Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 116_Menyiksa


__ADS_3

"Arghhhhhh...brengsek kau Sean"


Percy menutupi tubuh nya menggunakan tangan..hanya bagian terlarang nya yang dia tutupi serta berjongkok agar tak terlihat.


Sean masih mematung dengan yang dia alami..astaga ini pertama kali nya dia melihat pemandangan yang begitu indah secara live streaming.


"AAARRRGGGHH SEANNNNN"


"Hah..apa.. kenapa..ada apa?"


"SEANNNNN"


"I..iya"


Sean keluar tanpa membenarkan lagi resleting celana nya..dia tak sadar bahwa celananya masih terbuka dan timunnya masih bergelantungan kesana-kemari..astaga otakku.


"Sean sialan..arghhhhhh "


Percy segera memakai pakaian nya setelah Sean keluar..dia kesal,marah dan uhhh ingin menghajarnya.


Percy keluar dari kamar setelah berpakaian lengkap dan aman..dia berjalan menghampiri Sena yang tengah duduk di sofa ruangan tamu.


Percy tidak tau apa yang tengah Sean pikirkan..apakah dia syok tapi yang di lihat kan dia harusnya dia yang syok bukan malah sebalik nya.


"Dasar mesum"


Brakkk......


Sebuah bantal melayang tepat di wajah Sean tentu dari Percy yang kesal dan marah pada Sean.


"SEANNNNN"


"Hah..iya.. ada apa?"


"Astaga kau kenapa hah .seharusnya yang syok itu aku karena aku yang terlihat semuanya sedangkan kau Hanay timun mu yang terlihat"


"Kau melihatnya?"


"Eh..em..itu..anu nggak sengaja"


"Jadi kau melihatnya eh?"


"Ishhh sudah jangan banyak omong..sekarang aku tanya kenapa kau masuk kamar mandi tanpa mengetuk pintu dulu hah?"


"Oh itu aku kira kau tengah tidur di kamar sebelah tapi ternyata kau tengah berendam..tapi pepayamu lumayan juga hehe"


"SEANNNNN..dasar mesummmmm"


*


*


"By sedang apa?"


"Hm..buat susu untukmu baby"


"Makasih Daddy"


Braun tertawa dan mengecup kening Via lembut..dia memeluk istri nya ya gan sedang dalam mode manja dari depan sedangkan Via dia memeluk Bryan dari depan seperti koala.


Susu telah siap..Bryan dan Via duduk di sofa ruang tamu sambil menikmati acara tv..mereka menghabiskan waktu bersama selagi weekend.


"By aku ingin baby moon"


"Hah baby moon?"


"Iya by..kita ke Tokyo yuk..aku mau ke Onsen"


"Onsen..kan bisa di rumah baby"

__ADS_1


"Nggak mau..maunya langsung di Jepang"


"Astaga..baiklah tapi tunggu kerjaan ku aman ya?"


"Kapan?"


"Emmm 2 Minggu lagi bisa nunggu kan baby?"


"Baiklah janji ya dua Minggu lagi"


"Iya sayang"


Bryan akan meluangkan waktunya untuk baby moon bersama Via..dia akan menuruti apapun kemauan Via.


*


*


"Jadi dia yang ingin mencelakakan putri dan calon cucuku?"


"Benar tuan besar"


"Kalian sudah siksa?"


"Sudah tuan besar"


"Bagus..sekarang waktunya aku menyiksamu sialan"


Terry berteriak minta di lepaskan karena dia tak mau menerima siksaan dari Erick..astaga jadi apa dia jika Erick yang bertindak.


"Lepaskan aku arghhhhhh..lepaskannnn"


"Diam kau jallang"


"Tuan tolong maafkan aku..aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi..oemase maafkan aku tuan"


"Baik tuan besar"


Anak buah Gio membawakan alat-alat kesayangan tuannya..berbagai macam alat ada di atas meja..Erick menyeringai senang karena sudah lama tidak bermain dengan para kesayangannya.


"Apa Leon and the gang belum juga kembali dari liburan nya?"


"Belum tuan besar..mereka di perkirakan akan pulang dalam seminggu lagi"


"Wah tuan kalian begitu memanjakan para kesayangannya ya ternyata hahaha"


"Benar tuan"


"Sudahlah biarkan mereka berlibur..lepaskan wanita itu dan pegang dia"


"Baik tuan"


Anak buah Gio mengeluarkan Terry dari dalam ruang tahanan kemudian mereka memegangi masing-masing satu tangan Terry..Terry tak tinggal diam dia memberontak dan menjerit-jerit histeris minta di lepaskan.


"Tidakkkkkk.. lepaskan aku"


"Ampuuunnn..arghhhhhh lepaskan aku..jangannnnn"


"Arghhhhhh jangaaaannnnnn...tidak..tidak"


Terry terus berteriak ketika benda tajam nan runcing itu menggores permukaan kulitnya..dia menangis karena menyesal telah salah mencari lawan.


"Ammppuuunnn..arghhhhhh..sakittt"


"Aaarrrggghhhhh"


"Saaakkiiitttt"


"Arghhhhhh ampuni akuuuuu arghhhhhh"

__ADS_1


Terry terus menjerit minta ampun tapi Erick seolah menulikan pendengaran nya..dia tak perduli dengan teriakan dan rintihan kesakitan dari Terry.


Sreeetttt....


"Arghhhhhh"


Sreeetttt.....


"Arghhhhhh sakitttttt"


Selesai dengan benda tajam nan runcing itu kini Erick beralih pada sebuah cambuk kawat berduri yang di setiap ujung durinya begitu tajam dan mampu merobek kulit serta daging.


"Seharusnya kau tau resikonya jika berani bermain dengan keluarga Wilson..meskipun aku bukan darah daging Wilson famili tapi tetap saja mereka adalah keluargaku..kau mengusik ketenangan keluarga ku maka rasakan pembalasan yang setimpal dengan apa yang kau lakukan..bukan sekali dua kali kau berulah tapi sudah berkali-kali namun kau masih tidak kapok dan jera juga....


Bukan sekali kami memberikan kesempatan kepada orang seperti mu untuk bertobat dan menyesali perbuatannya tapi ternyata kau salah satu orang-orang bodoh yang berani menyerahkan nyawa pada kami..baiklah akan kami turuti kemauan mu dan nikmatilah setiap goresan dan cabikan yang akan mengoyak habis daging serta kulitmu bahkan tulangmu"


Setelah berucap begitu Erick mulai memecutkan cambuk itu dan teriakan kesakitan mulai terdengar di telinga orang-orang yang ada di sana.


Cetarrrrr......


"Arghhhhhh"


Cetarrrrr.....


"Aaagggrrrrhhhh..ssaaaakkkiiiiittttt"


"Jangan dulu bitchh aku belum puas menyiksamu hingga kau benar-benar memohon untuk mati daripada hidup kau paham bitchh"


Cetarrrrr......


"Aaarrrggghhhhh..aaammmpppuuunnn"


Terry terus menjerit kesakitan karena tubuhnya benar-benar tidak sanggup menerima setiap cambukan yang Erick pecutkan pada nya.


Terry tak sadarkan diri setelah berkali-kali mendapat siksaan yang membuatnya bergetar ngilu dan entahlah bagaimana rasanya.


Erick menyudahi permainan nya dan meninggalkan ruangan itu kemudian kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga yang tengah menunggu nya.


"Urus dia jangan sampai mati..aku belum puas bermain dengannya"


"Baik tuan besar"


Erick meninggalkan markas kematian setelah memberi perintah untuk tetap menyiksa Terry namun jangan sampai mati.


*


*


"Apa kau tau kabarnya?" tanya seorang wanita yang masih terbaring di ranjang rumah sakit.


"Belum..sudahlah jangan terlalu berharap dengannya kau tau kan dia Tidka menyukaimu..aku tak mau kau sakit hati"


"Aku hanya bertanya saja..memang salah"


"Hisss tidak salah satu pertanyaan mu tapi pertanyaan yang kau ajukan lebih mengarah ke ingin tau segala tentang nya"


"Ck..sudahlah kapan kita akan berangkat ke negara A?"


"Seminggu lagi tunggu kondisi mu lebih baik"


"Huhhhh aku lelah terus seperti ini"


"Jangan lelah aku selalu bersamamu..kau tak mau melihat senyum keluargamu hm?"


"Apa aku bisa sembuh?"


"Bisa jika kau berusaha..kau mau mengejar cintanya kan..maka kau harus sembuh kalau tidak dia akan di rebut wanita lain"


Wanita itu hanya menghembuskan nafasnya pelan..entahlah saya ini dia hanya merindukan sosok itu..dia sangat merindukan nya tapi dia tak mungkin muncul dalam kondisinya yang kacau.

__ADS_1


__ADS_2