
Sean juga telah bersiap..dia tidak akan sepenuhnya hati menyerang Percy bagaimana pun juga Percy perempuan pasti ada titik dimana dia lemah.
"Mulailah menyerangku" ucap Sean memberi ijin agar Percy menyerangnya dulu
"Sesuai keinginan mu" jawab Percy dengan senyuman bak orang mendapat hadiah.
Percy mulai menyerang Sean dengan bringas..dia meluapkan segala kekesalannya dengan bertarung dengan Sean..Percy begitu ingin menghabisi Frank saat itu tapi dia sadar dia tidak dalam lingkungan yang mengharuskan dia menghajar orang.
Di tambah dengan Sean..dia tak mau membuat Sean malu karena ulahnya yang bar-bar..sebaiknya dia menahan diri sebelum keluar dari zona yang bukan miliknya.
Pukulan demi pukulan Percy layangkan pada Sean namun tak membuat Sean tumbang hanya saja sedikit meringis dan ngilu karena sepertinya Percy menggunakan seluruh kekuatannya.
"Apa kau sudah puas nona?" ucap Sean.
"Hahhh..hahhh..be..lum hahhhh" jawab Percy dengan mengatur nafasnya yang memburu.
"Maka lakukanlah dengan samsak.. sepertinya kau butuh waktu agar tenaga mu habis"
"Entahlah..hanya saja aku sangat kesal ketika lagi dan lagi mengingat perkataan nya..apa aku memang harus mengikutinya karena dia telah membel__"
"Jangan katakan hal yang tidak masuk akal.. percayalah padaku aku akan membantumu agar si brengsek itu tidak berani mengganggumu lagi"
"Benarkah.. terimakasih dan maaf aku telah membuatmu menjadi tontonan orang-orang dalam pesta itu juga mengacaukan acara temanmu"
"Tidak usah di pikirkan..mereka tau bahwa itu di luar kendali mu"
"Thanks"
"So apa kau ingin mengahajar samsak lagi sekarang?"
"Aku rasa tidak..ternyata hanya buang-buang waktu saja"
"Ya kai benar..seharusnya kau buktikan bahwa kau mampu membuatnya merasa ilfil akan dirimu jadi dia tidak akan pernah mengusikmu lagi..apa kau perlu bantuan?"
"Akan aku pikirkan"
Percy duduk di lantai dengan memijit kakinya yang juga pegal.. Sean tidak tinggal diam melihat itu..dia juga membantu Percy untuk memijat kakinya.
"Hey biar aku saja"
"Aku tidak menerima penolakan"
"Sialan..terserah kau saja"
"Begitu lebih baik"
"Hahahaha"
Percy tertawa lepas dan itu membuat Sena senang setidaknya tawa Percy bukan kepalsuan belaka..dia akan menjaga tawa itu segenap hati nya.
Di rasa sudah cukup kini Sean mengangkat Percy dan membawanya menuju salah satu kamar yang ada di lantai paling atas tempat gym itu.
Percy berteriak bahkan mengumpat Sean karena menggendongnya tanpa aba-aba..sialan hampir saja dia jantungan..Sean ini benar-benar sudah gila.
"SEANNNNN..astaga"
__ADS_1
"Sorry.. aku lupa tidak ijin dulu tapi aku tidak menerima penolakan"
"Sialan kau.. bagaimana kalau aku tidak siap tadi hah..kau benar-benar gila"
"Iya aku gila karena menghadapi perempuan gila seperti mu hahaha"
"Brengsek..kau mengatakan gila hah?
"Bukan aku tapi mulutku"
"Sama saja Sean"
"Tentu tidak"
"SEANNNNN"
"Hahahaha"
Sean membawa Percy yang sudah seperti kucing terendam air sangat menurut..astaga apa dia masih perempuan gila tadi..kenapa sekarang dia jadi takut dengan perubahan sikap Percy..tapi jika di perhatikan lagi Percy imut juga kalau sedang menurut begini.
"Kenapa ke sini?"
"Kau butuh istirahat..jangan mikir macem-macem..kondisikan otak mu"
"Astaga siapa juga yang berpikir macam-macam..dasar pria songong mesum"
"Hey aku tidak mesum ya asal kau tau saja"
"Baiklah terserah kau saja"
"Begitu lebih baik"
*
*
Paginya mereka telah bersiap dengan pakaian masing-masing..baik Percy maupun Sean mereka terlihat wow dengan gaya nya sendiri.
Percy tak lagi memakai heels karena Sean sudah membelikan 10 pasang sneaker bahkan selop hanya untuknya.
Percy hanya memakai dress putih dengan di balur blouse abu-abu serta tas berwarna oranye dengan make up senatural mungkin juga rambut yang tampak di gerai..dia tak memakai heels lagi karena itu larangan dari Sean langsung maka dari itu dia memakai selop berwarna putih menyesuaikan pakaiannya.
Sedangkan Sean dia memakai setelan jas hitam dengan set baju dan sepatu..dengan memakai pakaian serba hitam Sena seperti akan melayat ke rumah duka..astaga canda pemirsa.
Sean sudah terlihat begitu menawan bahkan mempesona kaum adam termasuk othor duh.
"Apa kau sudah siap?"
"Ya.. terimakasih atas perhatiannya agar aku tak memakai heels sialan lagi"
"Aku tau kau tidak nyaman"
__ADS_1
"Kau sangat pengertian"
"Itulah aku..kau baru menyadarinya?"
"Sudahlah menyesal aku memujimu..ck"
"Hahaha"
Dengan menggunakan mobilnya Sean berangkat menuju kantor dengan Percy.. sebenarnya dia khawatir jadi bahan gosipan tapi sudahlah biarkan saja.
Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di depan pintu masuk kantor..Percy turun dengan sendirinya agar tak terlalu kentara..dia harus bersikap layaknya sekertaris karena ini kantor.
"Percyyyy..astaga kau kemana saja kenapa tidak pulang?" tanya Miley.
"Ssst jaga bicaramu..ada bos"
"Hah..bos.. mana?"
"Pagi tuan Sean"
"Astaga..selamat pagi tuan maaf saya tidak melihat anda"
"Hm..Percy tolong buatkan kopi"
"Baik tuan..ayo masuk jangan membuatku dalam masalah"
"Baiklah beb"
*
*
"By aku ingin melihat kondisi perusahaan" ujar Via
"Tapi sayang..kau sedang hamil aku tak mau kau kelelahan.. percaya pada Sean..dia pasti bisa memimpin nya"
"Tapi ini juga bawaan baby"
"Astaga..huhh baiklah ayo aku temani..sebentar aku bilang mommy Daddy dulu"
"Terimakasih suamiku"
"Nakal ya"
Bryan meminta ijin sebentar untuk menemani Via ke kantor Richard Corps..dia mana mungkin membiarkan Via sendirian dalam keadaan hamil muda seperti ini.
Ya dua tahun setelah anak-anak mereka besar Via dan Bryan tak menunda lagi untuk memiliki momongan agar jarak anak-anak mereka tidak terlalu jauh perbedaannya.
Via hamil 2 bulan dan dia sangat manja sekali..jika keinginannya tidak di penuhi maka bisa di pastikan seisi rumah akan mendengar tangis Via yang menggelegar.
Kemarin dia sempat bekerjasama dengan Arick orang kepercayaan Gio..dia di minta untuk berpura-pura menjadi wanita yang dekat dengan Arick..memang aneh tapi Via suka beda dengan Bryan yang wajahnya bahkan sudah sangat merah padam ingin melahap orang.
Tapi kejutan yang Arick siapkan berhasil. dan bumil satu ini sangat senang karena merasa aktingnya sudah mumpuni..dia memuji dirinya sendiri yang lainnya hanya mengiyakan saja karena jika di bantah bisa gawat jadinya.
Sean juga ikut andil beserta Percy tapi hanya sebagai pemanis saja agar tidak hambar.
__ADS_1