserah kalian aja..kaka nggak tau harus gimana hiks.."


Gia benar-benar merasa bersalah dengan apa yang menimpa Via..seharusnya dia ikut mengantarkan Via saat itu tapi dia bodoh dan tidak peka dengan keadaan.


Gia baru tau ketika mendengar jeritan dan teriakan dari arah toilet..Gia sangat takut waktu melihat kondisi Via yang sudah tak sadarkan diri waktu itu.


*


*


"Ka Gio kenapa perasaanku nggak enak ya dari tadi?" tanya Bryan pada Gio.


"Kau tenang dulu..memang kalau mau menikahi orang yang kita cinta itu ada kegugupan dan perasaan takut..takut kita akan menyakitinya dan lain-lain..itu wajar tenang aja para ladies sekarang lagi bersenang-senang" ucap Gio menenangkan.


Mereka para lelaki masih asik dengan obrolannya..Bryan benar-benar gelisah..apa iya hanya perasaannya saja..semoga tidak terjadi hal buruk.


Di saat mereka masih asik dengan obrolannya tiba-tiba ponsek Bryan berdering..Bryan melihat nama si pemanggil Grace..ada aoa gadis itu menghubunginya tidak biasanya.


"Ya Grace" jawab Bryan.


"........"


"Apaaa?"


"........"

__ADS_1


"Ok aku kesana sekarang"


Sambungan telepon terputus..Bryanbangkit dari duduknya dan meraih kunci mobilnya..yang lain hanya terbengong melihat tingkah dan raut kepanikan pada Bryan.


"Bry what happen?" tanya Gio.


"Ka..Via ka" ucap Bryan lemah.


"Why?"


"Via..dia..dia..di tikam"


"What's" pekik semua orang yang ada di sana.


Tanpa ba-bi-bu lagi mereka bergegas menuju rumah sakit dimana Via di rawat..Gio membawa mobil Bryan dengan yang sudah terisak di bangku sebelah kemudi.


Perjalanan menuju rumah sakit begitu lama di rasa Bryan..entah pikirannya yang tengah kalut atau memang perjalanannya yang lama..saat ini yang Bryan tau dia harus cepat sampai ke rumah sakit.


Bryan berlari menuju ruang operasi..terlihat di sana sudah ada para ladies..Gio menyusul Bryan yang sudah hampir sampai.


Langkah Bryan terasa sangat berat ..kakinya melemah..jantungnya berpacu tak menentu..ya tuhan semoga ini hanya mimpi.


"Ka Gia" panggilnya ketika sudah berdiri di depan para ladies.


Gia menoleh tanpa banyak kata Gia memeluk Bryan..apa yang harus Gia katakan pada Bryan..melihat raut kekhawatiran di wajah Bryan semakin menambah perasaan bersalahnya.


"Bry..maafin kaka hiks..maafin kaka Bry hiks" ucap Gia terisak.


"It's ok ka..bisa kaka ceritain kronologinya" pinta Bryan dengan suara bergetar menahan tangianya.


"Jadi..........."

__ADS_1


*


*


"Hahahaha..akhirnya aku berhasil..hahahaha aku harap kau mati Via..hahaha"


Seorang wanita yang saat ini tengah duduk sambil menyesap air setan di tangannya terlihat bahagia.


Dia baru saja berhasil melukai Via wanita yang di gadang-gadang akan menikah dengan Bryan pria incarannya.


"Kenapa tidak ku tusuk lagi saja tadi..huhh dasar bodoh..sekarang penghalangku sudah tersingkir..Bryan tak akan menolak ku lagi ahahahahaha"


*


*


...Rumah Sakit...


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Bryan ketika melihat seorang dokter keluar dari ruang operasi.


Dokter itu menunduk menormalkan nafasnya yang berat.


"Maaf tuan kami suda___"


Belum sempat dokter itu menyelesaikan ucapannya Bryan sudha menghadiahi sang dokter sebuah bogem mentah dan berteriak.


"Tutup mulutmu sialannnnn"


Bryan benar-benar kalap tak menerima kenyataannya..dia tidak percaya dengan ucapan sang dokter..Bryan masuk kedalam ruangan dimana Via tengah berbaring dengan wajah pucatnya.


"Via..hiks..bangun sayang"

__ADS_1


__ADS_2