
Sean menceritakan lagi mengenai kejadian kemarin hingga sampai rumah sakit.
"Karena aku tak menjawab jadi salahseorang dari mereka menginstruksikan agar menjalankan tugasnya yaitu melecehkan Percy..sungguh aku tak bisa memilih di antara dua pilihan itu karena keduanya penting dan berarti bagiku..Aku melihat Percy sudah mulai di raba tubuhnya..darahku mendidih ingin sekali aku potong tangan mereka.. Percy berteriak meminta tolong padaku tapi sialnya aku belum bisa melepaskan diri dari ikatan itu hingga dimana Percy mulai di huhhh lucuti pakaian nya barulah kekuatanku bertambah dan akhirnya ikatan itu bisa terlepas dan aku langsung menerjang kedua bajingan itu hingga terlempar jauh dari tempat semula...
Mereka memilih melarikan diri dari sana karena mereka tau aku tidak akan mengampuni kesalahan mereka kali ini..aku tak perduli dengan ketiga bajingan itu yang aku perduli kan adalah Percy yang sudah hampir setengah telanjang..aku melepaskan ikatan yang ada di tangannya dan memeluknya mencoba menenangkannya tapi sepertinya dia mengalami trauma akan kejadian yang baru saja dia alami..dia hanya menangis selama dalam rengkuhan ku dia diam, tatapannya kosong,bahkan wajahnya sudah pucat..ketika aku membawanya keluar di luar ternyata sudah ada ka Gio dan ka Arick aku lega setidaknya Percy belum sampai kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup nya" Sean
"Huhh sungguh mereka bukan lagi manusia tapi iblis terkutuk yang pantas di berantas hingga akarnya..yank kau uruskan ketiga bajingan itu aku sungguh geram dengan mereka..sialan" Nila mengumpat.
"Sabar sayang..jangan emosi sekarang yang perlu kita lakukan adalah mencoba menyembuhkan Percy dari traumanya..usahakan dia selalu aman dan jangan bertemu orang lain dulu selama di sini" Erick
"Iya dad Sean juga berfikir begitu..kita di sini paling hanya 2 atau 3 bulan saja lalu nanti kami akan pindah ke negara A rumah uncle Rey" Sean.
"Bagus kalau begitu..lakukanlah boy..buat dia tersenyum lagi dan bila perlu kalian menikah dulu secara agama baru jika dia sudah kembali seperti dulu kau adakan resepsi pernikahan kalian" Erick menyarankan
"Sean juga mau bilang begitu pada kalian dad tapi ternyata Daddy sudah lebih dulu menyarankan..syukurlah secepatnya dad kalau bisa besok" Sean.
"Anak ini..kau mau apa kenapa cepat sekali hah..jangan bilang?" Nila mengira.
"Astaga Mom..tidak ada pikiran kotor di otak Sean mom..Sean tulus ingin menikahi Percy karena Sean sudah mencintai nya juga Sean tidak mau terjadi hal lebih lagi jika tak ada ikatan apapun" Sean.
"Mommy juga setuju..mommy suka dengan Percy..tapi bagaimana keluarganya Sean..?" Nila
"Keluarganya sudah menjualnya pada seorang pria yang sudah Sean sebutkan tadi yaitu Frank mom..jadi Percy bukan lagi bagian dari keluarga itu" Sean.
"Tidak apa..mommy juga sama seperti Percy tapi syukurlah mommy bertemu dengan Daddy mu dan mengenal keluarga Wilson jadi mommy merasa mommy memiliki keluarga lagi" Nila
"Sayang jangan mengenang masa lalu lagi aku tak mau kau sedih hm" Erick
"Aku tidak sedih yank hanya saja aku merasa kasihan dengan Percy yang memiliki nasib yang sama sepertiku" Nila
__ADS_1
Sean dan Erick memeluk Nila dengan hangat seolah memberikan kehangatan dalam pelukan nya.
*
*
Tak terasa 2 bulan sudah Percy dan Sean berada di pulau H..mereka juga sudah resmi menjadi suami istri sejak 1 bulan yang lalu.. Sean senang setidaknya dia akan selalu berada disampingnya menemaninya agar kembali seperti semula.
Sean bahagia bisa menjadi suami dari gadis bar-bar nya..dia akan selalu menjaga gadisnya serta memberikan ketenangan dan rasa aman juga nyaman untuk istrinya.
Percy sudah lebih membaik dari sebelumnya..dia sudah bisa di ajak bicara meski hanya menjawab sekenanya..tidak apa itu saja sudah membuat orang-orang bahagia.
Hari ini mereka akan pindah ke negara A untuk menetap di sana selama Percy belum sembuh seperti sedia kala..dia tak mau Percy kembali terbayang-bayang akan kejadian itu lagi.
Dia akan memberikan kenangan yang baru yang bisa menghapus atau mengikis kenangan lama nya yang buruk dan tidak pantas di ingat.
Selesai bersiap Sean menuju kamarnya dimana Percy tengah menunggunya..ya Percy sudah bisa di tinggal sebentar-sebentar dan dia juga bisa mengendalikan diri lebih baik dari sebelumnya.
"Hm" Percy
"Baiklah ayo..semuanya sudah siap" Sean.
Percy mengangguk dan berjalan bersama Sean..dia tetap memegang tangan Sean erat..rasa takut nya belum sepenuhnya bisa dia kendalikan Sean tak patah arang dia akan terus berusaha untuk membuat Percy sembuh.
Sampailah mereka di samping helikopter..ada seseorang di samping helikopter yang bersiap dan bertugas mengantar mereka sampai di negara A dengan selamat.
Percy mengeratkan genggamannya pada tangan Sean seakan menandakan bahwa dia takut dan tidak nyaman dengan pria itu..Sean maklum dia hanya mengelus Surai coklat Percy dan berucap.
"It's ok sayang..dia tidak jahat dia baik..dia akan membawa kita jalan-jalan..ada aku di sini" Sean.
__ADS_1
"Takut .. Sean" Percy
"Tidak apa-apa" Sean.
Mereka berangkat menuju negara A dan sampai dengan selamat..Sean dan Percy sudah tiba di depan rumah kenangan masa kecilnya yang kini sudah berubah menjadi bangunan baru karena sebelum nya bangunan yang lama di bakar oleh orang yang tak suka dengan uncle Rey nya..pelayan serta penjaga gerbang juga semua baru setelah kematian pelayan serta penjaga gerbang yang lama akibat di tembak oleh bajingan sialan itu.
"Akhirnya aku kembali lagi ke sini..ayo sayang kita masuk..kita tinggal di sini untuk beberapa waktu kedepan bagaimana?" Sean
Percy mengangguk dan tersenyum tipis..dia menatap bangunan di depan matanya itu begitu mewah dan bagus..suasananya juga nyaman.
Sean mengajak Percy ke dalam dan melihat suasana kamar mereka..Sean hanya ingin Percy nyaman dan dia akan ikuti apapun yang Percy mau.
"Kau suka sayang?" Sean
"Suka" Percy
Sean membawa Percy ke balkon kamar mereka untuk memperlihatkan keindahan alam sekitar rumah.
"Apa kau nyaman..katakan jika tidak suka ya..aku akan merubah kamar ini jika kau tak suka" Sean.
Sean melihat Percy yang tampak menyukai suasana di sekitar..dia senang akhir nya Percy sedikit demi sedikit bisa tersenyum lagi.
"Kau cantik.. aku sangat mencintaimu sekarang..cepatlah sembuh agar kita bisa menikmati waktu kita" Sean.
__ADS_1
Percy melihat Sean juga..dia hanya menatap Intens tanpa mengeluarkan jawaban ataupun suara sama sekali kemudian mengalihkan tatapannya lagi ke arah alam sekitar..entahlah apa yang sedang Percy pikirkan hanya dia dan tuhan yang tau.