
Sean menatap wajah wanita yang selalu bertengkar dengan nya..dia gemas kala melihat wajah itu terkejut bahkan sampai terduduk di lantai.
Ingin sekali dia terbahak sesat ini juga tapi tidak mungkin karena image nya harus tetap cool..dia sudah menduga kalau mendengar suara pintu di ketuk dan suara wanita yang selalu saja bertengkar dengannya entah karena apa saja.
"Permisi tuan..saya Percy sekertaris anda..maaf mengganggu waktunya saya membawa beberapa berkas dan dokumen yang harus anda periksa"
Saat pria itu berbalik dan mata mereka saling bertemu Percy terkejut bahkan terduduk di lantai kala melihat wajah yang tak asing baginya tengah menatapnya gemas.
"Sean"
Ya Sean pemimpin sekaligus bos baru nya adalah Sean si pria menyebalkan dan songong yang selalu saja menjadi partner bertengkar nya setiap ada kesempatan bertemu.
"Ternyata kau tidak sopan ya nona?"
"Ah..astaga bodoh" Percy memukul mulutnya sendiri karena telah lancang memanggil nama bosnya.
"Ma..af tuan..maafkan saya..ekhemm saya membawakan berkas dan dokumen yang harus anda periksa dulu"
"Hm..letakkan di meja"
"Baiklah..kalau begitu saya permisi tuan"
Di saat Percy hendak berbalik tiba-tiba Sena memangilnya dan otomatis Percy berbalik lagi dan tersenyum..sialan sudah mulai kan sifat aslinya keluar.
"Siapa yang menyuruhmu keluar?"
"Maaf tuan saya kira anda sudah tidak membutuhkan saya lagi"
"Buatkan saya kopi cepat"
"Baik tuan"
Percy keluar dari ruangan Sean dengan mengumpat Sean dalam hati..sialan baru saja hari pertama menjadi bos sudah semena-mena begitu..ah tapi dia juga senang bisa melihat Sean lagi dan mungkin bisa bertengkar lagi.
Sampailah Percy di pantry dia segera membuat kan kopi untuk bosnya yang menyebalkan..huhh sabar Percy kau harus menang jangan mau di tindas.
Selesai dengan kopinya Percy duduk sebentar karena kakinya pegal dan sakit harus menggunakan heels..dia baru pertama kali menggunakan heels karena sebelumnya dia hanya menggunakan selop atau sneaker agar lebih mudah.
"Sialan kenapa harus dia coba yang jadi bosku..kenapa tidak yang lain saja..huhh benar-benar Percy nasibmu"
Di ruangan CEO tampak Sean baru saja menghapus lelehan bening dari sudut matanya bukan karena menangis tapi karena terlalu lama tertawa.
Dia tertawa kala Percy sudah jauh dari ruangannya..dia gemas ingin sekali dia simpan wajah terkejut Percy..astaga dia harus sampai mencubit pahanya sendiri dari dalam saku celananya agar tak tertawa saat melihat wajah terkejut Percy tadi.
"Hahaha astaga aduh perutku sakit hahaha..astaga..astaga kenapa ada mahluk menggemaskan seperti dia sih..lihatlah wajahnya bahkan dia sampai jatuh terduduk di lantai saking terkejutnya hahaha..huhh jaga image Sean nanti dia merasa menang..tidak akan..aku yang harus menang"
Seketika Sean teringat akan ciuman mereka kala itu..dia tersenyum-senyum sendiri jika mengingat kembali kejadian yang membawanya menyentuh bibir kenyal nan empuk itu.
__ADS_1
"Aku ingin merasakan nya lagi tapi nanti dia mengamuk waktu itu saja dia sudah seperti seorang psychopath yang hampir membunuhku"
Sean duduk dengan tenang saat di rasa Percy sudah selesai dan akan kembali untuk mengantarkan kopinya..ah dia sudah seperti suami yang menantikan kopi buatan istrinya..eh apa yang kau pikirkan bodoh.
Tokk.....
Tokk......
"Masuk"
"Permisi tuan kopi anda sudah siap"
"Letakkan di sana"
"Baik tuan.. kalau begitu saya permisi dulu tuan"
"Hm"
Percy kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaan nya..sedangkan sean..dia juga muka mengerjakan pekerjaannya agar cepat selesai dan akan meminta Percy menemaninya ke acara pertunangan temannya.
Dia memang belum mengatakan hal ini pada Percy tapi tidak apa-apa..dia kan bosnya jadi dia bisa mengancam Percy dengan memotong gajinya jika menolak hahhaa jahat sekali kau Sean.
*
*
Percy hendak bersiap untuk pulang tapi ketika melihat seseorang yang tak lain adalah bosnya sendiri berdiri di depan pintu ruangannya dia mengurungkan niatnya untuk itu.
Firasatku tidak baik dasar bedebah sialan....
"Tuan..ada yang bisa saya bantu?"
"Temani aku ke acara pertunangan temanku tidak ada penolakan kalau menolak potong gaji titik"
Selepas mengatakan hal yang amat sangat membuat darah tinggi Percy naik Sean bahkan tak mendengar jawaban Percy dulu dia langsung pergi meninggalkan Percy dengan segudang emosi.
Setelah kepergian Sean Percy berteriak sekuat-kuatnya.
meluapkan emosi nya yang sudah di ujung tanduk.
"Arghhhhhh sialannnnn huhhh"
Percy menjerit sekuat mungkin agar emosinya menguap..sialan memang si Sean seenaknya saja memberi perintah dan mengancam bedebah kau Sean..
Percy keluar dari ruangannya dengan wajah yang tak sedap di pandang..dia menuju basemen untuk menemui si bedebah sialan itu.. Sean sudah menunggu di dalam mobilnya.
Saat melihat Percy Sean menyalakan lampu tanda bahwa dia ada di mobil yang lampu nya menyala.
__ADS_1
Sekuat tenaga Percy menahan emosi nya agar tak meledak dan membunuh Sean saat itu juga..sabar Percy kau harus menang jangan biarkan bedebah sialan itu menang.
Percy masuk kedalam mobil dan jendela duduk di belakang tapi di cegah oleh Sean karena dia tidak mau di anggap supir nya.
"Hey kenapa di belakang memang kau pikir aku ini supirmu apa?"
"Lebih cocok " ucap Percy pelan tapi dapat di dengar Sean.
"Apa kau bilang?"
"Tidak ada"
Percy pindah ke depan samping pengemudi..sepanjang perjalanan mereka hanya diam tak banyak bicara..Sean tau Percy kini tengah emosi dia malah suka wajah emosi Percy semakin menambah kadar kemanisan dan keimutan nya.
Sampailah mereka di butik langganan keluarga Wilson..mereka turun dan memasuki butik itu..seandainya sambut oleh Jessy pemilik butik itu dengan ramah.
"Oh selamat datang tuan Sean"
"Terimakasih Jessy..apa kau sudah menyiapkan gaun yang aku minta?"
"Sudah tuan mari saya tunjukkan"
"Ikutlah dengan Jessy"
"Hm"
Percy ikut dengan Jessy untuk melihat dan mencoba gaun yang akan dia kenakan.. terpampang di depan matanya sebuah gaun yang menurutnya indah dan elegan.
"Silahkan nona anda bisa mencobanya"
"Terimakasih Jessy"
Percy mencoba gaun yang di pilihkan Sean..saat berkaca dia dapat melihat pantulan dirinya ketika mengenakan gaun mahal itu.
"Wah aku sangat terkagum-kagum melihat diriku sendiri..astaga kenapa nasibku begitu mengenaskan"
Percy keluar dari ruang ganti dan menuju dimana dan berada..Sean juga sudah memakai tuxedo yang membuatnya semakin tampan.
"Sean"
"Wow..cantik sekali tapi kenapa aku tidak suka tubuhnya terekspos ya..Siak kan aku yang memilih gaun itu" batin Sean merutuki dirinya sendiri.
"Sudah siap..ayo jalan"
Percy masih terkagum-kagum melihat Sena yang tampan dengan tucxedo hitam di tubuhnya..hmm apakah...tidak..tidak boleh.
__ADS_1