Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 135_Penggelapan


__ADS_3

"Kau banyak juga makannya?"


""Kenapa kau takut bangkrut tuan Sean?"


"Hahaha..tidak lah..kau boleh pesan seisi restoran ini kalau perlu"


"Cih.. sombong sekali anda ya?"


"Sombong tidak apa-apa memang kenyataannya kan?"


"Ya ya ya terserah kau saja..sudah habis waktunya ayo kembali ke kantor"


"Hey kau itu bersama pemilik kantor tidak usah khawatir"


"Ck..sudahlah kalau kau tidak mau aku pergi sendiri"


"Astaga..baiklah baiklah"


Percy hanya mengangkat bahunya acuh..dia tidak mau di kira anak emas kalau begini..dia ingin hidup normal tanpa kritikan dan gunjingan..dia ingin bekerja dengan bebas tanpa krasak krusuk dari orang lain.


Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di kantor..Percy turun dari mobil dan berjalan meninggalkan Sean yang masih menatap nya kesal..sial dia di tinggal sendiri benar-benar huhh.


Sean menyusul Percy dan melangkah menuju lift dimana Percy tengah berada menunggunya..ini di kantor jadi wanita itu bersikap sopan


"Mari tuan saya sudah menunggu anda" ucap Percy dengan nada sopan sialan wanita ini.


"Hm"


Mereka sampai di lantai dimana ruangan mereka berada..Percy melangkah setelah Sean melangkah lebih dulu..mereka kembali ke ruangan masing-masing dan mengerjakan pekerjaannya sendiri.


"Percy mana dokumen keuangan yang saya minta untuk di revisi kemarin..segera antarkan ke ruangan saya" Sean


"Baik tuan akan saya ambilkan dulu" Percy.


Percy melangkah menuju meja ruangan divisi keuangan.. setelah mendapat kabar melalui intercom dari Sean..padahal dia sudah meminta pihak keuangan untuk mengirimkan data-data laporan keuangan yang kemarin sempat di minta untuk di revisi.


"Sialan mereka..hishhh menambah kerjaan ku saja" Percy.


Sampailah Percy di divisi keuangan..Percy segera meminta salah satu staf di divisi itu untuk mengambilkan laporan keuangan yang sempat diminta untuk di revisi.

__ADS_1


Pihak keuangan meminta Percy untuk menunggu w jam lagi karena laporan nya belum selesai di perbaiki..Percy geram dia marah karena pekerjaan nya sedang banyak-banyaknya malah mereka tidak peka dan malah menambah pekerjaannya saja..sialan.


"Bagaimana kinerja kalian..saya sudah minta dan sudah memberikan waktu satu hari untuk merevisi laporan nya tapi kenapa hingga hari ini laporan itu belum juga siap..apa saja kerja kalian ini hah..apa jangan-jangan kalian ada mandi belakang hm?" Percy.


"Nona saya sudah minta anda menunggu 1 hingga 2 jam saja kenapa anda malah menuduh kami bermain di belakang..anda boleh jadi sekertaris bos tapi anda tidak boleh asal menuduh" salah satu karyawan.


"Lalu mana laporannya?" Percy.


"Saya kan sudah minta anda menunggu sampai 2 jam saja tapi anda tidak sabaran"


"Baiklah sebaiknya saya minta bos saja untuk mengatakan pada kalian agar bisa menunggu 2 jam lagi sampai laporan itu selesai" Percy


Pihak keuangan tampak gemetaran dan ketakutan..sialan mereka akan habis jika boa sendiri yang turun tangan..sekertaris pembawa onar..awas kau.


"Baiklah muda boleh membawa laporannya"


"Cepat" Percy


Pihak keuangan memberikan laporan yang belum selesai di perbaiki.m dengan hati yang gugup.. bagaimana ini bisa ketahuan mereka.


*


*


"Masuk" Sean


Percy membuka pintu ruangan Sean..dia masuk dengan membawa laporan keuangan yang Sean minta.


"Permisi tuan ini laporan yang anda minta" Percy.


"Bawa kemari..kenapa lama sekali?" Sean.


"Maaf tuan ada sedikit masalah di pihak keuangan" Percy.


"Masalah..masalah apa sampai memaknai waktu begitu lama?" Sean.


"Huhh sebaiknya anda baca dulu laporan yang saya bawa" Percy.


"Baiklah" Sean.

__ADS_1


Sean memeriksa laporan keuangan dan membedakan nya dengan yang ada di laptopnya..dahinya mengernyit karena banyak sekali perbedaan nya.


"Panggil pihak yang bertanggung jawab dengan laporan ini" Sean.


"Baik tuan" Percy.


Percy menghubungi pihak keuangan yang bertanggung jawab dengan laporan yang dia bawa.. sepertinya akan ada pemecatan dadakan.


"Pihak keuangan segera menghadap bos persiapkan diri kalian untuk memberikan alasan yang masuk akal" Percy.


Percy kembali ke ruangan Sean..dia tidak bisa berdiam diri begitu saja..dia tau Sean pasti akan marah pada pihak yang bertanggung jawab untuk laporan itu.


Pihak keuangan sudah berada di ruangan Sean..suasananya begitu mencekam..Percy masuk dengan membawa kopi di nampan untuk Sean.


"Jelaskan kenapa laporan kalian dengan yang saya terima sendiri sangat jauh perbedaannya?" Sean.


Hening..tak ada yang berani bersuara..mereka semua menunduk..ada e orang yang mengerjakan laporan keuangan yang Sena minta..mereka bungkam tak berani bersuara sedikit pun.


Percy hanya diam sambil sesekali melirik pada Sean yang terlihat sekali menahan amarahnya..bisa gawat kalau tidak ada dia di ruangan ini.. bisa-bisa ketiga orang itu di mutilasi oleh Sean.


"Kenapa tidak ada yang menjawab hah..apa kalian bisu..apa kalian tuli..?" Sean.


Lagi dan lagi hening tak dan yang berani mengangkat kepala bahkan menatap Sean..Sean semakin naik pitam..dia benar-benar tidak bisa menerima yang namanya korupsi atau penggelapan uang perusahaan.


Braakkkk....


Kertas laporan yang dia terima dia lemparkan pada ketiga orang itu..dia sungguh ingin sekali mencabik-cabik mereka saat ini juga tapi tidak mungkin karena saat ini Percy ada di ruangan itu dia tidak mau Percy ketakutan melihatnya kalap.


"Kemasi barang-barang kalian segera angkat kaki dari perusahaan ini..jangan harap ada satupun perusahaan yang akan menerima kalian..keluar dari ruangannya sekarang juga sebelum kesabaran ku habis.. KELUAR" Sean.


Percy terjungkal kaget kala mendengar bentakan Sean meski bukan untuknya tapi dia tetap saja kaget..astaga setidaknya Jaish tau dulu kalau mau membentak orang jadi dia bisa bersiap..sialan memang si Sean.


"Tuan..maafkan kami tuan..kami terpaksa melakukan ini..tolong tuan maafkan kami"


"Maaf..saya sudah memberikan kalian kesempatan untuk menjelaskan nya sedari tadi tapi apa yang kalian lakukan hah..kalian hanya diam dan saling pandang..apa masih kurang gaji di perusahaan ini hingga kalian begitu tamak akan uang yang bukan milik kalian..saya tidak habis pikir sudah berapa ratus juta kalian menggelapkan uang perusahaan selama ini hah?" Sean.


"Tuan kami..kami terpaksa melakukan nya karena kami di perintah tuan"


"Siapa yang memerintah kalian..katakan?" Sean.

__ADS_1


"Tuan Marco Reus..kami di janjikan untung besar juga kehidupan yang layak jika kami mau melakukannya..tolong tuan maafkan kami"


"Hahahaha..kalian begitu lucu..yang mempekerjakan kalian siapa sebenarnya hah..saya atau Marco Reus itu..kalian bekerja dengan saya tapi kalian malah menuruti perintah si Marco..ckckck keluarlah dari sini aku sudah muak melihat wajah kalian"


__ADS_2