
Di tempat lain sebelum berangkat menjemput Zero. Yuze terlihat kalang kabut mencari uang satu miliar untuk menebus Zero dari Sembo. Awalnya Yuze meminta tolong kepada ibunya ingin meminjam uang. Akan tetapi permintaan Yuze langsung ditolak karena dia sudah banyak berhutang dan belum sekali pun membayarnya.
Yuze juga mencoba meminta kepada Nenek, namun wanita tua itu awalnya menolak dengan alasan dia masih kena hukuman. Tidak boleh mendapatkan uang bulanan sebelum tiga bulan berakhir masa hukumannya.
"Nenek, uang yang aku pinjam demi menebus anak Luna. Orang yang mengadopsi anak itu ingin meminta bayaran uang satu miliar sebagai gantinya. Setelah itu, aku boleh membawanya ke mari," kata Yuze.
"Kalau anak itu memang benar anak Luna, kenapa harus membawanya ke mari? Cukup minta saja sampel DNA dan buktikan kalau dia memang anak Luna. Tak perlu menebusnya apalagi sampai membawa anak itu ke sini," jawab Clara.
"Tapi, Bibi. Alvin tidak akan menceraikan Luna kalau anak itu tidak diambil. Dengan adanya anak itu, aku yakin Alvin akan berpikir ulang untuk tak menjadikan Luna istrinya lagi. Anak itu hanya dijadikan sebagai umpan agar mereka berpisah Bibi." Yuze kembali meyakinkan Nenek Alma dan Clara.
"Tidak penting Yuze. Lagipula hubungan keluarga kita dan Hideon sebentar lagi berakhir. Mereka sudah menipu dan tak berkata jujur sejak awal," ucap Clara.
"Baiklah, aku hanya takut Bibi dan Nenek tak akan percaya kalau aku membawa sampel yang asli. Kecuali kalau aku membawa anak itu langsung," kata Yuze lagi.
Menimbang ucapan Yuze, akhirnya wanita itu memberikan sejumlah uang yang dimintanya. Nenek Alma juga mengatakan kalau dia ingin melihat anak itu langsung.
"Siapa pun ayah dari anak itu. Bawa anak itu ke mari," perintah Nenek Alma.
Setelah mengangguk dan mendapatkan uang, Yuze langsung pergi berpamitan dan menemui Lily yang sudah menunggu di luar.
"Apa kamu sudah mendapatkan uangnya dari Nenek?" tanya Lily.
"Tidak, Nenek Alma tidak mau memberikannya padaku," jawab Yuze berbohong.
Sebelum mereka berangkat, Lily menahan tangan Yuze dahulu. "Tunggu Yuze! Sepertinya aku tidak bisa mengantarmu menjemput anak itu. Punggungku masih sakit akibat jatuh tadi," kata Lily sambil memegangi punggungnya.
"Baiklah, biar aku saja sendiri yang menjemputnya. Tapi, aku belum punya uang untuk menebus anak itu. Apa kau masih punya sisa uang, Lily?" tanya Yuze. Dia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengeruk uang dari berbagai pihak.
Lily menarik napas pelan. Dia tak kaget karena pasti masalah ini akan berujung dengan uang. Sebelum Yuze meminta, bahkan Lily sudah menyediakan jauh-jauh hari.
__ADS_1
"Jangan khawatir. Berapa uang yang Sembo minta?" tanya Lily.
"Satu miliar, dia meminta satu miliar sekarang juga saat kita menemuinya. Setelah itu aku diperbolehkan menjemput anak itu," ucap Yuze.
Tak banyak bertanya, Lily langsung mengambil sekoper uang lalu memberikannya kepada Yuze. Dia yakin kalau Sembo pasti menginginkan uang dalam bentuk tunai dibandingkan uang yang ditransfer.
"Jumlahnya tidak kurang dari satu miliar. Cepat jemput anak itu dan segera lakukan tes DNA setelah menemukannya," kata Lily sebelum Yuze beranjak pergi.
"Terima kasih, Lily. Kalau kita berhasil menyingkirkan Alvin dari daftar ahli waris utama. Aku berjanji akan membagi dua secara adil," kata Yuze sebelum dia pergi.
Lily cuman mengangguk pelan, dia percaya kalau Yuze tidak akan berbohong dan akan membagi dua hasilnya nanti. Setelah Yuze mendapatkan uang, kemudian keduanya berpisah.
***
Di tempat lain di sebuah hotel. Sebelum bertemu dengan Yuze, Sembo juga menghubungi Hideon dan meminta uang tebusan untuk Zero. Jumlahnya pun sama dengan yang dia minta kepada Yuze senilai satu miliar. Sembo sengaja memeras uang mereka berdua, mengatakan kepada keduanya akan memberitahukan keberadaan Zero yang dititipkan di sebuah desa.
^^^"Baiklah aku akan menyuruh orang untuk mengirimkan uangnya. Sekarang kasih tahu aku, di mana lokasimu sekarang?" tanya Hideon di telepon.^^^
^^^"Baiklah," jawab Hideon di telepon. ^^^
Setelahnya, Sembo langsung menutup telepon ketika istrinya mengatakan kalau Yuze sudah menunggu di lobi hotel. Sembo tak tahu kalau orang suruhan Alvin masih mengawasinya di sana. Masih memantau setiap gerak-gerik Sembo dari luar kamar.
"Di mana Yuze?" tanya Sembo pada istrinya.
"Dia sedang menunggu di kafe depan, cepat jalannya," kata Nyonya Sembo.
"Rezeki nomplok, kita mendapatkan dua aliran dana sekaligus. Setelah ini, orang suruhan Hideon akan mengantarkan uang tebusan," kata Sembo.
"Kau memang pintar suamiku. Tapi bagaimana kalau mereka protes nanti?" tanya Nyonya Sembo lagi.
__ADS_1
Sembo hanya bisa tersenyum, "Ha, ha, biarkan saja. Lagipula uang itu hanya aku tukar dengan informasi keberadaan Zero. Selebihnya, mereka mencari sendiri."
Nyonya Sembo tak habisnya memuji akal licik suaminya. Dia sudah membayangkan berapa uang yang dia dapat hari ini. Setelah keluar dari dalam lift, mereka berjalan menuju kafe. Terlihat Yuze sedang duduk menunggu mereka.
"Tuan Muda, maaf sudah membuat Anda menunggu," kata Nyonya Sembo berbasa-basi.
"Tidak masalah, di mana anak itu?"
"Kami akan beritahukan informasi keberadaan anak itu. Asalkan kami sudah ...." Sembo hanya melirik koper sambil tersenyum.
Ekspresi keduanya membuat Yuze mengerti. Yuze langsung membuka koper berisi penuh dengan tumpukan uang. Yuze langsung memperlihatkan di depan mata Sembo langsung.
"Jumlahnya sesuai permintaanmu, Tuan Sembo. Kalau kamu setuju segera informasikan di mana anak itu sekarang," kata Yuze sebelum uang itu dia serahkan kepada Nyonya Sembo.
"Eum, tentu saja, Tuan. Ini adalah alamat tempat Zero tinggal sekarang, tidak jauh dari sini." Nyonya Sembo langsung menarik koper, menukarnya dengan sebuah kertas.
"Baiklah, ingat kalau kalian membohongiku, aku tak segan-segan membuat perhitungan dengan kalian," ucap Yuze dengan nada mengancam.
Setelah kepergian Yuze, Sembo dan istrinya merasa senang dan terburu-buru ingin keluar dan menghabiskan uang itu untuk berfoya-foya di luar. Namun, Sembo tak menyangka ketika dirinya hendak keluar, seorang lelaki berpakaian jas hitam menarik tangannya dan menodongkan sebuah pistol.
"Sekarang katakan, di mana kamu menyembunyikan anak itu? Kalau tidak, aku akan menembak kepalamu sekarang," kata Jo, dia adalah pengawal pribadi Alvin yang sengaja ditugaskan membuntuti Sembo.
Sembo dan istrinya terperangah. Nyonya Sembo tak bisa menjerit minta tolong karena takut suaminya ditembak. Daripada dia mati ditembak, Sembo pun akhirnya memberikan alamat tempat Zero tinggal secara percuma.
"Anak itu tidak bersama kami, tolong lepaskan aku," ucap Sembo ketakutan.
"Terima kasih, aku akan membunuhmu kalau alamat ini palsu," kata Jo lalu pergi.
Dirasa sudah mendapatkan yang dia cari. Asisten Jo langsung berlari pergi. Dia langsung mencari tempat aman untuk menghubungi Alvin, memberitahukan di mana alamat spesifik Zero tinggal.
__ADS_1
"Kerja bagus! Aku akan cepat menuju tempat itu sekarang," kata Alvin lalu melajukan mobilnya menuju pedesaan rumah Miwa.