
"Hoekk...hoekk"
Via masih memuntahkan isi perutnya yang hanya air saja..setelah selesai Via mencuci wajahnya dan melanjutkan mandi karena badannya seakan lemas tak bertenaga.
"Ada apa denganku..kenapa rasanya tidak enak sekali,kemarin emosian lalu manja juga hornny tapi sekarang entahlah semoga aku baik-baik saja".
Setelah mandi Via kembali berbaring dan mendusel di dada Bryan..dia suka aroma tubuh Bryan biarpun belum mandi sekalipun..entahlah tiba-tiba dia ingin menempel terus dengan Bryan..tak mau jauh-jauh barang sedetikpun.
Via kembali memejamkan matanya sambil memeluk Bryan dan membuat Bryan terpaksa membuka matanya karena hembusan nafas Via membuatnya merasakan sesuatu yang hangat.
"Baby..kau sudah mandi hm?" tanya Bryan dengan suara serak khas bangun tidur di sertai nafas naga yang sedap-sedap ngeri.
"Hm..badanku lemas mungkin terlalu lelah kemarin malam..biarkan aku seperti ini by" balas Via dengan masih mengusek-usek dada Bryan.
"Baiklah sayang..sesuai keinginanmu" jawab Bryan pasrah diapun suka Via bermanja padanya.
Mereka kembali melanjutkan tidurnya dengan berpelukan membagi kehangatan satu sama lain..sementara di luar sana Erick dan Nila tampak tengah membicarakan sesuatu mengenai kedua pasangan pengantin baru itu.
"Yank apa Via belum ada tanda-tanda ya?" tanya Nila yang sudah kebelet.
"Tanda-tanda?"
"Ishhh hamil yank..gak peka banget sih kamu yank"
"Astaga sayang mereka baru aja menikah satu bulan yang lalu..biarin mereka menikmati masa-masa pacaran dulu..jangan di kebut anak terus yank kesian mereka"
"Ishhh emang susah ngomong sama kamu yank..tau ah mending aku main ke rumah ka Laura"
"Ya salam yank..gitu aja ngambek..iya deh iya aku salah maafin ya?"
"Tau ah"
Nila mlengos meninggalkan Erick yang terbengong akan sikap istrinya..ini gara-gara Vallery nih nularin virusnya ke istrinya..sial awas kau Will kembali nanti habislah kau.
"Astaga kenapa aku jadi merindukan Willy ya..hmm bagaimana ya kabarnya mereka?" gumam Erick merindukan Willy saudara angkatnya.
Setelah drama anak atau cucu mereka kembali ke kamar untuk menuju kediaman Rey.
*
*
"Aku merindukan mereka Will..Will" ucap seorang wanita yang usianya sekitar 48 tahunan pada sang suami.
"Besok kita kembali..sabar ya"
"Hm..apa mereka juga merindukan kita Will..Will..aduh Vall..Vall jadi berada kaya Artis ihhh hahaha"
Sementara sang suami hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sang istri yang tidak pernah berubah sejak jaman muda dulu..huhh sepertinya virus nya sudah mendarah daging.
Keduanya masih setia duduk di balkon kamar mereka sambil sesekali bersenda gurau satu sama lain.
__ADS_1
Anak-anak mereka sudah di negara X semua sementara mereka berada di belahan benua lain karena ingin menghabiskan masa tuanya hanya bersama pasangan saja.
"Anak-anak gimana kabarnya ya Will..Will..aku jadi kangen mereka"
"Iya besok kita juga ketemu sayang..udah jangan kebanyakan di balkon nanti masuk angin gimana?"
"Tinggal minum obat kan gampang Will..Will"
"Udah,banyak omong banget sih kamu ayo masuk"
"Iya Will..Will cerewet"
*
*
*
"Baby bangun udah siang"
"Enghhh..masih ngantuk ishh"
"Iya nanti lanjutin lagi hm?"
"Tapi ngantuk by"
"Astaga baby..hmm ya udah makannya aku bawa sini aja gimana?"
Bryan mengecup pelipis Via sebentar kemudian melangkah menuju ruang makan..sebelumnya Bryan sudah mandi..dia ingin terlihat lebih fresh karena entah kenapa badannya lelah dan letih mungkin kegiatan melubangi kepala cecunguk kemarin membuat keduanya kelelahan.
"Kemana semua orang..sepi sekali?"
Tak lama kemudian seorang pelayan menghampiri Bryan dan bertanya menu makan yang dia inginkan.
"Buatkan Lokshyna z Shynka saja bi tambahkan irisan jamon sedikit"
"Baik tuan..permisi"
Pelayan itu mulai membuat pesanan sang tuan..Menu sarapan khas Ukraina ini bernama Lokshyna z Shynka yang merupakan pasta lokal khas Ukraina.
Lokshyna z Shynka berbahan dasar mie dengan tambahan daging jam. Mie yang digunakan memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan pasta. Untuk soal rasa, Laksyna z Shynka memiliki cita rasa yang luar biasa dan tak kalah lezat dari pasta.
Benerapa saat kemudian makanan sudah siap..Bryan segera membawa dua piring Laksyna z Shynka juga 2 cangkir teh hijau khas jepang itu ke kamarnya dan membangunkan sang istri.
Bryan meletakkan nampan yang berisi makanan dan juga teh iti di atas meja sofa dan berjalan menuju ranjang dimana sang istri masih bersembunyi di balik selimut.
Bryan gemas melihat wajah menggemaskan Via ketika sedang tidur..ingin dia uyel-uyel tapi mana tega Bryan berbuat hal begitu bisa di banting dia nanti.
"Baby bangun sayang..makan dulu yuk" ucap Bryan lembut sambil mengusap surai indah sang istri.
Via terlihat menggeliat kemudian membuka matanya dan menatap sang suami yang tengah tersenyum manis padanya..ah jantungnya berdebar-debar.
__ADS_1
"Hubby" rengek Via manja pada Bryan.
"Apa hm?"
"Mau gendong"
"Hahaha..baiklah ayo"
"Love you"
"Love you more"
Bryan menggendong Via sesuai keinginan Via..dia membawa Via ke kamar mandi dulu untuk mencuci wajahnya dan sikat gigi lagi.
Setelah selesai Bryan membawa Via menuju sofa yang berada di dalam kamarnya dan mendudukan sang istri dengan perlahan takut membuat Via sakit atau apalah..lebay banget sih bikin iri aja si Bryan.
"Wow..Laksyna z Shynka..i love it" ucap Via berbinar melihat makanan keinginannya ada di depan mata.
"You like it baby?"
"Sure..kebetulan aku sedang ingin memakan ini by..oh my hubby i love you so much"
"Wow..wow..wow..i love you more baby..sudah ayo makan nanti keburu dingin"
Via mengangguk dan mulai memakan makanan itu dengan senyum di wajahnya..Bryan senang karena Via terlihat bahagia hanya dengan makanan pilihannya dan kebetulan sekali istrinya itu memang sedang ingin memakannya..dewi fortuna memihakmu Bryan.
Acara makan pun berlangsung hingga tandaslah kedua piring dan cangkirnya..napsu makan mereka seakan bertambah hingga mampu menghabiskan makanan yang ada di piring masing-masing.
"Arkhj kenyangnya" ucap Via dengan sedikit bersendawa.
"Kau mau makan apa lagi baby?"
"Apa ada lemon by?"
"Lemon?"
"He'em..aku ingin makan lemon"
"Hey are you serious?"
"Yes..pleaseee"
"Ok fine tapi habiskan"
"Sure..cepatlah"
Via terlihat menahan liurnya hanya dengan membayangkan buah lemon..astaga dia ingin sekali memakan buah lemon itu.
Bryan..jangan di tanya ekspresi wajahnya menunjukkan keheranan karena buah lemon itu sangat asam dia saja tidak berani membayangkan memakan buah asam itu.
"Apa kemarin Via terbentur sesuatu hingga jadi aneh begini?"
__ADS_1