
Aluna sedikit emosi dan marah. Sebetulnya Ia ingin beraksi saat itu juga. Namun ia sadar, harus menahan diri hingga semua bukti kuat berhasil ia kumpulkan.
Pada saat inilah, ketika Helen terus menyangkalnya dan beranggapan dia tidak bersalah, Aluna meninggalkan tempat itu duluan tampa permisi. Meninggalkan Helen yang masih berusaha menelepon Alvin berkali-kali.
Menyerah? Tentu tidak! Aku tidak boleh putus asa! Gumam Aluna.
Walaupun mencari barang bukti yang akurat di tempat yang baru dalam waktu sehari bukanlah perkara yang mudah, ia harus tetap optimis. Aluna bukanlah seorang detektif yang dengan mudah mendapatkan bukti secara cepat. Bahkan Aluna yang baru dua hari mengenal mereka, masih menerka-nerka bagaimana ia harus menghadapi beberapa orang yang hendak menjatuhkan Luna.
Aluna terdiam, mulutnya terkatup rapat, hanya otaknya yang masih berpikir. Aluna menghela nafasnya panjang, membiarkan oksigen masuk beberapa saat memenuhi rongga dadanya sebelum kembali menghembuskan dengan perlahan.
"Miss K, cepat katakan padaku dimana alamat wanita yang ada dalam video itu?" Aluna menepuk kalung sistem di lehernya.
Tidak mungkin bagi seorang Aluna menemukan tempat tinggal wanita dalam video itu secepat ini. Aluna memutuskan untuk bertanya kepada sistem, menanyakannya langsung kepadanya. Baru ditepuk sekali kalung sistem langsung menyala, menyapa Aluna lalu menjawab pertanyaan dari Aluna.
..."Kenapa Anda tidak mencarinya sendiri, Nona."...
Kesal, sudah pasti! Jawaban dari sistem tak membantunya sama sekali.
"Haish, kau pikir aku adalah wanita penyihir, yang tahu di mana alamat wanita yang tidak aku kenal lewat kemampuan indra keenamnya," ucap Aluna mendengus kesal.
Sistem terkekeh mendengar ucapan Aluna barusan.
"Jangan tertawa! Cepat kasih tau aku di mana alamat wanita itu? Atau aku akan membuang kalung ini kelaut." Aluna mencoba mengancam sistem.
..."Jangan gegabah, Nona! Tindakan itu akan membuat misi ini berakhir."...
"Kalau begitu kasih tahu di mana aku bisa menemui wanita itu?" tanya Aluna mendesak sistem.
Sistem menjawab,
..."Baiklah, karena anda sudah bekerja keras hari ini maka aku akan memberitahukan di mana anda bisa menemui wanita itu."...
__ADS_1
Miss K akhirnya memberitahukan kepada Aluna dimana ia bisa menemui Yuka, wanita dalam video. Aluna sedikit puas dengan pemberitahuan sistem. Ia lalu melangkah pergi bergegas menemui wanita itu secepatnya.
Rencana selanjutnya Aluna akan menemui wanita itu, memberinya peringatan agar mau mengaku kalau dia sengaja menjebak Luna.
Wanita itu harus aku beri pelajaran agar mau mengaku, batin Aluna.
***
Sesaat setelah Aluna pergi, Helen yang mulai terdesak segera menelepon wanita suruhannya. Ia mulai merasa takut perbuatan buruknya akan tercium oleh Alvin.
Helen semakin gelisah, sebelah tangannya terangkat lalu memijat kepalanya yang mendadak semakin berat. Helen langsung menelepon Yuka, menyuruhnya merahasiakan perbuatan mereka bertiga.
"Jangan sampai rahasia kita tercium oleh siapapun termasuk keluargamu. Malam ini, kamu harus berhati-hati karena sepertinya Luna telah mengetahuinya, kalau ia sudah di jebak!" seru Helen di telepon.
Yuka mengiyakan perintah Helen, ia yang merasa terlibat dalam video itu ikut ketakutan. Terlebih menurut Helen, Luna sedang menyelidikinya.
***
"Bagaimana keadaan, Nenek Alma? Apa kondisinya sudah membaik?" tanya Hideon kepada Mona.
Mona melangkah mendekati suaminya, membantu Hideon melepas dasinya, "keadaan Nenek Alma sudah membaik. Itu semua berkat aku dan Helen."
Setelah melepas dasinya, perempuan itu lalu melepas jas yang dikenakan Hideon. Tangannya dengan lembut menanggalkan satu demi satu pakaian kerja yang dikenakan suaminya.
"Terima kasih, Mona." Hideon selalu suka dengan sikap manis Mona.
Wanita itu lalu memilihkan pakaian ganti yang dikenakan suaminya. Ya, untuk urusan suaminya di kamar, Mona tidak ingin melibatkan asisten rumah tangga untuk suaminya.
"Pakailah baju tidur ini, warnanya aku suka," ucap Mona.
Setelah mengganti pakaiannya, Hideon duduk di tepi tempat tidur, mencoba mengingat lagi kejadian tadi siang ketika Luna anaknya menemuinya di perusahaan. Hideon baru ingat kalau Luna anaknya memintanya datang ke acaranya.
__ADS_1
Hideon lalu menghubungi salah satu kepala pelayan di rumah Alvin, menanyakan kabar apakah Alvin akan menemui anaknya malam ini.
"Benar, Tuan Alvin memerintahkan seluruh keluarga agar datang ke acara Nona Luna di Cafe Miracle malam ini. Tuan Alvin mewajibkan semuanya agar hadir tanpa terkecuali," sahut kepala pelayan di telepon.
Berarti benar, Luna tidak berbohong kali ini, gumam Hideon.
Tampa sadar, Mona menguping pembicaraan Hideon saat menelepon. Mona dengan sangat lembut mendekati pria itu, lalu bergelayut manja di pundak Hideon.
"Apa kamu akan datang ke acara itu?" tanya Mona.
Tentu saja Hideon tak menolak sikap manja Mona kepadanya, ia lalu membalas mengecup kening wanita itu.
"Tentu saja, Mona. Keluarga Alvin akan datang ke acara Luna malam ini," sahut Hideon.
Apa yang dikatakan Hideon, membuatnya tidak suka. Mona mencari cara lain agar suaminya tak datang ke acara Luna nanti malam.
"Sayang, bukankah Luna sudah mencoreng nama baik keluarga kita karena video itu. Lalu untuk apa kita ke sana, apa dia akan membuat malu keluarga kita lagi di depan keluarga Wiratama?" Mona berusaha membuat Hideon agar berpikir lagi.
"Apa maksudmu, Mona?" tanya Hideon.
Jelas sudah, maksud dan tujuan Mona adalah agar Hideon tak datang di acara itu. Membuat Luna agar terlihat sedih, karena ayahnya sendiri sudah tak mendukungnya. Mona juga ingin membuat Luna merasa tidak di perhatikan lagi oleh ayah kandungnya.
"Wanita di dalam video itu sudah jelas adalah Luna. Alvin sengaja menyuruh seluruh keluarganya menyaksikan sendiri kalau istrinya lah yang bersalah. Bukankah itu akan membuat malu keluarga kita? Apalagi Luna juga akan mengundang Devan selingkuhannya ke acara itu," kata Mona.
Hideon berpikir sejenak, di dalam lubuk hatinya ia tidak mau mengecewakan putrinya. Bagaimanapun juga, Luna masih anaknya. Hideon akhirnya memutuskan untuk tetap datang ke acara itu meski Mona sudah berpikiran terlalu jauh mengenai putrinya.
"Mona, kita harus datang ke acara itu. Bagaimanapun juga ia tetap anak kita, aku tidak mau Luna kecewa karena ayahnya sendiri tak mendukungnya." Hideon memegang tangan Mona, memintanya juga ikut datang ke acara anaknya.
"Ta-tapi."
"Bahkan seluruh keluarga Alvin saja mendukungnya. Sebaiknya sekarang kita harus mempersiapkan diri agar datang ke acara Luna malam ini," ucap Hideon.
__ADS_1