Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 114_Ketenangan


__ADS_3

Terry saat ini tengah menangis di sebuah ruang tahanan dimana dia di tahan.


Para anak buah Bryan juga Gio mereka sama-sama menggilir Terry tanpa perduli dengan teriakan dan rintihan dari Terry.


Ada sekitar 20 anak buah Bryan dan Gio di markas kematian.. sebenarnya masih banyak anak buah Gio di markas Kematian namun tak semuanya mau menikmati tubuh Terry yang sudah di jajah banyak orang.


Mereka tak mau ambil resiko siapa tau si Terry mengidap suatu penyakit atau apalah itu..mereka cari aman saja ada juga yang sudah memiliki kekasih bahkan istri dan anak maka dari itu tak mau ikut-ikutan.


"Arghhhhhh lepaskan akuuuuu huhuhuhu"


"Brengsek kaliannnnnnn"


Terry terus mengumpat di saya kondisinya sudah benar-benar buruk..itulah balasan yang setimpal untuk perbuatannya..dia berniat menghabisi bukan hanya 1 tapi 3 nyawa sekaligus yang bahkan 2 nyawa itu belum sempat merasakan indahnya dunia maka dari itu mereka tak akan tinggal diam.


*


*


"Bryan Daddy titip mommy dan Via..kalau Sean dan Rico sudah pulang katakan pada mereka jangan kemana-mana lagi"


"Ok dad.. hati-hati"


Erick meninggalkan rumah menuju markas kematian..dia akan menghabisi perempuan biadab itu karena sudah mengancam keselamatan putri dan cucunya.


Bryan menyerahkan semuanya pada mertuanya dia tak mau terlibat dalam proses eksekusi yang mertuanya lakukan.


"By"


"Hey kenapa keluar hm?"


"Twins merindukan Daddy nya"


"Wow..begitu"


"Hmm..by mereka katanya mau dijenguk Daddy"


"Begitu kah twins..baiklah Daddy akan menjenguk kalian oke"


Bryan menggendong sang istri menuju kamarnya..dia senang meski mengatasnamakan twins Via selalu memintanya duluan.


Terkadang Bryan merasa istrinya itu benar-benar Omesh tapi kenyataannya bukan seperti itu malah jika tidak sedang hamil Via cenderung lebih malu-malu kucing.


Apapun kondisinya Bryan tetaplah menyukainya..dia suka apa saja yang ada di dalam Via..dia sudah mentok di Via tak ada wanita lain yang bisa mengusir dan menggeser posisi Via.


Selesai dengan olahraga mereka kini Bryan maupun Via tengah duduk bersandar di kepala ranjang..mereka menikmati waktu kebersamaan mereka dengan saling berbagi cerita.


"By apa dia sudah di urus?"


"Siapa baby?"


"Pelayan itu"

__ADS_1


"Ouh sudah di urus oleh Daddy karena kata Daddy aku tidak boleh melakukan hal lebih karena kau sedang hamil..Daddy tidak ingin kau atau anak-anak kena imbasnya di masa depan..begitu baby"


"Hiks..hiks..Daddy hiks"


"Hey kenapa menangis?"


"Daddy begitu perhatian dengan kami hiks"


"Astaga..sudah tidak usah menangis..namanya seorang ayah pasti akan melakukan apapun untuk melindungi keluarga tercinta begitu pun aku baby..aku akan melakukan apapun untuk kalian agar kalian aman tanpa gangguan siapapun"


Via memeluk Bryan dengan erat..dia tersentuh dan terharu dengan kata-kata Bryan..dia memang selalu di utamakan oleh Bryan maka dari itu cintanya semakin bertambah setiap waktunya.


Bryan benar-benar membuatnya merasa sangat di cintai..dia tak pernah sedih karena Bryan jujur Bryan adalah paket komplit..dia Sabari menghadapi sikap nya yang seperti rollercoaster dan berubah-ubah.


"Kami mencintai mu Daddy"


"Puh sayang-sayangku..Daddy juga mencintai kalian"


Mereka berkissing..awalnya kissing biasa namun semakin di rasa semakin dalam dan menuntut..mereka sama-sama ingin lebih.


Dan akhirnya pergulatan panas pun terjadi di antara mereka..suara dessahan pun terdengar di dalam kamar yang cukup luas itu.


Baik Bryan maupun Via mereka sekarang bahkan sudah saling menyatu dengan sendirinya.


"Oh baby you so beautiful"


"By faster by"


*


*


"Sialan dasar cowok sinting"


Percy sangat kesal dengan Sean karena bisa-bisanya dia meminjam lipstik nya tapi tidak di kembalikan.


Kemarin setelah bertempur dengan para perampok baik Percy maupun Sean sama-sama kelelahan Sean meminjam lipstik nya untuk membuat sesuatu yang dia sendiri tidak tau.


Setelah itu Sean pergi tanpa pamit bahkan lipstik nya di bawa sean.


"Sialan itu lipstik kesayanganku..astaga apa yang aku pikirkan.. jangan-jangan?"


Percy jadi berfikir yang tidak-tidak karena Sean membawa pulang lipstik nya..apakah Sean sebenarnya pria setengah-setengah..apa jika siang dia Sean tapi malam Sena oh astaga otakku jadi berpikir yang tidak-tidak.


Sementara itu Sean tampak tengah mencari keberadaan Percy untuk mengembalikan lipstik nya..kemarin dia lupa karena mendapat telefon dari sang Daddy.


Sena belum sempat berpamitan karena panik mendengar kabar bahwa salah seorang pelayan di rumah Bryan adik iparnya ternyata adalah seorang mata-mata.


"Sialan..kemana dia pergi..aishhh aku juga lupa bertanya dimana rumahnya..sialan"


Sena mengumpat kesal karena tidak meminta alamat apartemen si Percy..jika begini pasti Percy jadi berpikir yang tidak-tidak..astaga bagaimana ini reputasinya akan hancur.

__ADS_1


Sean berjalan ke sana ke mari mencari keberadaan Percy..dia ingat tempat pertama dia bertemu dengan Percy juga sekaligus tempat tersial untuknya.. bagaimana tidak di tempat itulah senjata keramatnya harus merasakan ngilu tiada tara untung saja masih bisa berfungsi dan berdiri jika di pancing eh..!.


Momen itu tidak akan pernah dia lupakan hingga tujuh turunan,tujuh pengkolan,dan tujuh belokan beserta tujuh tanjakan.


Percy juga kebetulan ingin membeli minuman di kafe itu dia beranjak menuju kafe itu kafe dimana dia bertemu dengan Sean untuk pertama kalinya.


"Mba capuccino satu ya"


"Baik nona silahkan di tunggu sebentar"


"Ok"


Percy duduk di salah satu kursi yang ada di dalam kafe itu..dia menikmati pemandangan di luar kafe itu..danau buatan juga air mancur di tengahnya.


Di saat dia tengah menatap pemandangan indah itu tiba-tiba entah darimana munculnya Sean ada di depan nya dan tengah duduk di kursi depan nya.


"Hey"


"Hah astaga kaya setan aja kamu..datang nggak bilang-bilang"


"Hey jaga ucapanmu"


"Udah mau apa sih?"


"Nih lipstik mu..sorry kemarin ada urusan mendadak"


"Ouh aku kira kamu setengah-setengah"


"Hey sembarangan kalau ngomong"


"Ya habis..kamu sendiri juga yang salah"


"Heh kamu pikir aku mau nyimpen lipstik bekas mu itu"


"Ya nyatanya kamu bawa pulang juga kan meski sehari doang"


"Astaga..jangan bilang kamu ngira aku cowok setengah cewe"


"Hehehe..sorry..kan itu juga salah mu yang udah bikin aku berasumsi aneh-aneh"


"Terserah"


Pesanan Percy tiba..tanpa ijin tanpa permisi Sean mengambil capuccino milik Percy dan meminumnya..Percy hanya melongo karena pesanan miliknya malah di rampas Sean lagi.


"Yaaaakkk kau mau aku tendang lagi apa hah..kurang asem"


"Hahaha sorry..sorry..nanti aku ganti"


"SEANNNNN"


TRANGG.........

__ADS_1


__ADS_2