TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Pernyataan Aluna


__ADS_3

"Ayah mertua, aku berkata kasar kepada mereka bukan tanpa sebab. Mereka duluan yang memulainya! Mereka memfitnahku dengan tujuan akan merusak rumah tangga kami. Selama aku masih berada di sini, tidak akan aku biarkan mereka merebutnya!" seru Aluna.


Anming mulai berpikir, dari hal yang dikatakan Aluna barusan. Ia mulai menangkap sepertinya wanita di depannya itu sedang berkata sungguh-sungguh. Dia biasa mengenal Luna adalah wanita yang pendiam, tak berani berkata di depan umum. Kini, wanita yang berdiri di depannya itu berbicara dengan lantang di hadapan semua orang kalau ia mencintai Alvin.


"Ayah mertua, jangan paksa aku bercerai dari Alvin! Membiarkan mereka menang dan memiliki suamiku, itu tidak akan terjadi! Perasaanku tidak akan berubah dan memutuskan akan menua bersamanya. Aku tidak akan berpisah dan akan terus mempertahankan rumah tanggaku dari segala bentuk ancaman dan mengusir satu persatu hama-hama seperti mereka." Aluna tidak sadar kalau dia sedang berbicara dengan keras di depan semua orang.


Akibat ucapan Aluna barusan, suasana mendadak hening, semua pasang mata tercengang tertuju kepadanya. Nenek Alma dan Clara tampak terharu, seluruh pelayan yang menyaksikan di belakang pun tampak saling berbisik. Sementara, berbanding terbalik dengan Helen dan ibunya. Dada Helen begitu sesak, seketika itu pula api cemburu menjalar di tubuhnya. Mona yang berdiri bersebelahan pun sampai tak kuat menahan tubuh Helen agar tidak pingsan.


"Aku tidak menyangka kalau Nona Luna akan berkata seperti itu. Bagaimana kalau kita kirim video rekaman ini? Pasti tuan muda akan senang dan akan memberi bonus lebih kepada kita berdua," ucap salah satu pelayan wanita berbisik kepada temannya.


"Setuju, itu ide yang bagus," balas temannya.


Bahkan, Aluna tidak tahu kalau diam-diam ada pelayan yang sengaja merekam adegan pernyataan cintanya. Dua pelayan berbisik di pojok ruangan melihat adegan romantis yang jarang sekali mereka temui di rumah itu.

__ADS_1


Ya, Aluna berkata memang sesuai dengan isi hatinya, tentunya sebagai seorang Aluna yang asli. Perkataannya itu secara spontan keluar dari mulutnya karena terlalu larut terbawa perasaan.


"Itu tidak seperti yang dilihat, sayang. Dengarkan dulu penjelasan Luna." Clara mencoba menenangkan suaminya, menyuruhnya agar duduk.


Anming melonggarkan dasinya seraya mengembuskan napas kasar. Lelah, sudah pasti susana hatinya memang sedang buruk. Dia yang baru saja kembali setelah melewati perjalanan udara harus menghadapi permasalahan perusahaan adiknya ditambah lagi ketika sampai rumah, dia mendengar keributan di rumahnya.


"Jangan terlalu cepat mengambil keputusan, lagipula bukti nyatanya belum ada. Belum tentu luna lah yang bersalah," ucap Nenek Alma menyindir. "Sebaiknya kita duduk tenang, membicarakan permasalahan ini dengan kepala dingin bukan dengan emosi."


"Tuan Anming, kami datang ke sini hanya ingin berdamai. Luna selalu berpikiran negatif tentang Helen, padahal aku hanya ingin meminta Nyonya Clara mengembalikan posisi Helen lagi di perusahaan, tidak lebih dari itu Tuan!" ucap Mona.


"Apa? Jadi sekarang Helen sudah bukan sekretaris Alvin lagi?" tanya Anming.


"Benar, Tuan. Nyonya Clara sendiri yang mengeluarkanku dari perusahaan," jawab Helen dengan raut wajah sedih.

__ADS_1


Mendengar Helen keluar dari perusahaan, mata Anming membulat sempurna. Dia sangat tahu kinerja Helen sangat mempengaruhi posisi Alvin sebagai seorang presdir. Wanita itu bekerja sangat bagus, banyak klien yang tadinya menolak, akhirnya memutuskan bekerja sama kembali dengan perusahaannya. Anming menggelengkan kepala pelan, tidak setuju kalau Helen harus keluar. Dia takut Alvin akan kehilangan salah satu sayapnya dan akan menyebabkan pengaruh buruk di perusahaannya.


"Benarkah kamu yang mengeluarkan Helen?" tanya Anming kepada istrinya.


Suaminya melihat sinis ke arahnya, membuat Clara sedikit gusar. Ya, memang dia yang memecat Helen karena wanita itu terlalu ikut campur banyak dengan urusan pribadi anaknya. Mengenai kinerja Helen, sebenarnya dia sendiri banyak mendengar kalau wanita itu berperan penting di perusahaan Alvin, tetapi tetap Clara tidak peduli.


Clara mengangguk pelan. "Suamiku, aku bisa jelaskan nanti setelah ini. Banyak yang belum aku ceritakan kejadian beberapa hari ini. Intinya, aku tidak akan memecat Helen kalau tidak ada sebab yang jelas."


"Jangan bilang kamu mengeluarkan Helen gara-gara masalah pribadi? Itu tidak dibenarkan! Masalah pribadi jangan disangkutpautkan dengan masalah perusahaan. Aku akan menghubungi Alvin agar memperkerjakan Helen lagi!" seru Anming.


Mendengar ucapan Anming, hati Helen mendadak senang kembali. Tanpa perlu bersusah payah, akhirnya posisinya bisa kembali lagi. Dia yakin Alvin akan menuruti permintaan ayahnya. Tetapi, tidak dengan Aluna. Tampak rona kekecewaan terlihat di wajahnya.


Aluna langsung berdiri menolak. " Tidak, aku tidak mau! Apa pun kelebihan yang dimiliki Helen, aku tidak mau wanita itu kembali menjadi sekretaris Alvin. Aku istrinya! Aku yang berhak memutuskan siapa yang akan menjadi asisten pribadi suamiku!" seru Aluna membuat semua orang di ruangan itu kembali tercengang.

__ADS_1


__ADS_2