
Di kediaman Bryan tampan seorang pelayan tengah mengamati sekeliling..sudah 3 bulan dia bekerja di kediaman Bryan..sejak itu juga dia menjadi mata-mata seseorang untuk mengintai dan mengamati kondisi sekitar.
Dia di tempatkan di rumah Bryan karena untuk melakukan sesuatu yang akan memudahkan si pesuruh untuk semakin lancar dalam menjalankan aksinya.
"Halo nona sepertinya selama 3 bulan ini mereka tidak kemana-mana karena sepertinya nona Via tengah hamil..saya jarang melihatnya karena dia selalu di kamar selama tiga bulan ini jadi saya memang hampir tidak pernah bertemu"
"......"
"Baik nona..akan saya usahakan"
"........"
"Baik nona..tuan Bryan pulangnya juga Tidka pasti kadang siang sudah pulang juga sore dan kadang malam..apa saya harus menunggu tuan Bryan melihat nona Via kesakitan?"
"......."
"Baik nona saya persiapkan nanti dan akan saya abadikan momen dimana nona Via tengah kesakitan sesuai perintah anda"
"........"
"Baik nona"
Setelah sambungan telepon terputus eolayan itu mulai menjalankan tugas nya yaitu beberes rumah setelah itu dia kembali lagi ke rumah belakang tempat para pelayan tinggal tapi tanpa dia sadari semua percakapan nya dengan si tuannya sudah terekam jelas oleh kamera pengawas tersembunyi yang hanya Bryan yang tau.
Bryan memang sengaja memasang kamera pengawas di tempat yang tak terjangkau itu dia lakukan untuk mencegah terjadinya penghianatan dalam rumahnya.
Bryan tak mau ambil resiko sekecil apapun itu karena baginya keselamatan orang-orang tercintanya yang utama.
*
*
Di Perusahaan.....
"Robert apa jadwalku maaih ada lagi?"
"Tidak tuan..anda sudah free biar nanti meeting dengan xxx saya yang menghadiri"
"Baiklah Robert terimakasih..kau sangat membantuku"
"Sama-sama tuan"
"Baiklah aku pulang dulu"
"Ya tuan.. hati-hati"
Bryan hanya tersenyum menanggapi Robert asistennya..Bryan bergegas menuju tempat parkir mobilnya dan melesak meninggalkan kantor.
Di tengah jalan dia melihat toko bunga dan begitu indah di matanya..Bryan berhenti di depan toko bunga itu untuk membeli sebuket untuk Via.
"Selamat datang..silahkan tuan ada yang bisa saya bantu?"
__ADS_1
"Hm..carikan bunga terindah untuk saya"
"Baik tuan..apa untuk kekasih,atau istri tuan?"
"Istri dan dia tengah hamil..carikan yang paling cantik"
"Baik tuan sebentar"
Setelah pegawai toko bunga itu mencari bunga yang terlihat cocok untuk pelanggannya.. Bryan terlihat tengah berbalas pesan dengan sang istri.
"Istriku menggemaskan sekali..sudah berani menggodaku ternyata..huhh sabar Bryan setelah ini kau akan menghabisinya..sesak sekali kau Ucup"
Bryan benar-benar tidak habis pikir dengan sang istri yang sudah berani menggodanya..lihatlah dia bahkan mengirimkan fotonya yang terlihat seksehh di mata Bryan dan itu membuat sesuatu yang semula tertidur jadi terbangun.
"Tuan ini bunganya..semoga anda suka"
"Wah..bagus..indah sekali.. terimakasih.. berapa?"
"250 dolar tuan"
"Baiklah sebentar"
Bryan mengambil beberapa lembar uang dan menyerahkan nya pada pegawai toko itu.
"Ambillah sisanya untukmu karena kau pintar mencari bunga yang indah ini..jika istriku suka maka aku akan memborong semua semua bunga yang ada di sini"
"Tidak..sudah terimakasih"
"Baiklah tuan"
Bryan meninggalkan toko bunga itu dengan senyuman nya yang tak pernah luntur dari bibirnya.
Sampailah dia di rumah..Bryan bergegas menuju kamar dimana Via tengah berada.. terbukalah pintu kamarnya dan terlihat lah sang istri dengan pakaian yang menggugah selera makannya..makan itu loh.
"Baby..sedang apa hm?"
"Hubby..kau sudah pulang?"
"Iya sayang..aku ada sesuatu untukmu"
"Apa itu?"
Bryan mengeluarkan buket bunga yang dia beli di toko tadi dan menyerahkannya kepada Via.. Via terlihat tersenyum manis.
"Hubby sangat cantik"
"Kau suka?"
__ADS_1
"Ya..aku suka"
"Oh baby ini tidak gratis sayang"
"Sepertinya aku Tidka punya uang untuk membayarnya tuan"
"Aku tak butuh uang lagi baby karena aku sudah kaya"
"So bayaran yang bagaimana yang kau inginkan kan tuan suami?"
"Puaskan aku"
"Oh aku tidak akan menolak jika itu"
"Oh baby kau sangat menggoda"
Dan terjadilah pergulatan panas antara Bryan dan Via di atas ranjang..mereka bermain dengan sesuka hati karena keduanya sama-sama memiliki hassrat yang tinggi dan menggebu-gebu.
*
*
"Baby aku ke ruang kerjaku dulu ya..ada beberapa berkas yang harus ku selesaikan"
"Hm..jangan kelamaan kami merindukanmu"
"Astaga kau ini..baiklah cup...twins Daddy pergi sebentar ya kalian jangan nakal"
Iya Daddy"
Bryan meninggalkan Via di kamar setelah membersihkan diri..Bryan tadi memeriksa ponselnya dan ada sebuah pesan dari Robert yang mengatakan bahwa ada beberapa berkas yang harus dia tanda tangani secepatnya maka dari itu Bryan memilih secepatnya menyelesaikan pekerjaan nya agar ada waktu bersama Via.
Setelah selesai dengan pekerjaan nya Bryan hendak keluar dari ruang kerjanya tapi dia urungkan karena dia belum mengecek kamera tersembunyi yang dia pasang tanpa sepengetahuan siapapun selama 3 bulan terakhir ini.
"Sebaiknya aku check dulu siapa tau ada sesuatu yang terlewat"
Bryan mengecek satu persatu tempat dimana dia pasangi kamera itu..Bryan memutar rekaman video mulai dari 3 bulan yang lalu sejak dia dan Via pindah.
Awalnya tak ada apapun yang berarti tapi setelah rekaman 2 bulan kemari terlihat seorang pelayan yang selalu mondar mandir di depan kamarnya dengan sesekali menempel kan telinganya di daun pintu kamarnya.
Tak hanya di situ saja bahkan satu bulan yang lalu terlihat pelayan itu berdiri di depan pintu gerbang ketika sore hari di saat dia belum pulang dan Via mungkin sedang di kamar dan tidur..terlihat di rekaman pelayan itu berbincang dengan 2 orang yang terlihat mencurigakan.
Bryan masih mengamati kegiatan si pelayan dengan dua orang itu dengan seksama dan tajam..setelah selesai Bryan beralih ke rekaman saat ini..dia semakin curiga dan marah ketika melihat si pelayan tengah berbincang di telepon dengan seseorang yang dia yakini adalah si tuan yang membayar pelayan itu untuk mencelakakan keluarganya.
"Sialan..tidak akan ku biarkan kalian mengusik kelurga ku..kalian telah salah mencari lawan..biar ku tunjukkan siapa aku sebenarnya"
Bryan benar-benar geram ketika si pelayan itu berbicara di telefon dan merencanakan untuk membuat Via keguguran dengan cara menuangkan minyak di tangga dan itu akan membuat Via terpeleset.
Tidak akan dia biarkan mereka tenang..lihatlah apa yang akan dia lakukan pada para bedebah itu.
Bryan menuju kamarnya setelah berhasil mengontrol emosi nya..dia ingin menceritakan ini pada Via agar Via lebih hati-hati lagi ketika dia tak di rumah..lebih baik dia tinggal di rumah keluarga Erick dulu untuk menghindari sesuatu yang buruk terjadi.
__ADS_1