
"Maaf sayang..maafkan Daddy nak..Daddy harap kamu bahagia di sana ya..Daddy selalu menyayangi kamu dari sini..maafkan Daddy telah membuatmu pergi nak..maafkan Daddy" batin Sean memandangi wajah pucat nan sayu milik Percy.
Bagaimana reaksi Percy nanti jika dia tau bahwa sang anak telah tiada..dia bingung entah harus bagaimana lagi dia merutuki kesalahannya.
Sebenarnya yang terjadi di cafe itu adalah Sean hendak berdiri dan keluar dari ruangan itu namun tanpa di duga kliennya juga ikut berdiri dan tiba-tiba terjatuh dan menyeretnya hingga dia menubruk tubuh kliennya.
Kliennya menggunakan kesempatan itu untuk membuka kancing kemejanya dengan cepat sambil masih terus melingkarkan kakinya di pinggangnya..posisi yang benar-benar ambigu bagi siapapun yang melihat nya.
Sean amat sangat marah kini..dia akan membuat kliennya bangkrut hingga ke akarnya..dia menghubungi pamannya Deril..dia meminta bantuan pamannya karena hanya pamannya yang bisa melakukan hal seperti itu dengan mudahnya.
"Hallo paman" Sean
"Ya boy..apa kabarmu" Deril
"Sean baik paman,apa paman sedang sibuk akhir-akhir ini?" tanya Sean.
"Tidak boy..ada apa sepertinya kau sedang butuh bantuan paman..katakanlah" Deril seolah paham maksud dari keponakannya itu.
"Sean butuh bantuan paman untuk menghancurkan perusahaan seseorang" ucap Sean dengan nada terselip amarah.
"Apa paman boleh tau masalahnya dulu..paman tidak mau sembarangan menghancurkan usaha orang lain boy..kau tau kan uncle Rey pasti akan membunuhku jika salah sasaran" ucap Deril menjelaskan.
"Dia..dia menyebabkan istriku keguguran paman" ucap Sean lirih dengan nada bergetar.
"Astaga..bagaimana bisa boy..kenapa baru mengatakannya sekarang dan hey kau sudah menikah..kapan kenapa paman tidak tau?" oceh Deril kesal namun iba.
"Nanti Sean jelaskan paman..bisakah paman membantuku?" harap Sean.
"Tentu saja boy..paman mengabdikan diri untuk keluarga Wilson dan kau termasuk keluarga Wilson jadi paman pasti akan membantumu tenang saja..katakan nama perusahaannya dan ownernya paman akan uruskan segera" jelas Deril mantap meyakinkan Sean keponakannya.
"Terimakasih paman..nanti akan Sean kirim datanya pada paman melalui email..tolong buat dia sehancur-hancurnya paman" harap Sean.
"Tenang boy..kau tenang saja dan fokuskan pada istrimu..berilah dia dukungan dan jangan pernah meninggalkannya..jadilah seprti uncle mu Rey dia sangat menyayangi istrinya dalam keadaan apapun" jelas Deril memuji Rey.
"Baik paman..terimakasih" Sean mengakhiri sesi teleponnya.
__ADS_1
*
*
"Aku dimana..ssshhhh kepalaku sakit sekali" ucap seorang wanita yang baru saja sadar dari pingsannya.
Wanita itu memandangi seluruh tempat dimana dia berada sekarang..sebuah ruangan yang lembab,kotor,seperti di penjara saja..kenapa dia ada di sana,pikirannya melayang pada kejadian setelah pulang dari cafe.
Dia saat dia hendak memasuki mobilnya namun tanpa di duga dari arah belakang mulutnya di bekap dan seketika dia tak sadarkan diri..apa dia di culik astaga jika iya siapa yang berani menculiknya..sialan.
"Apa aku di culik..tapi siapa yang berani menculikku..apa salahku kenapa harus di culik?" dia harus bisa bebas dari sini sebelum sesuatu yang buruk terjadi tapi bagaimana caranya agar dia bisa bebas dari sini..dia harus mendapatakan Sean selaku pewaris Richard Corps yang bisa menjamin hidupnya hingga tujuh turunan sekalipun.
Dari awal memang kerjasama ini dia atur sedemikian rupa agar bisa selalu berdekatan dengan Sean tapi dia tak tau kalau Sean ternyata sudah memiliki istri dan tengah mengandung..tapi dia tidak perduli dia harus bisa mendapatkan Sean bagaimanapun caranya karena dia tak mau hidup susah.
"Heyyyy lepaskan aku sialannnnn..lepaskan akuuuuuu tolong keluarkan aku dari sini heyyyyy apa kalian tuli hah?" teriak wanita itu yang tak lain adalah klien yang baru saja Sean temui.
Seorang penjaga atau anak buah Gian mendekati wanita itu dan bicara dengan wanita itu agar diam karena dia tak mau sampai Leon and the geng terganggu dan mengamuk.
"Hey diamlah..kau bisa membuat malaikat mautmu mengamuk nanti" ucap anak buah Gian.
"Kau benar-benar tidak bisa di beritau ternyata..baiklah aku akan menghubungi bosku untuk segera mempercepat kematianmu jallang" anak buah Gian.
"Dasar kacung tidak tau diri..siapa bosmu hah..katakan aku tidak takut sama sekali padanya" tantang wanita itu.
"Baiklah jika itu kemauanmu" anak buah Gian.
Anak buah Gian meninggalkan ruangan itu dan menghubungi Gian untuk meminta petunjuk selanjutnya.
Gian hanya mengatakan bahwa itu kewenangan Sean karena hanya sean yang berhak menghukum wanita itu..Gian hanya sebagai penyedia saranan saja agar pekerjaan Sean lebih mudah.
Anak buah Gian mengangguk tanda setuju dan menghubungi Sean di rumah sakit..dia akan meminta arahan Sean karena dia sudah bosan mendengar teriakan wanita gila itu.
"Baik tuan sesuai arahan anda" anak buah Gian.
"........"
__ADS_1
"Baik" anak buah Gian.
Sambungan terputus anak buah Gian mulai menjalankan tugas dari Sean untuk hanya sekedar menyiksa wanita itu dan tidak langsung membunuhnya karena Sean sendiri yang akan membunuh wanita gila itu.
*
*
"Sayang sadarlah..aku menunggumu sayang..maafkan aku..aku akan menghukumnya dengan amat sangat lebih dari apa yang dia lakukan pada kita..bukalah matamu dan katakan apa maumu sayang aku akan menurutinya jika aku mampu..aku mencintaimu sayang" Sean menangis namun tak bersuara.
Dia mencurahkan isi hatinya pada sang istri yang masih saja belum membuka matanya..apa di alam sana lebih membahagiakan dari pada di sisinya..tuhan berikanlah kesembuhan pada Percy.
Tak berapa lama kemudian Percy mengerjapkan matanya dan mulai membuka mata indah itu..perlahan mata itu mulai menyesuaikan pada cahaya terang di langit-langit ruangan tempat dia berbaring.
Sean melihat Percy membuka matanya begitu senang dan segera mendekatinya..Sean tepat berada di sisi ranjang dimana Percy berbaring.
"Sayang kau sudah sadar..apa ada yang sakit..apa kau butuh sesuatu?" ucap Sean memberikan perhatian.
"Aku dimana?" Percy bertanya karena dia tidak yakin berada di kamar Sean.
"Kau di rumah sakit sayang..tenang lah jangan banyak bergerak hm?" Sean menjelaskan dengan kelembutan.
"Rumah sakit..kenapa aku di ru__" tiba-tiba Percy mengingat kembali momen beberapa jam sebelum dia terdampar di rumah sakit ini.
"Anakku..anakku dimana Sean..kenapa perutku sudah rata lagi Sean..dimana anakku?" tanya Percy dengan nada bergetar takut terjadi seauatu yang buruk.
"Ssstttt tenang sayang..jangan begini..dengarkan aku anak kita sudah bahagia di sana dan maaf aku tak bisa berbuat apapun..maafkan aku sayang" Sean berujar lemah.
"Tidakkkkkkk" Percy.
...****************...
MAAF GAES AKUN AUTHOR BARU BISA MASUK LAGI HUHH..MAAF KEMARIN CUMA UP 2 BAB..INSYA ALLAH NANTI AKAN AUTHOR TAMBAHIN KALO NGGKA SIBUK NYA..MAAF ATAS KETIDAK NYAMANANNYA.
πππ
__ADS_1