
"Apa kau sudah siap yank?" Tanya Erick pada sang istri.
"Sudah ayo cepatlah..aku sudah menghubungi ka Laura dan Vallery juga Arny.. anak-anak akan menyusul nanti selain Via dan Genie karena mereka tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan" jelas Nila dengan antusias.
"Baiklah ayo bernagkat.. helikopternya sudah menunggu di belakang" ucap Erick menggandeng tangan Nila.
Dan akhirnya mereka bertandang menuju pulau Bled untuk mengahajar anaknya juga melihat kedua cucu tampan mereka..selama dalam perjalanan Nila tak henti-hentinya melihat foto anak Sean yang menurutnya menggemaskan dan juga tak henti-hentinya mengomel karena tidak di beri tahu bahwa Percy benar-benar sudah pulih.
Erick hanya mendengarkan ocehan Nila dan tak mau menghentikan nya bisa-bisa hilang jatahnya..biarpun dia tegas dan dingin tapi kalau sudah bertemu sang istri dia bagaikan kucing penurut biarlah dia bilang suami takut istri tapi yang sebenarnya adalah suami sayang istri.
Mungkin lelah juga faktor usia Nila akhirnya diam sendiri dan memilih tiduran bersandar di pundak Erick..sudah Erick duga jika lelah mengomel pasti begini maka dari itu dia tidak membalas perkataan Nila sama sekali.
*
*
"Sayang mommy dan Daddy akan ke sini.. bagaimana kau senang?" tanya Sean sambil menoel-noel pipi anak ya.
"Aku senang sayang..tapi sepertinya kau harus bersiap siap untuk di hajar mereka karena kau sudah menyembunyikan semua ini dari mereka" ujar Percy mengingatkan Sean bahwa bahaya akan datang.
"Tidak apa-apa sayang..asalkan aku bisa melihat kebahagiaan mereka aku sudah baik-baik saja.. aku mencintaimu dan kedua anak kita" Sean mengecup sekilas bibir Percy.
"Aku juga mencintaimu Daddy" ujar Percy membalas kecupan Sean dan berakhir llumatan..untung pintu sudah di kunci.
Selama ini Sean bukanlah orang yang suka tersenyum dan mengungkapkan perasaannya tapi hanya dengan Percy dia seperti bertemu pawangnya..dia akan menuruti apapun keinginan Percy dan akan berubah menjadi manis serta lembut dan penyabar hanya dengan Percy.
Percy juga yang awalnya hanya gadis bar-bar yang suka seenaknya sendiri namun masih punya sopan santun kini berubah menjadi sosok istri yang lembut penuh kasih sayang..dia juga sudah menjadi seorang ibu dari dua putra nya yang amat berharga dalam kehidupan nya.
__ADS_1
"Sayang seperti nya Ervan haus.. lihat lah mulut mungil nya mengecap mencari sesuatu" ujar Sean gemas melihat anaknya.
"Bawa sini Daddy" titah Percy yang langsung di laksanakan oleh Sean.
Sean mengambil Ervan dari box bayinya dan meninggalkan Ervian yang sedang lelap..memang Ervian jika tidur lama dan seperti nya Ervian lebih ke pendiam dari pada kakanya si Ervan.
Sean menyerahkan Ervan kepada Percy yang sudah bersiap mengeluarkan mainan favorit nya untuk di jejal kan pada mulut mungil anak ya..astaga kenapa ada rasa tidak iklas dalam batin Sean melihat benda kenyal itu di hisap-hisap mulut anaknya sendiri..astaga Sean.. Sean.
"Sayang setelah Ervan selesai apa aku boleh mencicipi nya..sedikit saja" ujar Sean mendekat dan mentoel-toel pipi Ervan yang tengah menyesap sumber makanannya.
"Maksudnya?" Percy bingung maksud nya mencicipinya itu mencicipi apa.
"Itu..yang di hisap Ervan..aku juga ingin merasakan nya..sudah lama aku tak merasakannya sayang" jelas Sean.
"Astaga sayang..aku kira apa..huhhh sayang dengarkan aku..kau mau anak kita cepat tumbuh besar dan sehat bukan?" tanya Percy.
"Pasti mau lah sayang..siapa yang tidak mau anaknya sehat dan pintar" ujar Sean.
"Huhhhh..baiklah aku tidak jadi mencicipinya..tapi aku tidak tahan jika harus menunggu sampai 40 hari..ini saja baru sehari aku sudah hampir kejang-kejang sayang" Sean merengek.
"Astaga..baiklah biar aku bantu sebisaku..tapi setelah kita pulang aku tidak mau kegiatan kita di ganggu orang lain kau bisa menahannya kan?" ucap Percy membuat wajah Sean berbinar-binar.
"Baik sayang..setelah mommy dan daddy datang kita secepatnya pulang..aku juga sudah tidak sabar menanti pelayanan mu" ucap Sean tersenyum nakal.
*
*
__ADS_1
Nila dan Erick telah sampai di pulau Bled..kini mereka tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit yang Sean katakan..Nila begitu tidak sabar hingga sepanjang perjalanan dia merasa mobil yang dia tumpangi begitu lambat.
"Yani ko lama banget sih mobilnya..ck aku kan udah nggak sabar pengin lihat cucu tampan-tampanku" ujar Nila sambil mencebik kesal.
"Ya ampun sayang..sabar ini kan udah cepet..jangan gegabah nanti malah terjadi sesuatu yang tidak di inginkan" Erick menasehati Nila yang masih saja menggerutu kesal karena mobil nya serasa lambat bagaikan siput.
"Ck..diamlah..aku tidak mood" kesal Nila.
Erick diam jika istrinya dalam mode kesal maka dia hanya bisa mode diam menurut jika tidak maka dia akan mendapatkan ceramah panjang lebar kali tinggi dari sang istri.
Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di rumah sakit tempat Percy melahirkan..Nila dan Erick bergegas menuju ruangan dimana Percy berada.
Karena hari sudah malam jadi rumah sakit terlihat lebih lekang..mereka sampai di ruangan Percy dna bergegas membuka pintu kamar rawat Percy..setelah terbuka mereka dapat melihat Sean dan Percy tengah duduk saling suap buah sedangkan twins tengah terlelap di box bayi.
"Percy..hiks sayang" ucap Nila tak bisa membendung air matanya.
"Mommy" panggil Percy tersenyum melihat sang mertua.
"Awas kau Sean..setelah ini giliran mu" ujar Nila menatap tajam anaknya.
"Baiklah mom..Sean tunggu" ucap Sean.
Sean membiarkan Percy di monopoli ibunya dan dia mendekati sang ayah yang juga tengah menatapnya kesal karena menyembunyikan semua hal ini dari mereka.
Cetakkkk....
"Arkhsshhhhh..dad..astaga jahat sekali sih" ucap Sean sambil mengusap keningnya yang di sentil sang daddy.
__ADS_1
"Biar rasa kau..kau pikir orangtua tidak khawatir apa membiarkan putri nya melahirkan tanpa keluarga..kau itu benar-benar tidak menggunakan logika mi Sean..apa kau tidak menyayangi istri mu..ini momen pertama kali dimana dia melahirkan seorang diri meski ada kau tapi tidak ada keluarga di sisinya..kau benar-benar keterlaluan bodoh" kesal Erick mengutarakan unek-unek nya.
"Sorry dad.. aku hanya berfikir pasti kalian akan terkejut mendengar kabar bahagia dari kami tapi aku sendiri malah membiarkan istri ku sendirian tanpa kalian..aku hanya merasa begitu bahagia saja hingga aku lupa dan tak mengerti akan perasaan nya" ucap Sean jujur.