
Tampak di balkon kamar seorang wanita tengah berdiri seorang wanita yang tengah menatap keindahan kota dimana dia akan tinggal.
Wanita itu tersenyum melihat kota yang baru kali ini dia kunjungi..sebelumnya dia bahkan tak mau menginjakkan kakinya ke kota lain selain kota kelahirannya.
Demi mengejar seorang pria yang telah mencuri perhatian nya dia rela bertandang dan bermutasi menjadi salah satu warga kota itu.
"Sean..akhirnya aku bisa melihat mu nanti..kau di takdir kan menjadi milikku Sean hanya milikku" ucapnya dengan bangga dan percaya diri.
Wanita itu menatap wajah tampan Sean dari ponselnya..dia akan mengejar cinta lelaki itu hingga lelaki itu bisa membuka hatinya untuknya..dulu dia bahkan tak berani jika berhadapan dengan lelaki itu karena tidak percaya diri..dia melakukan operasi pada tubuhnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Dia bertemu Sean di sebuah pertemuan di hotel di negara nya waktu itu..dia tak sengaja melihatnya saat sedang mengobrol dengan ayahnya..dia di ajak oleh sang ayah agar bisa memikat salah satu rekan bisnis ayahnya.
Dalam gedung itu tidak ada yang mampu membuatnya tertarik untuk mendekati tapi ketika dia melihat Sean entahlah hatinya jadi deg-degan tak karuan..dia jatuh cinta pada Sean sejak pandangan pertama.
Setelahnya dia mulai mencari tau siapa Sean sebenarnya..sulit untuk mencari info tentang Sean karena semua mengenai Sean sangat rapat terkunci.. sepertinya Sean orang yang penting dan berpengaruh.
Dia mencari informasi mengenai Sean hingga dia ikut setiap kali ada pertemuan atau jamuan makan dengan para rekan bisnis ayahnya..dia hanya akan ikut jika s dan juga hadir tapi jika Sean tidak ada dia lebih baik pergi dengan teman-teman nya ke club untuk bersenang-senang.
Pamela..ya seorang gadis yang sangat terobsesi pada Sean hingga rela berbaring di ranjang rumah sakit hanya untuk mempercantik dan menyempurnakan dirinya agar terlihat menarik dan semakin cantik di mata Sean.
"Kali ini aku akan memperjuangkan mu Sean..aku sudah sempurna dan aku lah yang layak mendampingi mu..kau hanya milikku"
*
*
"Percy kau tau pemimpin baru kita akan tiba di kantor nanti siang bukan?"
"Ya lalu?"
"Kau tidak penasaran?"
"Tidak..memang kenapa?"
"Astaga kau ini huhh..kata para pengghibah di kantor ini pemimpin kita yang baru itu tampan dan masih muda kisaran 25/26 lah..aku jadi tidak sabar ingin segera bertemu dia"
"Huh..terserah kau saja Miley..jangan menyesal nanti jika yang datang pria bangkitan dengan perut buncitnya "
"What's...hey jangan asal ngomong"
__ADS_1
"Ya siapa tau kan"
"Tau ah kau memang bukan teman ghibah yang cocok"
"Karena aku tidak suka menggibah..hahahaha"
"Sialan kau Percy"
Percy dan Miley saat ini tengah makan siang bersama..nanti jika sudah pulang maka mereka akan melakukan pesta kecil sebagai tanda bahwa mereka sudah bekerja di Richard Corps.
Waktu bekerja telah mulai lagi..istirahat sudah cukup kini semua karyawan tengah melakukan pekerjaan masing-masing..Miley bekerja di divisi pemasaran sedangkan Percy menjadi sekertaris pemimpin perusahaan.
Dari arah lobby terlihat keramaian..sebuah mobil berjenis Lexus RX jenis SUV berhenti di depan pintu masuk perusahaan..dari dalam terlihat seorang pria tampan..pintu di buka oleh keamanan di sana dan terlihat lah seorang pria tampan yang memikat mata para karyawan di perusahaan itu.
"Woahhh apa dia pangeran yang datang menjemput ku?"
"Astaga tampan sekali..calon suamiku"
"Ah jantung ku berdetak kencang hanya melihat wajahnya astaga ini gila"
Begitulah krasak krusuk yang terdengar oleh para wanita di kantor itu..pria itu melangkah menuju lift di sertai sang asisten yaitu Griffin.
Baik tuan maupun asisten mereka sama-sama bersikap cool tak terbantahkan..justru sikap mereka seperti itu yang menambah klepek-klepek para wanita yang ada di sana.
"Fin apa aku sudah terlihat tampan?"
"Ya anda sangat tampan tuan"
"Sialan kau"
"Hahaha ayolah kau memang sudah tampan lalu aku harus menjawab apa lagi..sedari di mobil kau selalu saja bertanya apa aku sudah tampan,apa aku sudah tampan huhh bosan aku mendengarnya"
"Sialan kau..aku ini sedang berusaha mendekati seseorang..aku tak tau kenapa aku bisa menjadi gila seperti ini hahaha..sungguh dia sangat pintar membuatku merasa gila"
"Huhh aku tau kau sedang kasmaran tapi ingat jaga image..jangan merendahkan martabat CEO Richard Corps"
"Aku tau brengsek"
__ADS_1
Mereka tertawa karena selalu saja tingkah keduanya mampu membuat keduanya juga menghangat.
Sampailah mereka di lantai dimana ruangan yang akan pria itu tempati..mereka keluar dan di sambut oleh beberapa karyawan..setelah cukup sebentar memperkenalkan diri mereka menuju ruangan dimana pria itu akan tinggal.
"Silahkan"
"Terimakasih"
Griffin menuju ruangannya setelah menjelaskan sedikit mengenai pekerjaan yang harus tuannya kerjakan..dia sendiri meminta sekertaris untuk membawakan beberapa dokumen dan berkas yang membutuhkan tanda tangan tuannya secepat nya.
Pria itu melihat-lihat ruangan yang dia tempati..hmm lumayan besar tidak terlalu buruk dan nyaman..siapa yang menata nya..dekorasi nya sangat pas dengan suasana ruangan itu juga selera nya pastinya.
"Hmm sangat cocok dengan seleraku..dia memang yang terbaik..ah aku tidak sabar ingin melihat wajah menggemaskan nya haha"
Pria itu melanjutkan tour pendeknya kedalam kamar pribadinya yang ada di dalam ruangannya..dia kayak dan melihat penataan letak barang juga dekorasi yang di gunakan terlihat cocok dengan kepribadian nya.
"Dia memang yang terbaik..hahaha astaga aku jadi mengantuk..kapan dia akan datang aku sudah tidak sabar ingin melihat wajah nya yang terkejut"
Pria itu berbaring sebentar di ranjang itu menikmati suasana yang ada..hatinya kian berbunga-bunga tak kala dia melihat sebuah ikat rambut yang mungkin tak sengaja wanita itu tinggal saat sedang mempersiapkan ruangan itu.
"Dia bahkan sampai lupa jika ikat rambutnya tertinggal..astaga dia pasti kelelahan kemarin berarti dia berbaring di ranjang ini juga..hahaha astaga kenapa aku menjadi gila seperti ini"
Pria itu mengambil ikat rambut wanita itu dan menyimpan nya di dalam saku celananya..pria itu kembali ke ruangannya untuk melakukan pekerjaannya.
Dia duduk memutar kursinya menghadap pemandangan luar jendela yang menyejukkan mata..pria itu juga tersenyum karena tidak lama lagi dia akan melihat wajah menggemaskan wanita itu kala terkejut.
Percy menuju ruangan CEO dimana di sana sudah ada pemimpin barunya..dia akan menjadi sekretarisnya mulai sekarang.
Percy mengetuk pintu dan masuk kala satu suara mengijinkannya..Percy masuk dan menemukan CEO barunya tengah menikmati pemandangan kota.
"Permisi tuan..saya Percy sekertaris anda..maaf mengganggu waktunya saya membawa beberapa berkas..dan dokumen yang harus anda periksa"
Saat pria itu berbalik dan mata mereka saling bertemu Percy terkejut bahkan terduduk di lantai kala melihat wajah yang tak asing baginya tengah menatapnya gemas.
__ADS_1
"Sean"