
1 bulan kemudian......
"Seannnnn awshhh" rintih Percy kala merasakan perutnya serasa di remas-remas.
Sean yang mendengar teriakan Percy langsung berlari tanpa memperdulikan kegiatannya..dia berlari dengan cepat ke kamarnya.
Pintu terbuka setelah dia berhasil mengatur nafasnya yang masih memburu karena khawatir dengan teriakan Percy.
"Percyyyyyy" Sean terkejut kala melihat Percy sudah terduduk dilantai kamarnya.
Sena yang panik segera menggendong nya dan berjalan sedikit cepat menuju mobil..dia benar-benar khawatir melihat kondisi istrinya seperti itu..semoga istri nya tidak apa-apa semoga anak-anaknya baik-baik saja.
Sepanjang jalan Sean sesekali melirik dan mengajak Percy bicara tapi Percy hanya fokus pada rasa sakit nya saja hingga tak mendengar kan suara Sean.
"Sayang tahan ya..bertahan lah sayang..demi aku dan anak-anak" ucap Sean menciumi tangan Percy yang tengah meremat tangannya.
"Seannnnn awshhh sakittt" Percy lagi dan lagi merintih dan itu membuat Sean kalang kabut mendengar nya.
"Bertahan ya sayang..sabar sebentar lagi sampai" ucap Sean dengan panik.
Akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit..dia segera menggendong sang istri menuju brankar yang sudah di siapkan oleh pihak rumah sakit sedari tadi saat dia menghubungi pihak rumah sakit sewaktu di jalan.
Percy di bawa ke ruangan bersalin agar mendapatkan penanganan yang di perlukan..dokter wanita itu mengecek bukaan ternyata baru bukaan 8..masih ada beberapa waktu lagi hingga bukaannya lengkap.
"Tuan istri and abadi mengalami bukaan 8..sementara jangan kemana-mana cukup berbaring di brankar saja" ucap sang dokter.
"Masih berapa lama dok..istri saya benar-benar sudah kesakitan dok apa anda tidak melihatnya?" Sean sedikit geram karena dokter mengatakan bahwa masih harus menunggu lagi.
"Sabar tuan..beberapa waktu lagi hingga bukaannya lengkap..saya permisi sebentar nanti saya akan mengecek lagi apa bukaan istri anda sudah lengkap atau belum..tidak Usha khawatir tuan ini memang umum terjadi saat akan melahirkan" ucap dokter itu menenangkan Sean yang tengah di landa panik.
Sean hanya mengangguk dan menemani sang istri..dia benar-benar tak tega melihat Percy kesakitan tapi apa yang bisa dia lakukan hanya menyemangati nya saja.
"Sayang semangat ya..aku di sini menemani mu..kau kuat sayang..kau hebat..kau wanita terhebat dalam hidup ku..aku sangat mencintaimu Percy" ucap Sean menyemangati sang istri.
__ADS_1
"Aku juga arkhhhhhhh shhhhh" balas Percy sambil meremas tangan Sean saat merasakan kontraksi lagi kali ini jaraknya dekat dan semakin sering.
"Tidak apa-apa sayang..kau boleh menghajar ku asalkan sakitmu bisa berkurang dan menular padaku..aku iklas sayang" ucap Sean memasrahkan dirinya untuk di hajar Percy.
Dokter kembali lagi untuk mengecek bukaan Percy..dia tersenyum karena bukaannya sudah lengkap.
"Baiklah bisa kita mulai sekarang nona,tuan.. bukaannya sudah lengkap nona anda harus mengikuti aba-aba dari saya jika anda merasakan dorongan dari baby nya maka dorong dan mengejan lah..jangan di paksakan karena itu bisa menguras tenaga anda..baiklah bisa kita mulai" tanya dokter itu setelah memberikan arahan pada Percy.
"Silahkan dok" bukan Percy yang menjawab namun Sean yang mewakili Percy.
Dan proses demi proses pun di mulai.. Percy mengejan sekuat tenaga untuk segera bisa melahirkan anak nya..dia masih terus mengejan jika mendapat dorongan dari dalam..di saat tenaganya hampir habis akhir nya yang di tunggu telah lahir.
"Arkhhhhhhh hahhhh hahhhh"
"Ayo nona sebentar lagi..dorong terus nona..iya sedikit lagi nona..terus nona kepalanya sudah terlihat..iya nona"
Dan... akhirnya baby boy lahir ke dunia..dia di sambut haru oleh kedua orangtuanya.. Sean bahkan langsung menjatuhkan dirinya di lantai kala melihat sang anak telah lahir dengan perjuangan Percy yang benar-benar bertaruh nyawa.
"Selamat tuan baby boy pertama sangat tampan..biar di bersihkan dulu" ucap sang dokter.
"Terimakasih dok" ucap Sean tulus.
Selang 5 menit kemudian Percy merasakan kontraksi lagi..dan proses demi proses seperti di awal tadi mereka ulangi lagi..tak menunggu lama baby kedua telah berhasil lahir ke dunia dengan selamat.
"Selamat tuan,nona baby boy kedua telah lahir dengan selamat dan sangat tampan" ucap sang dokter memberi selamat dan memberikan baby boy itu pada suster untuk di bersihkan.
Sean tak menahan diri lagi dia benar-benar tengah bahagia.. menangis..ya Sean menangis bahagia karena bisa menyaksikan sang istri melahirkan anak-anaknya.
Sean mengecupi wajah istri nya..Sean menghujani wajah Percy dengan ciuman dan kecupan berkali-kali hingga membuat Percy terkekeh lirih karena tenaganya belum terkumpul lagi.
*
*
__ADS_1
"Sayang bagaimana perasaan mu?" tanya Sean ketika sudah berada di ruang rawat.
"Aku bahagia sekali sayang..sangat bahagia" ujar Percy membalas pertanyaan Sean.
"Terimakasih sayang sudah menghadirkan dua jagoan kecil dan tampan ke dunia..mereka adalah kado terbaik yang aku miliki begitu juga dirimu sayang..aku sangat mencintaimu" ucap Sean jujur.
"Aku juga..apa kau sudah mempunyai nama untuk mereka sayang?" tanya Percy.
"Sudah sayang namanya...."
"Ervan Gabrian Wilson dan Ervian Roderick Wilson,bagaimana sayang apa kau suka?" tanya Sean meminta pendapat istrinya.
"Aku suka..ada nama ka Bryan dan Daddy Erick.. lucu" ucap Percy.
"Iya karena aku terinspirasi dari sikap ka Bryan dan kasih sayang Daddy Erick..mereka adalah contoh lelaki yang sangat aku idolakan termasuk uncle Rey sendiri..dia adalah yang utama aku idolakan maka dari itu aku menyematkan nama Wilson di belakang mereka..kau tidak apa-apa kan?" tanya Sean.
"Aku tidak apa-apa sayang..aku bahagia" ujar Percy sangat bahagia anaknya memiliki nama belakang yang jelas.
Percy dan Sean menghabiskan waktu berdua sebelum anak-anak mereka datang untuk menyusu..ya Percy sudah siap menyusui twins E karena ASI-nya kebetulan sudah penuh.
Benar saja tak menunggu lama untuk twins E datang..mereka di antar dua orang suster yang masing-masing mendorong satu box baby yang berisi anak-anaknya.
"Permisi nona,tuan.. waktunya baby minum ASI" ucap sang suster menyerahkan anak pertama pada Percy.
Setelah sempurna posisinya kini twins mulai menyesap sumber nutrisi nya.. Percy langsung menyusui dua-duanya sekaligus..satu di kanan dan satu di kiri..Sean ikut membantu memegangi baby nya agar Percy tidak kesulitan.
"Hey jangan buru-buru boy..Daddy belakangan aja kok setelah kamu" ucap Sean memperingati anaknya.
"Ishhh jatahmu masih lama sayang" ujar Percy.
"Maksud nya?" Sean tak paham dengan perkataan Percy.
"Puasa 40 hari sayang..tidak ada olahraga sampai 40 hari masa nifas ku" ucap Percy yang membuat Sean terkejut.
__ADS_1