
...[Tugas baru Anda akan dikerjakan selama sebulan. Namun apabila gagal, tugas itu akan sia-sia dan akan kembali ke satu bulan sebelumnya.]...
"Apa?" Aluna sangat kaget, "mak-maksudmu aku harus melakukan tugas bukan sehari lagi jangka waktunya?"
Sistem kembali menjelaskan.
...[Betul, Nona Aluna. Anda harus menyelesaikannya selama sebulan untuk misi kali ini.]...
Aluna mendudukkan pantatnya di tepi ranjang. Berpikir sejenak lalu mengembuskan napas pelan. "Kalau begitu, beritahu apa misi aku selanjutnya?"
Sensor di kalung Aluna menyala sangat terang.
...[Misi Anda selanjutnya adalah: Nona Aluna harus menjadi sekretaris Alvin selama sebulan.]...
Aluna mengigit bi birnya pelan sambil terus berpikir, bagaimana mungkin dia harus menjadi sekretaris Alvin, sementara dirinya tak memiliki kemampuan handal untuk menjadi seorang sekretaris.
"Miss K, aku tidak memiliki kemampuan akademis yang memadai. Skillku bukan dalam bidang itu. Apa kamu tidak bisa mengubah tugasku selain menjadi Sekretaris Alvin?" Aluna terus menggerutu dan kembali merebahkan tubuhnya di kasur.
...[Teruslah berinteraksi dengan Alvin, agar mendapatkan tak saran. Lagipula Nona bisa mengumpulkan dengan banyak untuk menukarnya dengan skill atau informasi, bukankah itu bisa mempermudah Anda dalam bekerja? Yang terpenting peraturan utamanya adalah, Alvin tidak boleh memecat Nona selama sebulan.]...
Sistem kembali menjelaskan peraturan misi kali ini. Ya, memang ada tas saran, tetapi tetap saja tugas itu terasa berat menurut Aluna. Sistem juga mengiming-imingi keahlian yang permanen yang akan Aluna bawa di kehidupan nyata.
'Berarti aku akan terus menemaninya selama sebulan setiap kali Alvin kerja? Bahkan di rumah! Oh, tidaaak!' Aluna terus membatin di dalam hati membayangkan dia akan berinteraksi sepanjang waktu dengan Alvin.
***
"Akhirnya hasilnya keluar juga!" Seru Noah kegirangan.
Setelah bekerja keras beberapa jam, hasil perbandingan sidik jari keluar. Noah tersenyum lebar karena hasilnya sama persis dengan yang Alvin harapkan. Benar dugaannya, ternyata terdapat sidik jari dan darah Helen di pecahan botol.
Kesimpulan yang didapat Noah, di sini menggambarkan Helen lah yang melukai tangannya sendiri. Ada beberapa sidik jari terpisah yang menggambarkan Helen memegang botol 2X. Pertama di ujung botol dan yang ke dua di salah satu pecahan botol kecil yang terdapat bercak darah.
'Kamu pasti akan senang, Alvin' gumam Noah.
Noah langsung duduk di meja kerjanya, hendak membuat laporan terkait. Tak lupa, dia pun langsung mengirimkan hasilnya kepada Alvin lewat pesan email di menit itu juga.
"Sudah jam berapa sekarang?" Noah yang duduk bersandar di kursi, bertanya pada dirinya sendiri sembari melihat jam di tangannya. Padahal dari tadi Noah tak mengantuk sama sekali, tetapi sekarang saat penelitian selesai, rasa kantuk itu tiba-tiba menyerangnya.
Ternyata hari sudah mulai pagi, gumam Noah.
__ADS_1
"Hoaem." Berkali-kali Noah menguap, matanya pun sudah mulai sedikit berair.
Noah yang terlalu fokus dengan pekerjaan, melupakan handphone yang dia taruh di laci meja. Noah tak tahu kalau berkali-kali Lisa mengirim pesan, meminta dia agar menemaninya. Di menit berikutnya, Noah yang tak bisa menahan kantuk dan kelelahan akhirnya tertidur pulas sambil bersandar di kursi.
Pukul 04.05
Drttz ... drtzz ...
Baru setengah jam terlelap, Noah dikagetkan oleh bunyi getar dan suara dering di handphonenya. Noah yang masih mengantuk, mengucek matanya pelan lalu meraih benda berbentuk pipih itu dan menempelkannya di dekat telinga.
"Haish, kenapa kamu meneleponku saat pagi buta seperti sekarang? Sudah aku bilang, kalau aku masih bekerja dan belum pulang," kata Noah sedikit membentak.
^^^"Ma-maaf, Paman. Aku hanya ingin memberitahukan kalau kami sedang berada di bar. Aku tak sanggup membawa Lisa pulang, karena sepertinya dia sedang mabuk berat," kata seseorang di telepon.^^^
Mendengar pacarnya mabuk berat, Noah langsung bangkit. Dia langsung memakaikan kaca matanya lagi. "Siapa kamu!? Di bar mana Lisa mabuk?" tanyanya gusar.
^^^"Aku teman sekolah Lisa, Paman. Lisa berpesan, dia tak mau pulang sebelum paman sendiri yang menjemputnya. Kami sedang berada di bar ujung jalan, dekat dengan laboratorium tempat Anda bekerja."^^^
"Baiklah, tunggu aku! Aku akan menyusul Lisa sekarang juga," kata Noah lalu menutup teleponnya.
Walaupun belum sadar betul, Noah memaksakan tubuhnya agar bangun. Tak menunggu lama, Noah melepas pakaian kerjanya lalu mengganti dengan pakaian kesehariannya. Dengan langkah cepat dan terburu-buru Noah langsung berjalan keluar dari laboratorium.
***
Di Kediaman Alvin.
Malam ini Aluna hanya tidur beberapa jam, baru pukul empat pagi dia sudah siaga mengumpulkan dan memilah barang-barang milik Luna. Dia pikir barang-barang itu mungkin akan Aluna butuhkan nantinya.
"Pakaian Luna sangat bagus dan berkelas, sayangnya hanya ada beberapa yang bisa aku gunakan untuk bekerja. Sepertinya aku harus menambah beberapa lagi." Aluna merapihkan lagi beberapa baju yang dia coba ke lemari.
Setelah merapihkan baju, Aluna merapihkan barang-barang pribadi milik Luna, termasuk buku dairy. Buku yang menjadi sarana untuk menulis semenjak hari pertama Aluna di dunia novel, dia simpan baik-baik di laci. Aluna sengaja menulisnya, agar Luna suatu hari nanti bisa membaca apa saja yang ia lalui ketika menggantikannya. Aluna merasa tenang, karena menurut sistem, keahlian yang dia dapatkan juga akan dimiliki Luna saat dirinya pergi.
Tak sengaja ketika merapihkan barang-barang, Aluna kembali melihat foto Helen, membuat ia menghentikan aktifitasnya. Setiap kali melihat foto Helen, setiap itu pula hati Aluna langsung merindukan Ara. Didekapnya foto Helen di dadanya.
Andai kamu juga berisekai ke dunia novel, kakak akan melakukan apa pun untukmu, Ara.
Kriinggg.
Bunyi dering telepon tiba-tiba mengagetkan Aluna.
__ADS_1
Alvin! Kenapa dia meneleponku? Apa dia sudah bangun? tanya Aluna dalam hati.
^^^"Luna ... uhuk!" Suara Alvin di telepon sambil terbatuk.^^^
"Alvin, kenapa denganmu?" tanya Aluna khawatir.
Mereka terdiam beberapa detik tanpa suara.
"Suamiku," sapa Aluna lagi karena hening.
^^^"Luna ... bolehkah aku minta tolong kepadamu? Apa aku mengganggu tidurmu?"^^^
"Tentu saja boleh, aku sudah bangun tidur sejam yang lalu," ucap Aluna.
Sempat ragu Alvin menghubungi Aluna, dia takut mengganggu istirahatnya. Semenjak turun dari mobil, Alvin langsung mandi dan tak bisa memejamkan matanya lagi. Dia hanya meringkuk di kamar sendirian, tubuhnya benar-benar sangat drop.
^^^"Temani aku sekarang, aku sangat membutuhkanmu," kata Alvin dengan suara parau.^^^
Aluna sangat yakin sedang terjadi sesuatu dengan Alvin. Setelah menutup teleponnya, Aluna langsung bergegas menuju kamar Alvin.
Kriet.
Pintu kamar Alvin dibuka, ternyata pintunya tidak dikunci dari dalam.
"Alvin!"
###
.
.
.
.
Meski raga kita tak bertemu, tangan tak bisa saling berjabat, semoga tulisan ini mampu menjadi jembatan silahturahmi di hari kemenangan.
"Taqobbalallahu minna wa minkum. Minal 'aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah."
__ADS_1
_Afsheen_