
"Sayang..kau kenapa hm..maaf aku di bawah tadi" Sean mengelus kepala Percy agar lebih tenang.
"Hiks..kau jahat hiks..kenapa meninggalkan ku sendiri hiks" Isak Percy sambil memukul-mukul dada Sean kesal.
"Iya maaf..ayo bangun mommy dan Daddy di bawah" Sean mencoba untuk mengalihkan perhatian Percy.
"Mommy,Daddy..?" Percy.
"Iya sayang,ayo sudah nanti kau juga akan tau hm" Sean.
Percy mengangguk dan mengikuti langkah Sean menuju ruang tamu di bawah..dia memegang tangan Sean erat..karena selama ini Percy belum pernah bertemu sesiapapun selain terapis dan petugas rumah sakit serta Sean sendiri selainnya tidak ada lagi hanya di rumah dan berjalan-jalan ketika sedang lekang dan tak ada sesiapapun di sekitar.
Sean menuntun Percy menuruni anak tangga dengan perlahan kadang Percy masih ceroboh hampir terpeleset di anak tangga maka dari itu Sean menuntunnya.
Percy juga menurut dia tak membantah karena dia memang sudah sedikit bisa menggunakan pikiran sehatnya tak seperti kemarin-kemarin yang hanya menatap kosong dengan pandangan tak tentu arah.
"Percy..sayang" panggil Nila lembut menyapa Percy menantu nya.
"Sean" Percy mengerat kan genggaman nya pada Sean.
"It's ok sayang itu mommy dan yang satunya lagi Daddy..mereka orang baik mereka adalah orang tuaku dan mertuamu yang artinya adalah mereka orangtua kita sayang..sapalah mereka..trust me" jelas Sean.
Dengan ragu-ragu Percy mengulurkan tangan nya untuk menyalami Nila dan Erick,mereka bersalaman serta memeluk Percy meski Percy terlihat sedikit takut tapi ada Sean yang mengelus punggung nya agar Percy tenang dan tak takut pada Nila dan Erick.
"Tidak apa-apa nak..kami orang baik kok.. percaya lah hm" ucap Nila sambil mengelus rambut Percy.
"Se.. Sean" panggil Percy.
"Mom sudah cukup dulu nanti Percy malah takut sama mommy" Sean mengingatkanNila bahwa Percy belum sepenuhnya pulih kembali.
__ADS_1
"Ah iya maaf..hiks..maafkan mommy sayang,mommy hanya merindukanmu Percy" ucap Nila melepas pelukannya dan menghapus air matanya.
Percy melihat Nila yang menangis menjadi bersalah..hatinya mulai tergerak lagi merasakan perasaan aneh di dalamnya..perlahan tangan Percy mengusap air mata Nila yang berjatuhan.
Hal itu tentu saja mengejutkan semua orang yang ada di sana.. Sean bahkan tak dapat berkata-kata lagi melihat respon Percy yang di luar prediksi nya..tak menyangkal Percy mempunyai inisiatif sendiri dan keberaniannya mulai terlihat meski belum sempurna.
"Sayang.. Percy" Nila memeluk Percy tanpa perlawanan perlahan tangan Percy mulai terangkat dan akhirnya Percy membalas pelukan dari Nila.
Nila tentu saja langsung menjaga sejadi-jadinya merasakan respon menantunya..bahkan tak di duga Percy menepuk-nepuk punggung Nila pelan layaknya menenangkan anak kecil.
Raut wajah Percy masih terlihat sedikit kaku namun tak selalu sebelum nya..raut wajahnya sudah menunjukkan bahwa dia sudah mulai bisa tersenyum dan merespon setiap apa yang dia terima.
Sean menangis dalam diam..dia memeluk sang ayah meluapkan kebahagiaan yang tengah dia rasakan saya ini, sungguh suatu kemajuan yang pesat tanpa di duga oleh sesiapapun memang butuh waktu lama untuk Percy kembali seperti semula tapi melihat hal barusan tidak kecil kemungkinannya untuk Percy pulih semakin besar peluang nya.
"Selamat boy..selamat Daddy ikut bahagia" ucap Erick menepuk punggung Sean yang tengah menangis.
"Hiks..thanks dad..thanks karena sudah membawa mommy ke mari hiks.. Sean tak tau akan ada keajaiban yang datang bersama kalian hiks" ucap Sean masih sesenggukan.
"Iya dad..sekarang penantian Sean bisa terlihat hasilnya.. Sean bahagia karena lewat kalian Percy menunjukkan kemajuan yang tak terduga" Sean
"Sekarang tugasmu adalah memperkenalkan orang-orang baru yang dia yakini pernah yang baik karena perasaan nya masih terbilang baru di perbarui dia masih agak sensitif terhadap hal-hal baru" Erick menyarankan.
"Iya dad.. Sean akan mulai memperkenalkan lingkungan sekitar pada Percy agar dia tak kaget atau bereaksi berlebihan" Sean mengiyakan saran sang Daddy yang memang menurut nya juga sudah waktu nya.
Percy dan Nila sudah duduk di sofa mereka sudah terlihat dekat meski Percy belum banyak bicara karena merasa baru kenal,tak jadi masalah bagi Nila setidaknya dia tidak menjerit atau histeris kala melihat dan di peluk oleh Nila.
"Sayang kau mau jalan-jalan dengan mommy hm?" tanya Nila pada Percy yang tengah merangkai bunga di vas.
Percy menghentikan kegiatan nya..dia menatap Nila sebentar sambil berfikir..dia menoleh ke arah Sean meminta persetujuan apakah boleh atau tidak.
__ADS_1
Sean mengangguk tanda setuju dengan di sertai senyuman indahnya yang menghangatkan perasaan nya.
"Iya mom" jawab Percy singkat namun sudah membuat mereka bahagia terutama Nila.
"Baiklah kita jalan-jalan sore saja nanti bersama Daddy dan Sean juga supaya kau nyaman ya sayang?" Nila memberikan saran yang terbaik dan di angguki semua orang termasuk Percy.
*
*
"Griffin..kau dimana sih?" ucap seorang wanita yang tengah hamil 4 bulan.
Wanita hamil itu tengah mencari keberadaan suaminya sendiri yaitu Griffin..mereka sudah menikah 7 bulan yang lalu namun mereka masih menunda masalah kehamilan hingga mereka sudah merasa siap dan kini mereka telah sepakat untuk memiliki anak.
Mereka melakukan pernikahan hanya sederhana karena dia orang yang sangat berarti dalam hidup mereka sedang tak bisa hadir atau menemani mereka..hanya keluarga nya yang mewakili dan menjelaskan keadaan nya.
"Sayang kau mau kemana?" tanya Griffin yang baru keluar dari dapur dengan membawa semangkuk sup.
"Kau darimana sih?" tanya sang istri.
"Astaga apa kau merindukanku Miley?" genit Griffin mengedipkan sebelah matanya.
"Cih sudahlah aku lapar apa kau sudah memasak?" ucap Miley...ya Miley telah menerima lamaran dan pinangan dari Griffin 7 bulan yang lalu.
Setelahnya Griffin langsung membawa Miley ke kantor urusan agama untuk menikah di sana terlebih dahulu lalu di susul dengan resepsi sederhana yang hanya keluarga Wilson dana keluarga kedua mempelai yang tau dan hadir.
"Aku sudah memasak sayang..duduklah kau tak kaishan dengan baby kita hm?" Griffin mengelus perut buncit Miley.
"Hm..cepatlah dia sudah membuatku merasa kelaparan setengah mati" Miley menggerutu kesal.
__ADS_1
"Hahaha..baiklah..anak Daddy jangan nakal ya..nanti Daddy nggak jengukin loh" ucap Griffin mengelus perut buncit Miley.
Miley hanya berdecak kesal melihat tatapan nakal sang suami.. sungguh setelah menikah ternyata Griffin mulai terlihat mesumnya..sangat menyebalkan.