
"Jadi dia yang udah bikin perusahaan hampir porak poranda hmm" ucao Bryan ketika tau dalang di balik riyuhnya perusahaan beberapa hari ini.
"Apa tidak sebaiknya kita kasih pelajaran aja Bry?" usul Robert.
"Nggak usah ka..kita kasih kesempatan satu kali lagi siapa tau dia mau berubah..kalau nggak berubah juga saat itulah kita kasih pelajaran yang berharga"
"Baiklah Kaka itu aja gimana baiknya"
"Sabar ka jangan gegabah"
"Hm..kau benar"
Bryan dan Robert kembali melanjutkan pekerjaannya setelah berunding..mereka diam bukan berarti takut taoi hanya ingin melihat apakah kesempatan yang mereka berikan akan digunakan dengan baik atau malah sebaliknya.
Sedangkan Patrick dia bernafas lega karena merasa aksinya Tidka di ketahui oleh orang lain hingga dia Hiatus sementara sampai keadaan membaik.
"Ternyata kalian memang orang-orang bodoh yang sok pintar.. kesempatan untuk menghancurkan kalian semakin terbuka lebar untuk ku"
Patrick menyeringai melihat kesempatan emas untuk menjatuhkan Bryan lagi..tapi dia harus tahan dulu beberapa waktu hingga keadaan semakin memungkinkan.
*
*
Kehamilan Via sudah memasuki bulan ke 3 dan itu membuatnya semakin terlihat bulat dengan perutnya yang membesar serta badannya yang mengalami pembengkakan membuatnya sulit berjalan karena rasa malas dan mudah lelahnya.
"Ah malas kemana-mana..astaga kalian mau membuat mommy seperti babi ya makan tidur terus..huhhh benar-benar pintar dan sayang mommy"
Via duduk di sofa dengan setoples kue kering di pangkuannya..wajah yang dulunya sedikit tirus kini mulai tembam dan chubby..bahkan cincin pernikahannya harus di lepas jika tidak maka akan menyakiti Via sendiri.
Tentu tidak mudah dalam melepaskan cincin itu karena harus melewati serangkaian drama dan film pendek.. Via bahkan sampai menangis dan memusuhi Bryan karena di anggap tidak sayang lagi.
Bryan hanya menahan tawanya karena geli dengan marahnya Via.. bisa-bisanya di saat Via sedang marah Via malah minta di sentuh akhirnya marahnya di tunda dulu dan di lanjutkan besok katanya.
Bryan menurut saja toh dia tidak rugi apapun..malah menjadi hiburan tersendiri bagi nya melihat Via merajuk.
"Ishhh bajunya usaha sesak..nanti deh Minya hubby beliin baju yang agak besaran..kesian kalian pasti sesak ya di sana..maafin mommy ya"
Via mengelus perut nya yang sudah membuncit..dia melihat iklan di TV dan membuatnya tergiur untuk mencobanya.
"Seperti nya bagus ya twins..apa kalian mau..mau aja ya nanti kita paksa Daddy buat beliin oke"
"Udah kalian nggak usah protes biar mommy yang handle semuanya kalian cukup liat mommy beraksi aja mengerti?'
Via ingin Bryan membelikan pakaian yang dia inginkan dan melihat Bryan mengenakan pakaian itu pasti bagus dan pas pada Bryan.
Memikirkan itu Via jadi tidak sabar untuk melihat nya..ah sialan dia jadi penasaran kan.
"Ishhh kapan sih hubby pulang..huhh sabar ya twins nanti Daddy juga pulang kalian kenapa nggak sabaran sih"
Via seolah-olah menyalahkan anak-anak nya padahal dia sendiri yang sudah tidak sabar untuk segera melihat Bryan memakai pakaian itu.
Via menghubungi Bryan karena rasa penasaran nya benar-benar menggangu fokusnya.
"By..kapan pulang?"
"Baby..sebentar lagi sayang ada apa hm..kamu butuh sesuatu?"
"Daddy cepat pulang twins rindu"
__ADS_1
"Hanya twins yang rindu..mommy nggak nih?"
"Ihhh kalau twins rindu berarti mommy juga rindu by..gimana sih ck"
"haha baiklah sebentar lagi aku pulang baby sabar ya twins"
"Jangan kelamaan"
"Iya sayang 15 menit lagi aku sampai oke?"
"Baiklah"
Sambungan telepon terputus Via kembali duduk sambil sesekali melirik jam di ponselnya dan menghitung setiap detik dan menit.
Tak bergitu lama kemudian mobil Bryan terdengar di halaman rumah.. Via beranjak dan menyambut kedatangan Bryan dengan senyuman yang mampu membuat Bryan merasa ada sesuatu yang tidak baik di balik senyuman itu.
"Hubby sudah pulang..ayo masuk"
"Oke..kau baik-baik saja baby?"
"Kenapa by..aku baik-baik saja"
"Begitu..baiklah"
Via mengambilkan teh untuk Bryan karena Bryan tak begitu suka kopi..setelah itu Via membantu Bryan melepaskan jasnya dan menggulung lengan nya agar mempermudah gerakan Bryan.
Bryan tentu saja terkejut dan terheran-heran melihat tingkah dan sikap Via.. sepertinya ada udang di balik batu ini.
Setelah cukup beristirahat via mulai melancarkan aksinya yaitu merayu Bryan agar mau memakai pakaian yang dia inginkan seperti iklan di tv tadi.
Seperti nya Bryan perlu mengganti semua Chanel menjadi Chanel kartun saja.
"Hm?"
"By..apa hubby sayang kami?"
"Katakan kau mau apa hm?"
"Apa hubby mau memenuhi keinginan kami?"
"Kalau itu masih wajar maka akan aku lakukan sayang..katakan"
"Ayo ke kamar"
"Baiklah"
Via mengajak Bryan ke kamar untuk mencoba pakaian itu.. sebenarnya perasaan Bryan tidak enak tapi dia tepis siapa tau Via hanya ingin sesuatu yang mudah.
Setelah sampai di kamar Bryan duduk dan menunggu Via mengambil pakaian yang akan Bryan kenakan.
"By..kami ingin melihat Daddy memakai pakaian ini" ucap Via sambil menyerahkan paper bag itu pada Bryan.
Bryan menerima nya dan membuka isinya..dia tercengang melihat pakaian yang ada di dalam paper bag itu..astaga apa Via mau menurunkan kadar kelelakian nya.
"Baby..astaga what's this?"
"Itu pakaian by"
"Iya aku tau tapi pakaian apa yang kau berikan padaku hm?"
__ADS_1
"Ishhh Kam aku udah bilang kalau kami mau lihat Daddy pakai pakaian itu..apa nggak mau?"
"Astaga baby..no aku takkan mau memakainya"
"Jadi nggak mau?"
"No"
"Baiklah"
Via bangkit sambil menuju arah lemari pakaian nya dan menyeret sebuah koper kemudian Via membukanya dan memasukkan pakaiannya kedalam koper itu.
Bryan tentu saja terkejut melihat aksi Via astaga drama apalagi ini Tuhan.
"Baby..apa yang kau lakukan hm..jangan begini sayang"
"Hiks..kau jahat hiks..aku tak mau melihat mu"
"Oke aku minta maaf..bisa di ganti Tidka permintaannya?"
"Tidak"
"Shitt..huhh baiklah aku akan memakai nya"
"Benar?"
"Iya"
"Nggak bohong?"
"Nggak baby..sudah ya jangan begini hm?"
"Iya"
Dengan sangat terpaksa Bryan memakai pakaian terkutuk itu..dia berjanji akan menutup semua saluran iklan di rumahnya agar tak ada lagi yang meracuni otak Via.
"By cepatlah keluar"
"Sebentar baby"
"Cepatlah ishhh"
"Astaga tuhan..hilang sudah harga diriku"
Bryan keluar dari dalam kamar mandi dan mendapati istrinya tengah menanti nya di depan pintu kamar mandi.

"Hubby..astaga kau cantik sekali" ucap Via melihat betapa cantiknya Bryan.
"Nggak usah ngeledek" sungut Bryan kesal.
"Ishhh beneran Daddy cantik sekali ya kan twins" ucap Via kembali.
"Sudah ya aku malu baby" tawar Bryan merasa risih dengan pakaiannya.
"Ishhh selfi dulu" ajak Via ber-selfie.
"Apalagi ini " Bryan pasrah.
__ADS_1