Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 143_Misi Penyelamatan (Percy dan Sean)


__ADS_3

# Flashback penyelematan......


"Tuan maaf saya mengganggu waktu anda" penjaga di ruangan Percy.


"Katakan" Gio


"Maaf tuan saya kecolongan..tuan Sean dan kekasihnya di culik tuan..saya tidak bisa menemukannya karena ponselnya tertinggal di ruangan Diaman kekasih tuan Sean berada..sepertinya tuan Sena dan kekasihnya terbius karena teman kekasih tuan Sean tak sadarkan diri maafkan saya tuan" penjaga


"Hmm tidak apa..baiklah kau jaga teman kekasih Sean jangan terjadi apapun..biar ini menjadi urusanku" Gio.


"Baik tuan.. terimakasih" penjaga


Sambungan terputus penjaga itu mulai mengantar Miley menuju apartemen.. sementara Gio dan Arick sudah berada di markas kematian untuk membahas misi penyelamatan Sean juga kekasihnya.


"Tuan saya sudah menemukan keberadaan mereka" anak buah Arick


"Bagus..segera persiapkan segalanya untuk melakukan misi penyelamatan" Arick


"Baik tuan" anak buah Arick.


Selepas kepergian anak buah Arick.. Gio menatap Arick dengan wajah meledek.


"Kenapa anda menatap saya seperti itu tuan?" Arick


"Haha aku kagum padamu..kau tau" Gio


"Mengerikan..jangan memujiku karena aku lebih suka Zizi yang memujiku ketika mendessah" Arick


"Sialan kau.. mentang-mentang sudah menikah kalau kau pamer begitu..dasar kolot" Gio


"Suka hati anda" Arick acuh.


"Sialan..kalau bukan karena bantuan Sean dan kekasihnya mana mungkin Zizi mau dengan manusia kaku seperti mu heh" Gio tak mau kalah.


"Tetap saja aku yang berperan penting dalam hal itu" Arick


"Terserah kau saja..batu merasakan cinta saja belagu..huhh" Gio


"Suka hati saya" Arick


Gio hanya mendengus dan melengos pergi menuju mobil tanah akan membawa mereka ke lokasi penyekapan.


Sepanjang perjalanan mereka kembali profesional karena memang ada kalanya di saat-saat tertentu mereka akan bergurau atau bercanda saling mengejek satu sama lain tapi ada kalanya juga mereka serius di waktu yang seharusnya.


Pembahasan rencana penyelamatan kedua orang itu berlangsung hingga akhirnya mereka telah sampai di depan rumah tua dekat gedung yang sudah terbengkalai..gio dan Arick sejenak memandangi lokasi sekitar..aman.


Para anak buah Gio dan Arick sudah menyebar di setiap sudut bahkan ada yang di atas atap atau plafon rumah itu.

__ADS_1


Gio dan Arick sudah berdiri di depan pintu dan tengah mendengar suara seorang wanita yang berteriak.


"SEANNNNN tolooongggg..lepaskan. arghhhhhh jangannnnnnn" suara Percy


Mereka berdua tampak terdiam..otak mereka mulai mencerna sesuatu.


"Sialan bedebah itu..harus kita apakan mereka Arick?" Gio


Terserah kau saja tuan..bisa di buat makanan Coco atau lempar ke Stella agar bisa bercinta dengan liar mungkin" Arick


"Astaga benar juga ya..hahaha kau pintar" Gio


"Baru sadar" Arick songong.


"Sialan kau..sombong sekali" Gio


"Itulah aku" Arick


"Ck..terserah kau" Gio


Mereka kembali mendengarkan suara yang tak asing di telinga mereka yaitu suara Sean yang tengah berteriak marah pada dua di antara ketiga orang sialan itu.


"Bajingan jangan ganggu dia..sialan kalian" suara Sean murka.


Arick dan Gio masih mendengarkan percakapan antara mereka yang ada di dalam ruangan itu hingga tak lama kemudian tampaklah ketiga wajah ketakutan dari orang-orang sialan yang sudah mengusik Sean dan kekasihnya.


Setelah perkenalan cukup lama akhirnya mereka di bawa ke markas kematian.


# Flashback end.......


**Rumah sakit**


Sean masih memandangi wajah pucat Percy..dia mengelus Surai kecoklatan milik Percy..indah..cantik.


"Tuan apa anda ingin saya pesankan makanan?" Griffin


"Tidak usah Griffin..aku tidak lapar" Sean.


"Anda belum makan tuan..jangan ngeyel" Griffin


"Baiklah terserah kau saja" Sean pasrah.


Setelah kepergian Griffin Sean kembali menatap Percy..dia melangkah naik ke atas ranjang yang cukup untuk dua orang itu dan memeluk Percy tanpa menyentuh luka di perutnya.


Sebelumnya Sena sempat melihat luka di perut Percy..Sean memberanikan diri melihat nya bukan Aleena ingin cabul atau mesum tapi dia penasaran seberapa parah lukanya.


Ketika dia sudah melihatnya segera dia tutup kembali karena tak sanggup melihat luka itu..astaga bedebah sialan itu habislah kalian kali ini..tidak akan ada ampun lagi untuk manusia keparat seperti mereka.

__ADS_1


Bagaimana tidak Sean marah..luka Percy membiru bahkan hampir kehitaman juga bengkak..mata Sean menyala benar-benar marah dan ingin mencabik-cabik mereka saat ini juga.


"Sialan.. lihat saja kalian nanti" Sean.


"Maafkan aku tak bisa menjagamu dengan baik..aku berjanji akan merawat dan menjagamu dengan sungguh-sungguh dan pengamanan yang ketat agar kau aman dari manusia bedebah seperti mereka" Sean.


Sean memeluk Percy yang masih dalam pengaruh bius selepas penanganan yang dia dapat..setidaknya Sean ada untuk Percy di saat-saat gadis itu sakit seperti saat ini.


Dia akan membawa Percy untuk tinggal di rumahnya bersama Daddy dan keluarganya..di rumah kini hanya ada Rico karena Via kakaknya sudah memilih tinggal di rumahnya sendiri dengan mertuanya.


Tanpa Sean sadari ternyata keluarganya sudah tau kabar mengenai Percy yang mereka kira kekasih Sean..saat ini mereka berbondong-bondong menuju rumah sakit untuk melihat keadaan Percy.


Sejak Sena membawa Percy ke rumah waktu itu mereka senang dan merasa cocok dengan Percy apalagi Nila hmmm jangan di tanya kemanusiaan nya.


Braakkkk.....


"SEANNNNN" Nila


"Mommy" Sean.


Astaga kenapa orangtua nya ada di rumah akut ini..hey jangan katakan kau Gio yang membocorkan informasi ini..akhhhh sialan memang kakaknya itu.


"Hey anak nakal bisa-bisanya kau berbuat begini di saat kekasihmu tengah tak sadarkan diri begini hah..sudah kau apakan anak orang Sean?" Nila.


"Hey mom..astaga calm down..santai..jangan emosi.. hishhh" Sean


"Turun atau mommy seret kau" Nila


"Iya..iya..iya.. ishhh" Sean


Sena turun dari ranjang dan memilih duduk dengan keluarganya di sofa yang lumayan cukup besar mampu menampung 5 orang dewasa.



"Jelaskan pada mommy dana semuanya yang ada di sini..kenapa kalian bisa sampai di culik dan kenapa Percy bisa sampai terluka seperti itu dan kenap__" Nila


"Ssssttt mom satu-satu..aku mau memulai dari mana jika mommy seperti kereta ekspress yang tidak ada transitnya" Sean


Nila akhirnya diam dan memilih mendengarkan Sean yang saya ini tengah menceritakan awal kejadian itu.


"Astaga.. benar-benar pasti dia trauma dengan kejadian itu..Malangsari sekali nasibnya Sean..jagalah wanita baik dan terhormat seperti Percy..mommy menantikan kalian di atas Altar" Nila


"Sayang bisa-bisanya kau memikirkan sampai ke sana.. ckckck benar-benar" Erick.


"Kenapa..apa aku salah yank..ini juga demi kebaikan mereka..kau tak mau mendapatkan mantu lagi?" Nila


"Yaya sesukamu sayangku" Erick

__ADS_1


Sean mendengus mendengar perdebatan tak berujung kedua orangtuanya..sudahlah ikuti alur saja Sean..jika kalian berjodoh pasti akan bersama bagaimana pun caranya.


__ADS_2