TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Tabrakan Mobil Noah


__ADS_3

"Paman, aku tidak mau kembali ke asrama. Aku ingin pulang bersamamu," kata Lisa terus memeluk tubuh Noah.


Tubuhnya tertahan oleh pelukan Lisa yang semakin erat. Kalau tidak ia dorong tubuh pacarnya ke dalam mobil, wanita itu terus memeluknya dan tidak mau pulang. "Aku akan mengantarkan kalian ke sebuah hotel agar bisa beristirahat!"


Sementara teman Lisa yang hanya sedikit mabuk sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil, duduk di kursi tengah, sedangkan Lisa duduk di sebelah Noah yang akan mengemudi.


"Sudah kubilang jangan menungguku, aku sangat sibuk tadi!" Noah menggerutu seraya menyalakan mesin mobilnya.


"Aku tidak peduli! Harusnya kamu bersamaku tadi malam, bukankah kamu sudah berjanji akan berkencan dan menonton bioskop malam ini." Lisa mendekati Noah yang sedang menyetir.


Sebenarnya bisa saja dia berkencan dengan Lisa. Namun, karena dia sudah berjanji dengan Alvin, ditambah berbagai tekanan dari keluarga Lisa yang melarangnya lebih dekat dengan anaknya, membuat Noah lebih memilih bekerja dibandingkan berkencan.


"Lisa pikirkan masa depan dan keluargamu, jangan sampai mengecewakan mereka. Kalau orang tuamu melihat, mereka pasti menyalahkan aku lagi!" Noah terus berbicara sambil mengemudi.


"Bukankah masa depanku bersamamu, Paman! Ha ... ha ... mereka tidak membencimu, hanya sedikit menggertak. Aku tidak mau tahu, sekarang dan besok kamu harus menemaniku! Antar saja temanku dulu, bukankah kamu sudah janji akan menemaniku sekarang!" Lisa terus mendekati Noah, bersikap seperti anak manja bahkan sampai mengguncang tangan Noah yang sedang menyetir.


Lisa terus memberontak, gerakan tubuhnya selalu mengganggu pergerakan tangan Noah yang sedang menyetir. Akibatnya, mobil yang dia kemudikan bergerak tak beraturan. "Diamlah dan jangan berisik! Kalau begini terus bisa-bisa mobil kita akan menabrak!" bentak Noah.


"Dengarkan apa kata pacarmu, Lisa. Kita bisa celaka kalau kamu mendekatinya terus," ucap teman Lisa di belakang.


"Duduk dan tenangkan dirimu." Lisa membentak temannya. "jangan suruh aku diam, Paman. Aku sangat rindu, beberapa minggu ini kita tak pergi berkencan."


Lisa tidak peduli. Akibat dari mabuknya, wanita itu terus meracau tidak sadar, apa yang dikatakan temannya dan Noah selalu dibantahnya. Lisa yang semakin menjadi malah merangkul leher Noah. "Sayang, aku tidak mau pulang!"


"Lisa!" Bentak Noah semakin hilang kendali, dia langsung menginjak rem dengan mendadak dan membanting stirnya ke kiri, "lepaskan tanganmu! Aku ti--"


Duarr!!

__ADS_1


***


Di Kediaman Hideon.


Baru terlelap beberapa jam, seorang wanita yang mengenakan piyama berwarna toska kembali tersadar. Dia sedang kebingungan dan masih berbaring di atas tempat tidur. Sementara, matanya yang sudah terbuka penuh, terus berkeliling melihat pemandangan ke penjuru kamar. Ya, dia kembali bangun bukan pada tubuh miliknya, melainkan di tubuh wanita lain yang sama untuk kedua kalinya. 'Kenapa aku berada pada tubuh wanita ini lagi' gumamnya pelan.


Helen, nama tubuh wanita yang dia tempati sekarang. Beberapa menit setelah berpikir, Ara yakin kalau dia sedang berisekai untuk ke dua kalinya. 'Apa setiap kali wanita ini tertidur, aku akan masuk ke dalam tubuhnya lagi?' Ara terus bergumam di dalam hati.


Ya, karena sistem sedang mengalami gangguan, Helen dan Ara akan bertukar posisi setiap kali Helen tertidur atau hilang kesadaran.


Arabella menginjakkan kakinya di lantai. Sebelum dia beranjak, Ara melihat sekilas jam di dinding. Walaupun dalam keadaan sedikit gelap karena minim pencahayaan, Ara tetap bisa melihat bahwa jarum jam sudah menunjukan pukul lima pagi.


"Aku sangat suka menempati tubuh ini, dia sangat sehat. Tetapi, aku harus pergi dan mencari kakakku." Ara berkata pada dirinya sendiri.


Kemudian, Ara yang sengaja tak menyalakan lampu kamarnya bergegas keluar. Dia ingin segera pergi dari rumah itu dan menemui Aluna. Beruntung rumah itu masih sepi, Hideon dan Mona masih tertidur, hanya ada beberapa pelayan yang menyapanya ketika keluar dari kamar. Kalau mereka sampai mengetahui Helen pergi, pasti anaknya itu tak dibiarkan keluar rumah.


Ara yang terlihat mengendap-endap di depan halaman, membuat penasaran seorang pelayan. Ara menempelkan jari telunjuknya di bibir agar pelayan itu tidak berisik. "Aku ingin menikmati udara pagi ini, tolong bukakan gerbangnya," perintahnya sambil menunjuk sebuah gerbang yang tinggi.


"Tapi Nona sedang sakit, di luar pun masih terlalu gelap. Nyonya Mona pasti tidak membolehkan Nona keluar," sahut kepala pelayan.


Mona? Apa dia wanita yang aku temui saat itu, pikir Ara.


"Aku yang akan bertanggung jawab, cepat bukakan aku pintu." Ara menekankan nada bicaranya agar pelayan cepat membukakan pintu untuknya.


"Ba-baik, Nona." Meski curiga, pelayan itu tetap membukakan pintu gerbang yang sudah dikunci penjaga keamanan.


Sekarang Ara sudah keluar dari rumah Hideon. Dia yang berjala menjauhi, diam-diam memperhatikan rumah mewah itu, sepertinya dia pernah melihatnya dan terasa tak asing.

__ADS_1


Ara terus berjalan ke depan, mencari petunjuk yang ada di otaknya. Ya, Ara sedang menerka di mana sebenarnya dia berada.


Aku harus mencari Kak Aluna sekarang, batin Ara.


Ara pikir, dia sedang berisekai di tubuh seorang wanita yang ada di dunia nyata, tetapi nyatanya bukan. Ara terus berjalan ke pinggir trotoar sambil terus mengamati satu persatu orang yang ditemuinya. Dari sekian orang yang dia lihat, tak ada satu pun yang dia kenal.


Ketika sedang asik mengamati setiap detail jalan yang dilewatinya, Ara tampak kaget ketika melihat sebuah mobil yang melaju tak tentu arah. Ara tak sadar kalau mobil itu malah berjalan mendekatinya, hendak menabrak dia yang sedang berdiri.


"Arghhh!!" Sambil berteriak, Ara yang kaget langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Duarrr!!


Mobil Noah hilang kendali, hampir saja dia menabrak Ara yang sedang berdiri. Beruntung, Noah langung membanting stir ke samping, membuatnya menabrakkan mobilnya ke sebuah tiang.


Ara pikir dia akan tertabrak, tetapi nyatanya bukan. Ketika mengetahui Mobil yang akan menabraknya mengalami kecelakaan, dia yang terlihat panik langsung berjalan mendekati mobil itu.


Tok ... tok ... tok ....


Ara mengetuk dengan keras kaca mobil pengemudi. "Tuan, bangun Tuan! Buka kaca mobilnya, aku akan menolongmu," ucap Ara terus mengetuk kaca mobil itu.


Semua yang ada di dalam mobil pingsan, kecuali Noah. Dia yang terluka masih sedikit sadar dan bisa mendengar ketika Ara mengetuk kaca mobil menyuruhnya agar membuka. Dengan sisa tenaga yang dimiliki, Noah pun akhirnya dapat membukanya.


"Tuan ... sadarlah! Anda harus cepat keluar dari mobil ini!" Ara terus menepuk pipi Noah agar tak pingsan.


Sementara lelaki yang tengah terluka itu semakin melihat wajah Ara samar-samar.


Siapa dia? Apa aku sedang bertemu bidadari dalam mimpiku? Batin Noah.

__ADS_1


__ADS_2