
Tadinya Alvin ingin menghentikan perilaku Luna yang menurutnya tidak sopan. Namun, karena banyak sekali beban yang berkecamuk di dalam otaknya. Alvin membiarkan Luna merebut ponselnya dan berbicara kasar terhadap Helen di telepon.
"Sekretaris Fang, sebaiknya kamu ke depan dulu. Sepertinya Tuan Dae Jung sebentar lagi akan datang." Mendapat perintah dari atasannya, sekretaris Fang langsung bergegas pergi ke depan.
Sementara beberapa CMO yang masih berdiri di dekat Alvin mendengar semua ucapan Aluna yang sedang marah-marah. Mereka menduga ada hubungan terlarang antara Alvin dengan Helen.
Wah pantas saja mereka terlihat sangat dekat, ternyata mereka berselingkuh. Gumam salah satu CMO hanya menduga.
^^^"Jangan berbicara konyol Luna! Proyek ini sudah Alvin idamkan dari dulu. Dia pasti sangat marah kalau sampai kamu mengacaukannya hari ini! Menyerah lah, aku tahu wanita malas sepertimu tak mungkin bisa bekerja apalagi berbahasa Korea, bahkan kamu tak mengerti etika Korea dan kebiasaan mereka, itu akan membuat malu Alvin sebagai presdir," kata Helen di telepon.^^^
Kata-kata Helen membuat Aluna geram. Ya, memang benar Luna yang asli adalah wanita malas. Namun, Aluna tetap tidak terima, mengatai Luna sama saja dengan mengatai dirinya.
"Dasar wanita tak tahu malu! Masih punya muka ya kamu wanita jala*ng! Alvin sudah menendangmu dari perusahaan tetapi tetap saja kamu bersikukuh ingin mendekatinya. Sudah aku bilang level kamu jauh di bawahku. Jadi, jangan berharap kamu bisa mendekati suamiku lagi!" Maki Aluna lewat telepon.
Beberapa CMO tampak terpukau sekaligus terkejut, mendengar Helen yang biasa bersama Alvin sudah tidak bekerja lagi. Mereka juga terlihat kagum dengan ketegasan Aluna. Termasuk Alvin, dia sendiri tak memperdulikan kalau istrinya berkata lebih kasar sekali pun mengatai Helen. Karena menurutnya, Helen sangat pantas menerimanya.
Di saat bersamaan Tuan Dae Jung bersama beberapa asistennya hendak memasuki pintu lobi. Karena tidak enak menjadi pusat perhatian, Alvin segera mengambil ponsel miliknya kembali. "Luna, sebaiknya kamu tunggu di ruanganku sampai urusanku selesai," ucap Alvin.
Alvin sangat tahu Luna tidak bisa menolongnya saat ini. Dia juga tahu Luna tak memiliki keahlian apa pun termasuk berbahasa Korea. Alvin lebih tenang kalau istrinya itu berdiam diri di ruangannya.
"Suamiku, izinkan aku membantu. Aku akan menggantikan penerjemah yang tak hadir sekarang. Lagi pula aku sudah bisa berbahasa Korea, jadi kamu tak perlu memanggil Helen lagi untuk bekerja bersamamu," kata Aluna dengan penuh percaya diri.
"Luna jangan bercanda. Aku sedang tidak main-main sekarang. Sebaiknya kamu diam dan tunggu di ruanganku sekarang!" seru Alvin lagi. Dia masih memegang ponsel dan belum menutup sambungan teleponnya.
Alvin hendak berjalan meninggalkan Aluna. Namun, tangan Aluna malah menghentikannya. "Sudah aku bilang aku bisa mengganti penerjemah yang tidak hadir. Suamiku, percayalah aku bisa melayani klien Korea yang sudah kalian tunggu," kata Aluna memohon dengan agresif. Dia tidak mau tas saran yang ia tukar sia-sia.
__ADS_1
"Luna sayang, bukan aku tidak percaya. Tetapi aku sudah menyuruh temanku datang. Aku akan lebih senang kalau kamu diam dan duduk manis di ruanganku." Alvin memegang lembut pundak Aluna.
Melihat itu, salah satu CMO malah setuju kalau Luna bersedia menggantikan penerjemah. Karena menurut mereka teman Alvin belum tentu datang tepat waktu. Dari cara bicara dan ekspresi Aluna, dia sangat percaya wanita di sampingnya itu bisa dipegang omongannya.
"Tuan Alvin, aku setuju dengan usul istri Anda. Penerjemah yang Anda janjikan sampai sekarang belum datang tepat waktu, lihat Tuan Dae Jung sudah ada di depan . Sebaiknya kita menerima niat baik dari istri Anda, apa salahnya kalau Nona muda ingin mencobanya," ucap salah satu CMO menyarankan.
"Betul, Tuan. Aku juga setuju." Tambah atasan lainnya. Melihat banyak orang yang mendukungnya Aluna tersenyum sumringah.
"Baiklah," ucap Alvin dengan sangat terpaksa.
Alvin mengembuskan napasnya berat. Bagaimana mungkin dia menyerahkan amanat kepada Aluna yang ia sendiri tahu tak memiliki keahlian apa pun. Karena terdesak, Alvin yang tak menjawab respon Aluna terpaksa membiarkan Aluna ikut dengannya.
Tuan Dae Jung bersama asistennya telah memasuki pintu lobi. Melihat kedatangan mereka, Alvin bersama gerombolan CMO bersiap diri maju menyambut mereka.
Lelaki dengan usia lebih dari setengah abad memakai tuxedo warna abu-abu, berjalan tenang di dampingi asistennya. Ya, dia adalah Tuan Dae Jung, salah satu CEO perusahaan Hyun dari Korea. Dari penampilannya yang sederhana, sepertinya Tuan Dae Jung terlihat ramah. Sebenarnya Tuan Dae Jung sendiri membawa penerjemah berbahasa Inggris. Namun, dia lebih suka berbahasa Korea secara langsung walaupun berbicara dengan klien negara lain.
Ketika Tuan Dae Jung dan asistennya sampai di depan mereka, semua atasan termasuk Alvin dan Aluna bergerak maju ke depan. Mereka semua membungkukkan sedikit punggungnya, meletakkan kedua tangannya di perut, memberi salam.
^^^"안녕하십니까"^^^
"Anyeong hasimnikka," sapa Alvin dan atasan lainnya.
Mereka yang melihat Tuan Dae Jung secara refleks menyambutnya dengan bahasa formal bersamaan.
^^^"안녕하십니까"^^^
__ADS_1
"Anyeong hasimnikka." Tuan Dae Jung dan beberapa asistennya membalas salam dari mereka, berlaku sama menundukkan kepalanya sedikit. Mereka semua berdiri saling berhadapan.
^^^"안녕하십니까! 제 이름은 Luna 입니다"^^^
"Annyeong hasimnikka! Je ireumeun Luna imnida."
(Halo, nama saya Luna)
^^^"만나서 반갑습니다"^^^
"Mannasobangapseumnida." Tambah Aluna lagi.
(Senang bertemu dengan Anda)
Mendengar Aluna menyapa mereka dengan bahasa formal, Tuan Dae Jung sangat puas. Dia balas menyapa Aluna dengan ramah. Alvin yang mendengarnya pun sempat tercengang ketika Aluna kembali berbicara dengan Tuan Dae Jung, mempersilahkan kliennya itu masuk ke ruangan meeting.
Maafkan aku Luna, karena sudah meragukanmu! Batin Alvin merasa bersalah.
Sementara, Alvin yang lupa menutup teleponnya tidak tahu kalau Helen mendengarkan Aluna berbicara. Helen merasa marah sekaligus geram karena ternyata Aluna berhasil menggantikannya.
Kurang Ajar! Jadi wanita sialan itu benar-benar tidak bisa dianggap enteng! Batin Helen langsung menutup telepon.
###
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.
__ADS_1
Terima kasih.