TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Jatuh ke Kolam


__ADS_3

"Kakak, apakah acaranya bisa dimulai sekarang?" tanya Helen.


Merasa terpanggil, Aluna membalikkan badan. Setiap kali melihat Helen, terutama saat dia memanggilnya kakak, perasaan benci Aluna terhadapnya sedikit runtuh. Aluna seakan lupa yang dihadapinya sekarang adalah ular, bukan adik kandungnya. Tetapi perasaan itu kembali ditepisnya, menyadari malam ini ia harus menjatuhkan wanita licik itu.


"Baiklah, kita mulai sekarang juga," sahut Aluna.


Aluna bergegas kembali ke tempat duduknya, bersama dengan Devan yang mengekor di belakangnya.


Namun, sebelum Aluna berjalan tidak jauh dari kolam air mancur. Helen menghentikan langkahnya. "Tunggu, Kak! Sepertinya salah satu antingku terjatuh di kolam, bisa tolong bantu aku mencarinya," ucapnya kepada Aluna.


Dengan sekilas pandang, Aluna melirik ke arah Helen yang memegang tangannya. Sementara itu, Helen yang berusaha mencari antingnya di kolam, memasukkan tangan kanannya ke dalam kolam air mancur. Berusaha mencari antingnya yang sengaja ia jatuhkan ke dalam kolam yang memiliki kedalaman 1,4 meter.


"Aku yakin terjatuh di sini, aku harus mengambilnya kerena itu adalah hadiah ulang tahun dari Mommy. Bisakah kau membantuku, Kak." Helen masih berusaha mencari-cari benda kecil itu di dalam air. Merogoh ke dalam air, sembari mengamati dari tepi kolam.


Sebenarnya Aluna tak peduli, Helen yang masih berusaha mencari malah menarik tangannya. Tentu saja Aluna tak bisa menyeimbangkan tubuhnya begitu Helen semakin kencang menariknya.


"Kak, sepertinya aku menemukan--"


BYURRR!!


Secara bersamaan, mereka berdua terperosok ke dalam kolam. Helen yang hendak terjatuh, refleks memegang tangan Aluna. Hal itu ia lakukan secara sengaja, itu semua adalah siasat Helen agar Aluna masuk ke dalam kolam air mancur.


Blast.


Mendengar suara yang begitu gaduh, beberapa tamu undangan berjalan menuju sumber suara. Ya, mereka mengelilingi kolam air mancur yang berada Helen dan Aluna di dalamnya. Mereka sangat kaget mendapati dua orang wanita itu terperosok.


"Ah' kenapa kamu menarikku?" gerutu Aluna kesal, sekarang ia sedang menjadi tontonan.

__ADS_1


"Maafkan aku, Kak. Tadi aku tergelincir dan tak sengaja memegang tanganmu karena takut terjatuh," sahut Helen.


"Jangan berkelit! Aku tahu ini akal licikmu, apa kamu takut rahasia busukmu sebentar lagi terbongkar?" ucap Aluna menyeringai lalu menarik baju Helen yang basah.


Helen hanya menatapnya sekilas, lalu berusaha mengalihkan perhatian Aluna.


"Itu tidak benar, Kak! Lepaskan! Kita harus cepat turun dari sini agar tidak masuk angin."


Helen sengaja menarik Aluna agar masuk ke kolam, berusaha membuat baju dan handphone yang ada di kantong bajunya ikut basah terkena air. Ya, Helen berusaha menghilangkan barang bukti dengan merusak handphone milik Luna.


Akhirnya aku bisa merusak handphone itu, habislah kau Luna! Kamu sudah tak memiliki barang bukti lagi, bersiaplah kalah kali ini, batin Helen puas.


Aluna yang merasakan hawa dingin mulai menjalar di tubuhnya, berusaha berjalan ke tepian. Ia ingin secepatnya turun dari sana dan segera membongkar kebusukan Helen.


***


"Pegang tanganku, Luna!" seru Devan mengulurkan tangannya.


Dari jauh sebelum Alvin sampai, pria itu melihat Devan hendak menolong istrinya. Alvin buru-buru mempercepat langkahnya, ia tidak mau Devan sampai menyentuh Luna.


"Jangan sentuh wanitaku!" bentak Alvin menarik tubuh Devan agar minggir dari tepian.


Sontak Devan yang merasa ada yang memegang pundaknya menoleh seketika.


"Minggir," ketus Alvin lagi.


Alvin secepat kilat membantu Aluna turun dari dalam air, membantu Aluna dari tepian mengangkat tubuhnya.

__ADS_1


"Pegang tubuhku!" seru Alvin, karena posisi terdesak akhirnya mau tak mau Aluna memegang tubuhnya karena ia sudah kedinginan terlalu lama di dalam air.


Baru sebentar turun dari kolam air, semua pandangan mata tertuju pada lekuk tubuh Aluna yang terlihat jelas karena baju yang basah melekat pas di tubuhnya. Terutama Devan, pria itu tak berkedip ketika melihat keindahan terpampang jelas di depan matanya.


"Waaah!" beberapa pasang mata tampak terbengong ketika melihat bodygoals seorang Aluna. Benar-benar lekuk tubuh yang diidamkan para pria, tubuh yang ramping dengan bokong dan buah dada yang sintal dan padat, membuat para pria berusaha menahan air liurnya.


Jelas Alvin tak terima, ia tidak mau tubuh istrinya menjadi konsumsi publik. Alvin buru-buru melepas jas yang dipakainya, langsung menutupi bagian atas dan depan Aluna.


"Pakai ini."


Masih tidak terima dengan tatapan liar pria yang memandang istrinya berlebihan, Alvin dengan cepat menggendong Aluna, membawa wanita itu segera menjauh dari tempat itu.


"Aku harus membawamu pergi dari sini!" ketus Alvin mengangkat tubuh Luna.


Tentu saja Aluna memberontak, ia yang ingin cepat membuka kedok Helen akan dibawa paksa Alvin dengan cara seperti itu.


Aluna yang kaget, langsung memukuli punggung Alvin agar pria itu menurunkannya. "Alvin, lepaskan aku! Aku harus segera membuka kebusukan mereka. Turunkan aku!" teriaknya.


Sayangnya, untuk kali ini tenaga Alvin lebih besar dari Aluna. Alvin mendadak kuat karena tidak mau melihat pria lain melihat lekuk tubuh Aluna yang teramat seksih.


"Pengawal! Perintahkan semua yang ada di sini agar tak pergi dari sini sampai kami selesai mengganti baju," kata Alvin tegas kepada salah satu pengawal.


"Baik, Tuan!"


"Dan satu lagi, persiapkan satu kamar eksklusif di hotel ini, aku akan menyewanya sekarang!"


Alvin berjalan sambil menggendong Aluna yang semakin protes kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2