
Pesanan Percy tiba..tanpa ijin tanpa permisi Sean mengambil capuccino milik Percy dan meminumnya..Percy hanya melongo karena pesanan miliknya malah di rampas Sean lagi.
"Yaaaakkk kau mau aku tendang lagi apa hah..kurang asem" umpat Percy kesal karena minumannya di ambil lagi oleh Sean.
"Hahaha sorry..sorry..nanti aku ganti" ucap Sean terkekeh geli melihat ekspresi Percy.
Di saat Sean dan Percy tengah asik saling meledek bahkan mengumpat dari arah samping mereka terdengar suara seseorang yang memanggil nama Sean.
"SEANNNNN" panggil perempuan itu.
TRANGG.........
Sendok yang Sean gunakan untuk mengaduk kopinya terjatuh ketika melihat seorang perempuan yang sudah sangat lama tak dia lihat.
"Genie..oh my baby" ucap Sean senang bisa bertemu Genie lagi mereka berpelukan layaknya pria dan wanita normal tapi tidak untuk keduanya.
"Astaga aku kira itu bukan kau..kemana saja kau dude?"
"Hey stop calling me dude my baby"
"Hey hentikan panggilan menjijikkan itu aku geli mendengarnya"
"Hey kau akan selalu menjadi bayiku kau tau hahaha"
Percy jangan di tanya lagi raut wajahnya sudah seperti baju yang di gulung tak beraturan kemudian di timbun di lubang yang sempit ketika di buka lecek..ya lecek sekali wajah Percy saat ini.
Percy seperti obat nyamuk untuk Sean dan Genie..entah kenapa dia jadi kesal dengan kedua orang di hadapannya..sialan.
"Astaga kau menyebalkan Sean"
"Iya aku tau aku tampan"
"Astaga isshhh ishhh ishhh Tuhan ampuni aku"
Sena hanya tertawa..dia senang bisa meledek Genie lagi baginya Genie adalah adiknya..sama seperti Grace dan Nelsy.
Saat mereka masih asik berceloteh Percy berdehem dan berpamitan karena mood nya entah kenapa jadi rusak.
"Ekhemm..permisi maaf aku permisi nikmatilah waktu kalian" ucap Percy beranjak dan hendak melangkah namun di tahan Sean.
"Hey kau mau kemana?" tanya Sean heran.
"Aku mau pulang sepertinya kau sedang bernostalgia dengan seseorang..enjoy your time..bye"
Percy pergi dan meninggalkan Genie dengan Sean..Sean..entah kenapa dia jadi kesal sendiri di tinggal pergi Percy..astaga ada apa ini.
"Hey.. kekasih mu marah dude" ledek Genie.
"Hey bocah sembarangan kalau ngomong..dia teman ku bukan kekasihku"
__ADS_1
"Cih..nanti di rebut cowok lain baru nyesek kau"
"Sudahlah ayo pulang..kau tak rindu dengan Via dia sedang hamil baby twins"
"Aku sudah tau"
"Astaga kenapa kau tidak ada surprise- surprise nya sih?"
"Suka suka aku bwekkk"
Genie dan Sean keluar dari cafe itu dan bergegas menuju ke kediaman Rey..saat baru meninggalkan cafe itu tak jauh dari cafe sekitar satu blok terlihat seorang wanita di paksa naik mobil oleh seorang laki-laki.
Sean mengernyit saat menyadari siapa wanita itu..astaga benarkah itu Percy..tapi kenapa ada apa.
Sean mengentikan mobilnya di samping mobil si pria yang masih menyeret Percy dengan paksa..Sean tak suka Percy di perlakukan begitu.
"Hey stop bung" ucap Sena melerai.
"Siapa kau" tanya pria itu.
"Sean" panggil Percy sambil berusaha menarik tangannya.
" Percy kau tak apa..apa dia menyakiti mu?" tanya Sean sedikit khawatir dan terkejut melihat keadaan Percy yang terdapat lebam dan bibirnya sedikit berdarah.
"Aku tidak ingin ikut pria gila ini Sean..tolong aku"
"Diam kau Percy..kau sudah di jual oleh orangtuamu jadi menurutkan atau mereka harus masuk penjara karena kau tak menurut"
Percy terkejut dia memalingkan wajahnya pada Sean..apa sekarang Sean tengah menghinanya.
"Kenapa kau mau mencicipinya juga..hahaha tunggu setelah aku berhasil merobek kebanggaan nya barulah kau bisa menikmatinya dan membelinya dengan harga murah"
"Brengsek kau Frank..kau menjijikan" teriak Percy yang langsung di hadiahi lima jari oleh Frank.
Plakkkk....
"Kau tak punya hak melawan Percy..kau milikku karena orangtuamu sudah aku berikan uang yang sangat banyak..kau tak berhak mengumpat ku dan berkata kasar mengerti?"
"Cih..lebih baik aku mati dari pada menjadi pelampiasan nafsu busukmu itu bedebah"
Sena marah karena Frank berani sekali menampar Percy di depannya..entah kenapa dia jadi ingin melindungi Percy.
Tak tahan hanya diam Sean menghajar Frank hingga puas..Percy terdorong ketika Sean menerjang Frank dengan tanpa aba-aba.
Genie menghampiri Percy dan menenangkannya..Genie tau pasti Percy terkejut juga kecewa..dia sudah sering mendapati orangtua yang tega menjual anaknya demi kepuasan dunia.
"Hey kau tak apa..tenang saja Sena pasti menang"
"Hmm..maaf jadi merepotkan mu dan mengganggu waktu kalian"
__ADS_1
"Tidak usah di pikirkan..kami sudah biasa dalam kondisi begini"
"Hm?"
"Astaga maksudnya kami sudah biasa menangani manusia seperti siapa namanya tank ah Frank..ya manusia seperti Frank"
"Ouh aku kira apa.. hahaha"
Sementara itu Sean telah selesai menghajar Frank..dia melihat wajah Frank yang tampak buruk dia tersenyum dan menepuk pipi Frank.
"Jadilah lebih baik lagi bung atau tidak wajahmu akan ku buat tak berbentuk lagi"
Sean bangkit dari atas tubuh Frank yang tergeletak tak berdaya di atas jalan aspal.
"Percy kau tak apa?"
"Aku baik-baik saja"
"Biar kami antar"
"Tidak usah..aku harus cari tempat baru lagi agar tak ketahuan orangtuaku juga di brengsek ini lagi"
"Hmmm.. tinggallah di apartemenku Percy..kau akan aman di sana" tawar Genie.
"Ah..tidak usah"
"Hey sudah tidak apa-apa..kau tinggallah di sana ah bawa saiao itu temanmu yang waktu itu kau sebutkan di toi__" belum sempat Sean menyelesaikan ucapannya mulutnya di bekap lebih dulu oleh Percy.
"Hey apa ada yang aku lewatkan?" selidik Genie.
"Ah..ti..tidak..tidak ada..dia kalau bicara suka kelewatan dan nyeleneh"
"Begitukah..baiklah kau benar dia memang begitu..sudah ayo ke apartemen ku saja"
"Tap__baiklah"
Akhirnya mereka menuju apartemen Genie..Percy mengabari Miley agar bersiap pindah ke apartemen Genie..dia juga tak mau Miley sahabat satu-satunya itu dalam masalah.
Selesai dengan semuanya Percy memilih membersihkan diri karena badannya berkeringat dan lelah..dia terlihat sangat berantakan dan mengerikan.
Di saat Percy mandi Genie pulang ke rumah dan Sean tertidur di sofa ruang tamu.. apartemen itu ada 2 kamar tapi kamar mandi di kamar sebelah rusak jadi tidak bisa di gunakan.
Sean bangun dan ingin buang air kecil dia masuk kedalam kamar Genie yang dimana Percy tengah mandi..tanpa menaruh curiga Sean masuk dan berjalan menuju kamar mandi dimana Percy tengah berendam di dalam bathtub.
Tanpa melihat kanan kiri Sean masuk dan membuat kloset kemudian dia buka resleting celana yang dia pakai dan membuang hajat nya.
Saat keduanya selesai dengan urusan masing-masing mereka terkejut melihat siapa yang ada di dalam kamar mandi..Percy dengan tubuh yang pollos tanpa kain sedangkan Sean kain pembungkus mentimunnya belum di tutup.
Keduanya menjerit bersamaan DNA menutupi sesuatu yang berharga.
__ADS_1
"Arghhhhhh"