
"Masih berani kau kembali lagi" ucap Erick dengan dingin ketika dia dan Bryan sudah berada di ruang tamu tanpa siapapun lagi selain mereka berdua.
"Maaf uncle..Bry tau Bry salah..Bry tidak bermaksud begitu tapi__"
"Tidak usah banyak alasan..kau membuat putri ku menangis dan hampir depresi juga membuatnya kehilangan kepribadian nya..apa yang akan kau lakukan hah?"
Bryan diam sambil masih mendengarkan kata-kata Erick..dia tau Erick pasti akan marah padanya karena dia sudha membaut Via menjadi begitu kacau..dia harus sabar menghadapi Erick..demi Via.
"Maaf uncle Bry janji Bry tidak akan meninggalkan Via lagi..itu untuk pertama dan terakhir kalinya Bry pergi tanpa kabar..sekali lagi maafkan Bry"
"Enak sekali kau tinggal meminta maaf..apa yang membuatmu pergi apa kau ingin mempermainkan perasaan putri ku?"
"Tidak uncle..tidak sama sekali..Bry tidak ada niatan begitu..Bry teroaksa waktu itu sungguh Bry sangat menyesal"
Erick sebenarnya sudah tau dari Gio tapi dia ingin memberi pelajaran pada Bryan setidaknya kekesalannya terbayar dengan mengerjai Bryan.
"Kau mencintai putriku?"
"Ya uncle..Bry sangat mencintai putri uncle"
"Kau rela berkorban untuk nya?"
"Ya uncle apapun akan Bry lakukan untuk Via"
Erick tersenyum melihat ketulusan dari Bryan..dia percaya pada Bryan tapi dia belum puas memberi pelajaran pada Bryan..enak saja sudha membuat putri nya sedih berkepanjangan malah semudah itu di maafkan..lihat saja pembalasan nya.
"Kau yakin?"
"Yakin uncle"
__ADS_1
"Baiklah buktikan"
"Buktikan?"
"Ya..buktikan kalau kau mau melakukan apapun untuk putriku..pimpin lah perusahaan keluarga mu dan jangan temui putriku selama 3 bulan..apa kau keberatan?"
Bryan terperangah mendengar kata-kata Erick..apa dia harus menahan diri agar tidak bertemu dengan Via selama 3 bulan..tidak..tidak mungkin..dia tidak akan bisa ..tapi jika dia menolak maka restu dari Erick akan punah..sialan..apa yang harus dia lakukan.
"Tapi uncle__"
"Kau keberatan?"
"B..bukan.. uncle..ta..tap..i__"
"Baiklah jika kau keberatan jangan berharap ada restu dariku.. pulanglah"
"Uncel..aku bersedia"
"Kau yakin?"
"Yakin uncle..demi restu uncle"
"Baiklah..aku beri waktu 3 bulan,kita lihat apa kau bisa membuat perusahaan keluargamu maju dalam waktu sesingkat itu jika kau berhasil maka restu dari ku akan kau dapatkan tapi jika kau gagal Via akan ku nikahkan dengan laki-laki pilihanku"
Bryan terdiam sejenak..dia berfikir sanggupkah dia kehilangan Via..tidak..tidak akan..dia pasti bisa..dia akma berjuang untuk mendapatkan restu dan juga Via tentu saja atas ijin Erick.
"Baiklah uncle Bry terima tantangan dari uncle..Bry harap uncle menepati janji uncle..ijinkan Bry bertemu sebentar dengan Via uncle Bry mohon"
"Good choice..baiklah aku ijinkan "
__ADS_1
"Terimakasih uncle Bry janji akan berusaha sekuat tenaga"
"Berjuanglah"
Erick pergi dengan senyuman di bibirnya..kita akan lihat apakah pria pilihan putri nya akan berhasil melewati tantangan darinya atau malah sebaliknya.
"Via temuilah Bryan sebentar" ucap Erick ketia di depan kamarnya.
"Dad..apa yang Daddy bicarakan dengan Bryan?"
"Temui atau tidak sama sekali"
"Dad..ishh.. menyebalkan"
Erick hanya tersenyum menanggapi putrinya ynag merajuk.. Via pergi dari kamarnya dan menemui Bryan sementara itu Erick mendapatkan tatapan tajam dan membunuh dari istri tercintanya yaitu Nila.
"Sayang kau kenapa menatapku seperti itu?"
"Apa yang kau rencanakan?"
"Hey kenapa kau berpikir jelek padaku astaga"
"Jawab atau tidur di luar selama 1 bulan"
"Astaga istriku semakin cantik saat murka..haha..aku hanya memberikan sedikit pelajaran pada pria itu"
"Pelajaran seperti apa yang berikan?"
"Hmmm.. rahasia"
__ADS_1
"Oh begitu baiklah..jangan harap ada jatah selama 1 Minggu kedepan"
"What's"