TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Merubah Alur


__ADS_3

Di Kamar Alvin.


Baru tertidur beberapa jam, Alvin yang sedang memasuki dunia mimpinya, kini harus terbangun kembali karena sebuah dering yang begitu nyaring terdengar di telinganya.


Kriiing ... kriing ....


Siapa yang berani meneleponku malam-malam begini? gerutu Alvin.


Dengan mata yang belum terbuka penuh, tangan kanannya meraih benda berbentuk pipih itu dari atas nakas di sebelahnya.


Mengganggu saja!


Setelah berhasil meraihnya, Alvin yang belum sadar betul mengucek matanya lalu melihat nama kontak di layar handphonenya.


Yuze! Kenapa malam-malam begini dia meneleponku?


Masih terus menguap, Alvin menggulir tombol hijau di layar ponselnya, menjawab panggilan telepon yuze.


^^^"Halo, Kak Alvin. Ini aku Lily," ucap Lily di telepon.^^^


"Ada apa? TIdak bisakah kamu meneleponku besok pagi!" Nada bicara Alvin mulai meninggi, dia paling tidak menyukai ada orang yang mengganggu istirahat malamnya.


^^^"Dengarkan aku sebentar! Ada hal penting yang harus aku beritahu!"^^^


"Cepat katakan sekarang! Atau aku akan mematikan teleponnya!" ketus Alvin, dia kembali memejamkan matanya karena sudah mengantuk berat, beberapa detik kalau Lily tidak segera menjawab, lelaki itu bersiap mematikan teleponnya.


^^^"Kak Luna sedang bersamaku di bar!" sahut Lily cepat.^^^


Ketika Lily mengatakan istrinya sedang berada di dalam Bar, Alvin terkaget dan membuka matanya lebar.


"Apa?Aku tak percaya! Katakan sekali lagi!" seru Alvin, Lelaki itu bergegas bangun dari tempat tidurnya.


..."Kak Luna sedang meminum bir bersama kami di Bar Casablanka sekarang. Katanya dia bosan dikamar sendirian. Kak Luna sendiri yang menyuruhku agar meminta izin kepada kakak," kata Lily lagi di telepon....


...pet. Telepon diputuskan Alvin....


Lelaki yang sudah sadar sepenuhnya itu terlihat geram, dahinya mengkerut dengan tangan yang mengepal keras. Timbul berbagai pikiran buruk mengenai istrinya di otaknya.

__ADS_1


Kenapa Luna tidak menuruti kata-kataku? Jangan-jangan dia sedang bersama lelaki lain? Atau dia sengaja menghindariku malam ini agar bisa kabur dariku? Tidak bisa aku biarkan!


Kemudian Alvin menekan tombol darurat di handphonenya menyuruh asisten Jo agar mempersiapkan mobil untuk menyusul Aluna sekarang juga.


"Antar aku ke bar, sekarang!" seru Alvin, lelaki itu langsung mengganti pakaiannya lalu berjalan sangat cepat ke lantai bawah.


Di dalam mobil menuju bar, Alvin tak henti-hentinya memikirkan Aluna. Lelaki itu bahkan meluapkan emosinya kepada asisten Jo karena tak cepat menyalakan mobilnya. Jelas, asisten Jo masih mengantuk, dia pun sebenarnya belum sadar betul.


"Sepuluh menit kamu tidak sanggup membawaku ke bar , maka aku tidak akan memberimu libur selama setahun!" ketus Alvin .


***


Di Dalam Bar.


Setelah Lily menelepon Alvin. Sistem tiba-tiba bersuara.


...[Nona, Aluna. Anda sudah merubah alur novel aslinya. Akan ada dampak untuk episode selanjutnya.]...


Dalam cerita aslinya, seharusnya Alvin baru akan mengetahui keesokan harinya. Namun, karena Aluna melapor, membuat alur novel ini menjadi berubah. Sistem sudah memberi peringatan kepada Aluna, karena pasti ada dampaknya kalau sampai ia merubah alur novel aslinya.


"Aku sudah meminta izin kepada kak Alvin," ucap Lily.


"Kalau begitu, apa tanggapan suamiku?" tanya Aluna.


Tentu saja tidak ada tanggapan karena Alvin sudah lebih dulu memutuskan teleponnya. Lily lalu berpura-pura kalau Alvin menyetujuinya.


"Kak Alvin mengatakan kalau kak Luna boleh meminum bir. Tetapi, hanya untuk malam ini," sahut Lily berkelit.


Mendengar jawaban Lily, Aluna tersenyum miring. Jelas ia sendiri mendengarnya kalau Alvin tidak merespon apa pun.


"Minumlah Kakak ipar! Agar kita bisa memulai acaranya." Yuze kembali menyodorkan segelas minuman.


Namun, Aluna langsung menampik minuman itu dengan tangannya, membuat gelas berisi bir itu terjatuh ke lantai.


Prankk.


"Kakak ipar?!" ucap Lily dan Yuze berbarengan, kedua orang itu berdiri memandang geram ke arah

__ADS_1


Aluna. "Anda sudah menghina kami!" tambah Lily menggebrak meja.


BRAK!


"Kalian memang pantas dihina! Jangan kaget dan berpura-pura baik. Karena aku sudah mengetahui rencana jahat kalian." Aluna tertawa nyaring.


Kali ini Aluna tidak bisa berpikir untuk menyelesaikan misi, pikirannya mendadak buntu setelah sistem memberitahu kalau plotnya berubah. Jelas itu memang kesalahannya, tetapi mau bagaimana lagi. Menurut Aluna ia lebih baik merubah plotnya daripada malam ini dia dibuat tak sadar lalu dilecehkan. Sudah pasti dia akan mabuk berat walaupun hanya menenggak beberapa gelas.


"Apa maksud ucapanmu!" seru Helen berjalan dari ambang pintu bar. Wanita yang harusnya ada dibelakang mengatur strategi itu, akhirnya masuk karena mendengar kegaduhan dari dalam.


Plot novel benar-benar berubah. Seharusnya Helen masih di belakang, mengatur strategi untuk dua orang gangster yang sedang bersiap. Gara-gara Aluna mengatakan sudah tahu semuanya, Helen terlihat geram, terutama kepada Lily dan Yuze karena sudah berani menelepon Alvin.


Kalian benar-benar tak bisa diajak kerja sama! batin Helen.


Lirikan mata Helen kepada Lily menggambarkan kekesalannya kepada wanita itu. Namun, seberapa kesalnya ia masih bisa menahannya.


Tidak berguna! Lebih baik aku bergerak sendiri! batin Helen lagi.


"Sudah aku duga, kalau kalian sudah bersekongkol sebelum aku datang," pekik Aluna.


Masih terus berpura-pura baik, Helen berjalan mendekati Aluna. "Agar kita tak salah paham, sebaiknya kita bicarakan masalah ini berdua," katanya.


Aluna tak punya rasa takut sedikit pun. Ia yang hanya datang seorang diri menyetujui ajakan Helen untuk berbicara berdua.


"Ikut aku!" seru Helen berjalan menuju kamar VVIP yang tersedia di kamar bar. Helen berjalan melewati Lily yang secara tidak langsung menyesal karena telah membuat kesalahan dengan menelepon Alvin.


Kemudian, Aluna mengekor di belakang langkah Helen. cara berjalan dan gerak gerik dari tubuhnya, Helen sama persis dengan adiknya, Ara. Aluna masih menganggap mereka akan mengobrol biasa.


Kini mereka berdua sudah sampai dikamar VVIP. "Rasanya sayang sekali kalau kita melewatkan acara ini!" Helen kembali menyindir Aluna.


"Jangan basa-basi! Sepertinya tak ada bosannya kamu mencampuri urusanku! Sebenarnya apa maumu, wanita sialan?" ketus Aluna. Rasanya dia ingin sekali meluapkan emosi kepada Helen yang dari tadi berkacak pinggang.


"Tentu saja aku ingin kamu bercerai dari Alvin! Kenapa kamu malah masih mempertahankannya?" Helen mulai menunjukan sifat aslinya.


"Itu bukan urusanmu! Lagi pula kenapa kamu malah ingin aku bercerai dari Alvin? Apa kamu menyukainya? Ha... ha ... dari segi apa pun kamu tidak pantas mendapatkan seorang Alvin," ucap Aluna sambil tertawa.


"Alvin sudah jatuh cinta kepadaku. Jadi jangan bermimpi! Ha... ha .... selera Alvin itu tinggi, tidak mungkin dia mencintai wanita berwatak buruk sepertimu!" tambah Aluna lagi.

__ADS_1


__ADS_2