
"Sial..aku harus kabur..arkhhh brengsek"
Seorang wanita yang telah menikam Via saat ini tengah kalang kabut karena identitasnya sudah di ketahui oleh keluarga Wilson.
Jika keluarga Wilson sudah ikut campur maka kesempatan untuknya menikmati kebebasan semakin menipis.
Rekam jejak keluarga wilson tidak bisa di punkiri lagi..apalagi Rey ikut turun tangan untuk mencarinya dan kini lokasinya bahkan sudah berhasil Rey temukan.
"Sial kenapa tuan Rey harus ikut andil..arghhh aku harus lari"
Wanita itu segera mengambil barang berharganya..dia harus pergi jauh sebelum tuan besar keluarga Wilson menyeretnya menuju kematian.
Wanita itu sudah bersiap dan hendak meninggalkan rumah atau tempat persembunyiannya tapi belum sempat dia keluar dari kamarnya tiba-tiba pintu kamarnya sudah terbuka dan terlihatlah seorang pria yang tak lagi muda namun masih terlihat tampan.
Pria itu menatapnya tajam dengan sorot mata membunuhnya..Rey..ya pria itu adalah Rey suami dari Laura dan uncle dari Via.
"Mau kemana..kenapa buru-buri sekali apa kau tak mau menyambut kedatangan saya nona Caitlin" ucap Rey dengan suara dinginnya.
__ADS_1
Caitlin..ya perempuan itu adalah Caitlin..perempuan yang tak pernah kenal takut dengan ancaman Bryan..kali ini dia ketakutan hanya melihat seorang lelaki yang sudah tak lagi muda tengah berdiri di ambanh pintu kamarnya.
"Tu..an..Rey"
Caitlin jatuh terduduk hanya di tatap oleh Rey..dia semakin bringsut ketika anak buah Rey menjegalnya dan menyeret tubuhnya keluar dari rumah itu.
"Bawa jallang ini ke markas kematian..rasanya sudah lama aku tak menginjakkan kakiku kesana" ucap Rey dingin.
"Baik tuan"
Caitlin memberontak namun tenaganya kalah besar dari kedua anak buah Rey..dia hanya bisa berteriak meminta ampun agar tak di habisi namun nasi sudah menjadi bubur..apa yang dia lakukan itu juga yang dia dapatkan.
"VIAAAAA..NGGAK JANGANNNN..JANGAN BAWA VIA..LEPASKAN BRENGSEKKKK"
"LEPASKANNNNN ARGHHHHH..LEPASSSS"
Bryan memberontak ketika Via hendak di bawa menuju kamar mayat..Bryan memukul dan menghajar siapapun yang menghalanginya tak terkecuali Erick.
__ADS_1
Bryan tak pernah lepas memegang tangan Via..menangis..ya hanya irulah yang bisa pria itu lakukan saat ini..tubuh Via sudah dingin dan juga mulai memucat bahkan terlihat sedikit membiru.
"Bangunlah sayang hiks..jangan tinggalkan aku Via..wake up honey..aku sangat mencintaimu Via..tunggu aku di sana hiks"
Bryan mendekap tubuh kaku Via..di saat Bryan sudah mulai tenang dia memakaikan gaun pernikahan yang sempat Via coba..dia juga mendandani Via dan membuat Via terlihat sangat cantik.
Beberapa kali air mata Bryan jatuh saat mulai menggantikan pakaian Via..keluarganya tak ada yang melarang apa yang Bryan lakukan mereka tau Bryan sangat mencintai Via hingga kini.
"Sangat cantik..pantas saja aku sangat mencintaimu sayang..kau sangat cantik..hiks..maafkan aku tak bisa menjagamu"
Bryan memakaikam make up pada Via..lipstik berwarna merah sudah dia pakaikan di bibir tipis nan manis milik Via.
Bryan mengambil kotak cincin yang sebenarnya akan dia pakikan untuk acara pernikahannya nanti tapi semua itu harus pupus.
"Lihatlah sayang aku sudah memesan dan mendesain cincin pernikahan kita sendiri agar kau selalu bisa mencintaiku selamanya..open your eyes honey..lihatlah cincin kita ini"
__ADS_1
Bryan memasangkan cincin itu pada jari manis Via..Bryan mengecup jari manis yang terlihat sangat cantik itu berkali-kali hingga bulir bening itu jatuh lagi.
Via sudah terlihat sangat cantik dengan gaun yang dia kenakan..Bryan terus menemaninya hingga keluarga Via masuk di ikuti dokter dan suster yang hendak melakukan proses pemakaman pada Via.