
Hari ini seluruh keluarga besar Via berkumpul untuk merayakan kehamilan Via..hari yanh di nanti-nanti oleh keluarga besar Via terutama Nila akhirnya tiba.
Semua orang bahagia karema jika mengingat kejadian kemarin sungguh sqngat menyayat hati tapi syukurlah tuhan memberikan ganti pada pasangan itu.
"Via udah berapa minggu baby nya?" tanya Laura penasaran.
"7 minggu aunty"
"Woahhj..kali ini jaga baik-baik mengerti..kalau da keluhan apapun kau harus katakan pada suamimu atau keluargamu apalagi auntymu juga seorang dokter mengeti?"
"Iya aunty..Via janji akan menjaganya sepenih hati Via"
"Bagus..untuk sekarang jangan kemanapun tanpa suamimu entah itu dekat ataupun jauh karena bahaya selalu mengintai kita..kau harus jadi mommy yang bijak"
"Iya aunty Via akan nurut sama Bryan dan kalian"
"Itu baru keturunan keluarga Wilson"
Semua yang ada di sana benar-benar bahagia..Nila bahkan tak bisa berkata-kata lagi..dia hanya sibuk mengelus perut Via dia bahkan tak sadar menjadi bahan tertawaan semua orang.
Nila tak perduli menjadi bahan olok-olokan atau apapun itu..dia hanya fokus mengelus dan mengajak bicara bakal cucu yang selama ini dia nanti..dia benar-benar bahagia.
"Mom sudah nanti kalau ka Via masuk angin bagaimana?" ucap Sean sambil sesekali mengelus calon ponakannya.
"Diam..jangan ganggu kesenangan mommy"
"Astaga mom..baiklah lakukanlah apa yang ingin mommy lakukan"
"Setelah ini kau yang harus memberi cucu untuk mommy..kalau tidak awas kau"
"Lah..kenapa jadi Sean mom?"
"Terserah mommy..pokoknya kalau sampai tahun depan kamu belum membawa menantu buat mommy siap-siap mommy jodohkan dengan anak teman mommy"
"Hahahahaha" tawa semua orang yang ada di ruang keluarga termasuk Via.
Sean hanya mencebikan bibirnya kesal..nasib anak kedua ya begini lah..mau tidak mau harus menyiapkan calon menantu untuk sang mommy.
"Ah kalian menyebalkan ck" ucap Sean sambil mengambil ponselnya dan bermain game tembak.
Bryan..dia hanya tersenyum bahagia karena keluarga Via benar-benar sangat harmonis dan hangat..dia jadi merindukan orangtuanya.
"Kenapa by?" tanya Via menyadari perubahan air muka Bryan.
"Hm..tidak baby" elak Bryan.
"Jangan bohong by..katakan kau kenapa?" kekeh Via tak percaya.
"Huhh aku merindukan mommy dan daddy baby" jawab Bryan jujur.
"Kau mau bertemu mereka?" tanya Via.
"Tentu baby tapi untuk sekarang tidak mungkin karena tidak mungkin aku mengajakmu menemui mereka"
__ADS_1
"Aku di runah mom dan dad saja kalau begitu agar kau tak khawatir.. jangan di tahan by"
"No..aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi baby..sudah nanti jika waktunya sudah tepat kita akan kesana bersama anak kita hm?"
"Tapi by__"
"Sstt..sudah tidak ada bantahan baby..demi kebaikan bersama"
"Baiklah by jika menurutmu itu yang terbaik"
Bryan memeluk dan mengecup Via dengan penuh cinta..dia bersyukur memiliki istri dan keluarga yang begitu perhatian pada dirinya..tak membeda-bedakan mana anak mana menantu.
Nila sangat memperhatikan Bryan layaknya anak kandungnya sendiri..baik Sean,Rico maupun Bryan bagi Nila mereka adalah anak lelakinya.
"Bryan kau mau makan apa nak?" tanya Nila begitu perhatian.
"Apa saja mom..Bry tidak pilih-pilih kok"
"Baguslah kalau begitu mommy hanya takut kalau kau ada satu alergi saja"
"Tidak mom dan terimakasih sudha begitu memperhatikan Bryan layaknya anak kandung mommy"
"Hey apa maksudmu nak..kau itu juga anak mommy mengerti?"
"Iya mom"
Via mendusel di dada Bryan..entahlah tiba-tiba dia jadi manja..Bryan hanya terkekeh dengan tingkah Via..sudah biasa Via tiba-tiba jadi manja begini..setiap di tanya pasti jawabannya baby yang manja bukan mommy nya.
"Yang pengin manja-manjaan siapa sekarang?"
"Hahahha..baiklah apaoun yang bikin baby bahagia daddy pasrah"
"Daddy..baby mau jus jeruk tapi yang bikinin uncle Sean..bolehkan daddy?" bahkan mata Via sudah seperti sejuta anak kucing.
Bryan hanya tertawa geli sedangkan yang di maksud hanya mendelik karena sudha beberapa kali jadi korban ngidam si bumil itu..astaga sebenarnya itu anak siapa sih.
"Boleh baby tapi ngomong sendiri ya sama unclenya?"
"Tapi mata Sean mendelik daddy kan baby jadi takut"
"Hahaha..Sean jangan mendelik nanti keponakanmu takut loh" tegur Gio yang sedari tadi sibuk asik bermain dengan anak-anaknya.
"Ishhh menyebalkan" sungut Sean kesal selalu jadi korban si bumil.
"Uncle Sean mau kan buatin jus jeruk buat keponakanmu?" tanya Via dengan suara bak anak kecil.
"Kenapa nggak minta sama suamimu aja huh"
"Seannn" tekan Nila mendelik tajam.
"Iya..iya mom..ck"
Sean terpaksa membuatkan jus jeruk untuk Via yang katanya sih baby yang minta..meski begitu Sean senang bisa melihat wajah bahagia kakaknya..dia hanya berharap semoga kebahagiaan ini untuk selamanya.
__ADS_1
*
*
*
"Jadi mereka sudah kembali..baguslah rencana kita semakin lancar jika begitu" ucap seorang wanita yang begitu membenci sosok Via.
"Kau benar..ingat kita sekarang partner jadi jangan bertindak sendirian"
"Cih..partner katamu..hahhaha..sejak kapan kau menganggapku partner hah?"
"Jangan memancingku lagi Terry"
"Hahaha kau mau apa..mau mencoba membunuhku lagi seperti waktu itu hah..silahkan jika aku mati maka rencana yang sudah ku susun akan batal dan mereka akan bahagia di atas penderitaanmu"
"Sialan..sebaiknya kali ini jangan memancing amarahku Terry..aku bisa saja membunuhmu sekarang jika kau melewati batasanmu lagi"
"Marcus..Marcus..sudahlah lebih baik kau tunduk dan jangan banyak bertingkah atau kau akan kehilangan kesempatan untuk menghancurkan mereka"
"Dasar perempuan gila..terserah apa katamu sialan"
Sedangkan Terry dia hanya tersenyum penuh kemenangan karena Marcus tidak bisa semena-mena sendiri seperti kemarin..dia tak mau di tindas karena dia yang akan menindas.
*
*
"By ko jadi sepi ya rumah nya?"
"Kan udah pada pulang semua baby"
"Tapi bany nggak suka sepi by..gimana?"
"Huhhh..baby nggak suka sepi ya..baiklah apa kita nginep di rumah mommy?"
"Emang boleh by?"
"Hahah boleh sayang..kamu mau?"
"Baiklah tapi kalau nggak rame baby ngambek ya by?"
"Baiklah..apapun yang baby mau daddy akan ikuti"
"Love you daddy"
"Love you more kesayangan"
Bryan dan Via tengah bersiap untuk berangkat menuju kediaman Erick dan Nila..Via begitu senang karena sebentar lagi dia tak sendirian melainkan banyak orang-orang di sekitarnya.
"By..sudah belum sih?"
"Sebentar baby..sudah ayo"
__ADS_1
Via dan Bryan menuju kediaman Erick..sepanjang jalan Via selalu tersenyum dan bergelayut manja di lengan Bryan seakan tak ingin lepas.. benar-benar manja.