TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Mencecar Noah


__ADS_3

"Sudah kubilang aku bukan pacarnya! Kenapa kamu malah menyerangku?" Ara balik mendorong tubuh Lisa.


Lisa masih kurang puas. Dia malah berusaha menyerang dan terus menunjukkan amukannya. Sebagian orang, ada yang berniat melerai. Namun, ada pula yang memanfaatkan keadaan ini untuk merekam dan menyebarkan ke sosial media.


Suara keributan terdengar sampai ke luar ruangan. Begitu mengetahui suara teriakan Lisa, dua bodyguard yang menjadi pengawal Lisa langsung berlari masuk ke dalam.


"Nona, kendalikan diri Anda!" seru pengawal Lisa berusaha melerai mereka.


"Pengawal Gun bawa Lisa pulang. Dia yang memulai keributan di sini." Noah terus menutupi tubuh Ara agar tak kena amukan Lisa.


"Aku tidak mau." LIsa menarik rambut Ara.


"Dasar wanita menyebalkan!"


Bug!


Tidak mau kalah, Ara menghantam balik muka Lisa dengan tas yang dibawahnya. "Dasar gadis labil! Beraninya kamu menarik rambutku!"


"DIAAAMM!" teriak Noah detik itu juga.

__ADS_1


Karena merasa kewalahan, satu bodyguard Lisa akhirnya menelepon pihak keluarga.


"Nyonya, Nona Lisa sedang terlibat perkelahian dengan Tuan Muda Noah dan seorang perempuan. Kami sulit sekali menenangkannya," ucap pengawal berbicara di telepon.


^^^"Apa!? Kenapa Lisa ada di sana? Cepat bawa Lisa pulang!" Perintah Nyonya Olive, ibunya Lisa.^^^


Di menit itu juga dua bodyguard langsung mengangkat Lisa dan membawanya keluar.


"Lepas! Lepaskan aku! Aku tidak mau pulang!" teriak Lisa terus memukuli punggung pengawalnya, "Paman, aku tak mau pulang," tambahnya lagi.


Meskipun terus memberontak, kedua pengawal terus memaksa Lisa keluar. Tak begitu sulit bagi pengawal berbadan kekar itu memanggul Lisa. Membawanya masuk dan mengunci Lisa ke dalam mobil.


"Tuan muda. Nyonya Olive ingin berbicara," ucap pengawal kepada Noah sambil menyerahkan telepon genggam miliknya lewat kaca mobil yang dia bila separuh.


Noah sempat terdiam sejenak. Enggan rasanya Noah berbicara dengan Olive. Ya, Noah tahu pasti wanita itu akan menyalahkannya. Mau tak mau lelaki itu meraih benda berbentuk pipih itu dengan terpaksa. "Baiklah."


"Selamat siang, Nyonya," kata Noah menyapa Olive.


^^^"Tidak usah berbasa-basi." Olive membalas dengan ketus.^^^

__ADS_1


"Anak Anda ...."


Belum sempat meneruskan kata-katanya, Olive langsung membalas ucapan yang begitu menohok.


^^^"Sudah kubilang, jangan dekati anakku! Kenapa malah Lisa ada bersamamu?"^^^


"Nyonya bukan aku yang mengundangnya, anak Anda yang datang kemari sendiri." Noah memberikan alasan.


Ya, memang ucapan Noah tidak berbohong. Namun, tetap saja Olive tidak mempercayai. Dia malah menuduh Noah yang mengajaknya.


^^^"Aku tidak percaya! Barusan kamu sudah membuat anakku kecelakaan. Jauhi anakku! Sekarang katakan padaku, berapa uang yang kamu mau." ^^^


Noah merasa terhina dengan ucapan Olive. Walaupun keluarga mereka sedang sangat membutuhkan uang. Tetapi bukan dengan cara terhina seperti itu.


^^^"Cepat katakan berapa uang yang kamu butuhkan? Satu miliar atau dua miliar. Tidak hanya itu, aku juga akan membebaskan utang keluargamu, asal kamu tak mendekati Lisa lagi!"^^^


Sebenarnya Noah ingin sekali membalas ucapan kasar wanita itu. Namun, dia tahu kalau itu tidak baik, apalagi banyak orang yang melihat ke arahnya, termasuk Ara. Ya, Ara mendengarkan pembicaraan Noah dengan Olive di telepon. Dia sendiri pura-pura tak mendengar ketika Noah menengok ke belakang.


"Sudah berapa kali aku bilang, Nyonya. Anak Anda sendiri yang datang ke sini. Kalau tidak percaya tanyakan saja kepada anakmu!"

__ADS_1


__ADS_2