
"Kau semakin cantik dan aku suka sayang" Sean
Puji Sean dengan menyelipkan rambut Percy yang terhempas angin sore.
"Benarkah..memang aku tidak cantik kemarin-kemarin?" Percy tersenyum
"Haha tentu cantik tapi kecantikan mu semakin bertambah semakin harinya..kau tau" Sean.
"Terimakasih suamiku" Percy
"Sama-sama istriku" Sean
Sean belum berani menyentuh Percy takut bayangan sialan itu menghampiri Percy lagi dan membuatnya histeris lagi..dia tidak akan melakukannya untuk waktu dekat ini tapi tidak tau untuk kedepannya..dia tidak bisa menjamin karena dia adalah seorang pria normal yang pasti membutuhkan asupan nutrisi plush plush.
Sean mengajak Percy masuk kedalam rumah karena hari sudah semakin sore dan angin semakin bertiup kencang tidak baik bagi Percy jika terus-terusan berada di luar..bisa sakit dia.
"Mandilah setelah itu maka hm?" Sean
"Iya Sean" Percy
"Hey panggil aku suamiku jangan Sean lagi sayang.. aku tidak suka ya" Sean cemberut.
"Baiklah suamiku" Percy tersenyum dan terkekeh melihat wajah Sean.
Percy menuju kamar untuk membersihkan diri..dia sudah jauh lebih baik dalam berinteraksi dengan orang-orang yang dia kenal.
Sean juga tampak puas mendengar dan melihat perubahan istrinya..kadang Percy ikut senam ibu-ibu komplek agar tidak sendirian terus di rumah.
Awalnya Sean membiarkan Percy sendiri menuju lokasi hitung-hitungan untuk melatih mental Percy lagi tapi dia mendengar kabar bahwa Percy di antar salah seorang pemuda entah siapa Sean sangat penasaran.
Meskipun Percy diam saja dan tak meladeni bahkan menjaga jarak dari pemuda itu tapi pemuda itu sepertinya tidak memiliki rasa malu sama sekali.
Pemuda itu mengikuti Percy dengan alasan mengantri ke tempat yang Percy tuju agar aman..Percy tak perduli dia tidak menoleh bahkan saat di tanya dia hanya diam dengan menjaga jarak aman sejauh mungkin.
Sena tak suka dan dia cemburu..mulai dari situlah Sean selalu mengantarkan Percy ke tempat senam ibu-ibu komplek..Sean bahkan belum bertemu pemuda itu selama beberapa hari terakhir ini.
Hayoloh siapa itu....
"Sayang besok kau senam lagi kan?" Sean
"Iya suamiku" Percy
"Biar aku antar ya.. aku tak mau kau di dekati pemuda itu lagi..aku takut dia memiliki niat jahat terhadap mu" Sean
"Iya aku ikut saja" Percy
"Oh sayang..kau sungguh penurut sekali sih" Sean
*
*
"Tuan apa saya bisa kembali ke apartemen saya dulu?" Miley.
"Untuk apa?" Griffin
__ADS_1
"Baju saya ada di sana semua..masa saya tidak punya baju kan aneh" Miley.
"Huhh..baiklah aku antar" Griffin
"Huhh baiklah tuan" Miley
Miley bersiap untuk kembali ke apartemen nya untuk mengambil baju yang ada di sana karena dia tidak memiliki baju di apartemen Griffin..tidak etis kan jika habis mandi pakai baju yang sama lagi.
"Kau sudah siap?" Griffin
"Sudah tuan" Miley.
"Panggil Griffin saja.. tidak enak di dengar kalau panggil tuan" Griffin
"Tapi__ah baiklah Griffin" Miley
"Bagus..ayo" Griffin
Mereka menuju apartemen Genie untuk mengambil baju Miley..setidaknya jika ada Griffin Miley tidak perlu khawatir lagi akan intaian Frank si bajingan tengik itu.
Dia tidak takut hanya saja mencegah terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan..dia benar-benar ingin sekali menghabisi Frank sialan itu tapi apalah daya dia tak punya pistol seperti Frank.
Perjalanan mereka terasa begitu singkat..tau?tau sudah sampai di gedung apartemen Genie..merek aturan bersama sama masuk kedalam juga bersama.
"Ayo masuk..jangan khawatir di sini jarang ada yang tau" Griffin
"Aku tau" Miley.
Miley membuka sandi pintunya..ketika sudah terbuka Miley masuk dan di ikuti Griffin dari belakang..tidak terlalu besar tidak terlalu kecil pas untuk Miley dan Percy.
"Yang dingin saja..apa ada?" Griffin
"Ok" Miley.
Miley mengambilkan dua minuman kaleng non alcohol untuknya dan Griffin..setelah itu Miley pamit ke kamar untuk mengepak bajunya juga kebutuhan nya untuk dia bawa ke apartemen Griffin.
"Aku pamit dulu..jika bosan kau bisa melihat televisi atau lihat-lihat pemandangan di luar dari balkon dekat kamar sebelah sana" Miley
"Ya" Griffin
"Baiklah aku tinggal sebentar" Miley
Griffin hanya mengangguk kemudian pria itu tampak menyandarkan tubuhnya di sofa ruang tamu..sesekali dia melihat ponsel nya untuk memeriksa email atau pekerjaan selama Sean tidak ada di negara X.
Tak berapa lama kemudian Miley datang dengan satu koper sedang yang isinya hanya ada keperluan nya saja di dalamnya.
"Sudah?" Griffin
"Hm..Ayo..atau kau masih mau istirahat sebentar tidak apa-apa" Miley.
"Tidak ayo" Griffin
"Baiklah" Miley.
__ADS_1
Mereka keluar dari apartemen menuju apartemen Griffin..sama seperti perjalanan ke apartemen Genie pulangnya pun masih hening tak ada yang bersuara.
Baik Miley maupun Griffin keduanya bungkam dengan pikiran masing-masing..Miley memilih memejamkan matanya karena lelah sedangkan Griffin dia fokus menyetir agar cepat sampai di apartemen nya.
*
*
"Byyyyyyy..arkhhh sakitttttt huhhhh huhhhh"
Via menjerit kala dorongan dari dalam perutnya mulai semakin gencar..ya Via hendak melahirkan anak ke dua mereka setelah anak pertama mereka twis C.
"Ayo sayang aku di sini.. berjuanglah demi anak kita sayang" Bryan.
"Ayo nona..sedikit lagi nona..iya nona sudah terlihat kepalanya..dorong lagi nona..ayo nona"
Dan......
OEKKKK
OEKKKK
OEKKKK
"Huhh syukurlah..selamat tuan,nona bayinya tampan seperti Daddy nya" ucap dokter.
"Terimakasih dokter.. terimakasih sayang kau telah memberikan aku sesuatu yang amat sangat berharga dalam kehidupan ku.. terimakasih Via i love you" Bryan
"Hm..ya" Via
Via Masih mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena perjuangannya untuk melahirkan anak mereka..seketika rasa lelah dan ingin menyerah juga hilang sudah kala mendengar suara tangis anaknya.
Baby boy telah di bersihkan dan Via juga sudah selesai dengan penanganannya..6 jahitan Via dapatkan kali ini.
Bryan menyaksikan bagaimana kulit inti Via di tusuk jarum lalu di tariknya lagi dan berulang-ulang seperti itu astaga ingin sekali Bryan menghajar dokter nya.
Selesai dengan semuanya kini Via dan Bryan juga anak mereka telah berada diruang jangan VVIP agar lebih nyaman.
"Baby lihatlah dia benar-benar mirip aku baby.. terimakasih ya sayang" Bryan
"Sama-sama by..sini dia haus" Via
"Baiklah..kau haus boy..minumlah karena setelah kau Daddy juga akan meminta nya" Bryan.
Via hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Bryan yang masih tidak mau mengalah juga dengan sang anak..huhh dasar bucin bin pencemburu.
ππππ
"Lihatlah kau persis seperti Daddy mu jika sedang menyusu" Via
"Babyyy" Bryan.
Bonus baby boy nya Bryan dan Via adiknya twins C.
__ADS_1