
"Sayang..kau sudah sadar..syukurlah" ujar Sean senang karena Percy akhirnya sadar juga.
"Kenapa di sini?" tanya Percy heran kenapa dia di rumah sakit.
"Kau tadi demam sayang..maaf ya aku salah.. aku benar-benar tidak peka akan perasaan mu..maafkan aku kau bisa memukuli ku atau memaki ku..kau bebas melakukan nya sayang..maaf..maaf..maaf..aku benar-benar minta maaf sayang" ujar San meminta maaf kepada istri nya.
Percy mendengarkan Sean dan tersenyum..dia juga salah tak mengatakan apa yang dia rasakan..harus nya dia juga meminta maaf pada suami nya itu karena dia juga salah.. Sean benar-benar telah menyesali sikap nya.
"Aku juga minta maaf sayang..aku terlalu egois tidak mengatakan perasaan ku..aku terlalu di landa cemburu dengan sikap mu Yangs dalam acuh membiarkan nya duduk di samping mu..jujur aku sebagai seorang wanita dan istri ingin di mengerti bukan hanya mengerti..aku minta kedepan nya tolong lebih peka dengan perasaan masing-masing.. bayangkan saja jika kita dapat di posisi itu..apa kau mau melakukan nya sayang?" ujar Percy menjelaskan bahwa dia juga ingin di mengerti sebagaimana seorang istri yang ingin di perhatikan sang suami bahkan di mengerti.
"Iya sayang maafkan aku ya..aku akan lebih baik lagi menjadi seorang suami..maaf atas sikap tak dewasa ku..maaf juga karena telah meninggikan suara di depan mu saat itu..aku benar-benar menyesal sayang aku harap kau tak mengambil hati akan sikap bodoh ku itu" ujar Sean khawatir sang istri akan sakit hati dengan sikap nya tadi siang.
"Sudah lah tidak usah di pikirkan..sekarang aku ingin pulang" ujar Percy ingin pulang karena tak suka bau rumah sakit juga sudah bosan terus berbaring di ranjang menyebalkan ini.
"Sayang kau belum pulih betul..tunggulah sampai besok ya..ku mohon kau tadi sudah berendam dalam bathtub juga badan mu panas..aku tak ingin terjadi sesuatu pada mu sayang.. mengerti lah hm?" jelas Sean masih khawatir akan kondisi Percy istri nya.
"Huhh ya sudah..tapi besok aku mau kita pulang" kekeh Percy ingin pulang esok hari.
"Ok sayang..jadi sekarang kita berdamai ya?" tanya Sean memastikan bahwa mereka sudah berdamai dan tak lagi saling diam dan salah paham.
"Iya" jawab Percy tersenyum.
__ADS_1
Sean memeluk Percy erat namun tak membuat Percy kesakitan..dia benar-benar sudah lega karena berhasil membujuk istri nya dan itu berarti mereka tidak lagi berdiam-diaman.
#
#
"Di mana Rico yank?" Tanya Erick pada istri nya tentang anak bontot nya yaitu Rico.
"Dia sedang memperjuangkan cinta nya sayang..sudah lah mereka sudah besar dan tau apa yang baik dan tidak" jelas Nila mengatakan bahwa Rico tengah memperjuangkan cinta nya.
Erick terkekeh mendengar jawaban sang istri..dia tak menyangka bahwa ketiga anak nya sudah berhasil menemukan pendamping hidup yang mereka pilih sendiri..awal nya Via..gadis kecil nya itu telah jatuh hati pada pria anak mommy yang saat itu bahkan jauh dari kata pria dewasa..dulu dia berpikir apakah akan selamanya Bryan bersikap layaknya anak mommy tapi setelah berbulan-bulan lamanya Bryan pergi setelah dia kembali Bryan telah menjadi pria dewasa seutuhnya.
Meski cobaan dalam perjalanan menuju kebahagiaan putri kecil nya itu cukup curam tapi akhirnya mereka berhasil melewati badai yang amat dahsyat itu bahkan diri nya juga sempat menjadi badai dalam perjalanan mereka.
Namun di balik cobaan itu ternyata Tuhan telah menyiapkan sebuah rencana indah untuk mereka.. kehidupan putra nya kembali menjadi normal setelah perjuangan panjang yang mereka lalui hingga hasil nya bisa mereka tuai dan akhirnya putra nya itu di karuniai dua anak yang tampan sekaligus dia tentu bahagia dengan kehidupan anak-anak nya.
Kini tinggal satu putra nya yang tengah memperjuangkan cinta nya pada seorang gadis yang masih menjadi rahasia karena sang anak tak mau membagi nya pada keluarga.
Sebenarnya dia juga keluarga sangat amat penasaran dengan gadis itu tapi apalah daya Rico dengan tegas meminta mereka agar tak mencari tau siapa gadis yang tengah dia kejar cinta nya itu..mau tak mau dia hanya menurut saja karena jika membantah maka dia juga akan rugi.
Erick bersyukur karena bertemu Nila sang istri di masa muda dulu..jika tidak bertemu dengan Nila entah lah mungkin dia akan melajang sampai tua..dia juga aksi ingat kisah nya dengan sang istri yang bisa di bilang tak semulus yang dibayangkan..ah sudah lah tai perlu mengingat masa lalu lagi.
__ADS_1
"Aku mencintaimu sayang" ujar Erick mengecup kening istri nya Nila.
"Aku juga mencintaimu suamiku" balas Nila tak kalah manis mengecup bibir dan rahang Erick.
Erick dan Nila berpelukan di sofa dengan erat..mereka meluapkan rasa cinta pada pasangan nya..meski usia tak lagi muda namun tak menyurutkan cinta mereka justru semakin bertambah setiap hari nya.
#
#
"By kita ke rumah sakit saja ya?" ujar sang istri menyarankan agar mereka ke rumah sakit.
"Tidak baby..tidak usah" ujar sang suami terdengar lemah.
"Tapi kau sakit by..hiks..kau tak menyayangi ku lagi hiks" ucap sang istri terisak menatap suami nya yang terbaring lemah di ranjang.
Rey..ya Rey tidak lagi muda..usianya tak lagi sama dia semakin rentan sakit juga kadang sedikit pikun..dia hanya ingin bersama istri nya istri yang amat sangat dia cintai sedari pertama mereka bertemu.
Rey sudah sering sakit-sakitan tapi tak pernah mau di ajak ke dokter dia hanya ingin bersama keluarga nya saja..dengan mengkonsumsi obat dia akan sembuh dengan sendirinya apalagi jika melihat sang cucu dia jadi terisi kembali energi nya.
Gian, Gia, Gio bahkan Genie sudah berkali-kali meminta Rey untuk memeriksakan kesehatan nya tapi pak tua itu bahkan tak mengindahkan ucapan anak-anak nya.
__ADS_1
Usia tidak ada yang tau..jodoh,maut,rejeki itu semua rahasia ilahi..manusia bisa berencana tapi yang maha pencipta lah yang menentukan.