TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Misi Hari Kedua


__ADS_3

"Jadi dia adalah ibu tiri ku?" Aluna menatap wajahnya di cermin kamar mandi. Mengusap matanya perlahan. Membersihkan wajahnya dengan air agar terlihat segar kembali. Gara-gara kurang tidur membuat matanya sedikit sayu.


Ternyata aku cantik juga dengan tampilan seperti ini, batin Aluna mengangumi dirinya sendiri.


Sistem menjawab.


..."Wanita itu bernama, Mona. Ibu kandung Helen yang sekarang menjadi istri dari ayah Luna. Mona dulunya adalah artis terkenal yang berhasil membuat ayah Luna jatuh cinta lalu menikahinya. Sayangnya semenjak menikah dengan ayah Luna, Mona menghilang dari dunia hiburan."...


Aluna tersenyum tipis mendengar cerita dari sistem. Jadi sekarang dia harus bermain dengan kedua ular itu sekarang, pikir Aluna.


"Hmm, jadi kedua wanita itu adalah ibu dan saudara tiri ku," gumam Aluna pelan.


Musuhnya di dunia novel kembali bertambah satu lagi, membuat Aluna hanya tersenyum sendiri. Di kehidupan nyata tentu saja Aluna merupakan seorang yang pantang menyerah. Mengurusi penjahat mungkin dia adalah jagonya, tapi kalau mengurusi dua ular macam Helen dan Mona, merupakan hal yang baru bagi seorang Aluna.


Aluna masuk kembali ke ruang inap, berjalan mendekati Nenek Alma yang masih tidur. Tidak jauh Helen dan Mona sedang duduk melihat ke arahnya. Dari pancaran mata mereka sepertinya ingin mencecar Aluna.


Memikirkan bagaimana menghadapi mereka berdua, tak terlalu dipusingkan bagi Aluna. Gadis itu mendudukkan pantatnya tepat disebelah Nenek Alma. Mencoba tak melihat dan bersikap acuh. Membuat Mona ibu tirinya menghampirinya.


"Apa kamu tak memiliki sopan santun kepada ibumu, hah!" Mona mendekati Aluna berbicara pelan namun ketus.


Aluna menoleh, "Oh aku lupa kalau Anda adalah ibuku. Sopan santun seperti apa nyonya? Apa aku harus berlutut di depan kakimu," sahut Aluna.


Helen mulai ikut mendekat menyilangkan kedua tangannya di depan, berdiri tepat berhadapan dengan Aluna.


"Jadi kamu tidak tahu caranya sopan santun yang benar? Kamu seperti menganggap ibuku tidak ada. Apa mungkin dulu ibumu tak mengajarinya?" Helen menyibakkan rambutnya kebelakang.


Aluna tersenyum miring, "Lalu membangunkan orang yang sedang tidur dengan kasar tadi itu juga adalah sopan santun menurutmu?" Aluna berdiri balik menatap Helen dengan nanar.


Beruntungnya Nenek Alma masih tertidur pulas, kalau tidak sudah pasti wanita tua itu terbangun karena merasa terganggu.


"Luna, ternyata kamu bukan wanita lugu yang sudah aku bayangkan. Seperti inikah sifat mu sebenarnya? Pantas saja tidak ada yang menyukaimu termasuk Alvin." Mona mengalihkan pembicaraan menepuk bahu Aluna.


Mulai berdiri Aluna menantang kedua wanita didepannya memandanginya bergantian, benar-benar ingin mengajak ribut Aluna kali ini, "Sepertinya Anda sedang mencari masalah denganku?"


"Tentu saja," sahut Helen balik menatap.


Kedua wanita yang ada di depan Aluna terkekeh mendengar ucapan Aluna barusan, "Ha..ha..video kamu dengan Devan sudah mulai tersebar ke semua keluarga. Kamu tak usah tutupin lagi, Luna. Bahkan Alvin sudah menyebutmu wanita jala*g!" Gelak tawa ringan keluar dari mulut Mona dan Helen.

__ADS_1


Merasa tak terima dengan ucapan Helen barusan, Aluna melontarkan cacian pedas di depan mereka berdua, "Jaga mulut Anda, Nona. Bukankah kalian berdua lebih bajingan dari aku! Aku tahu kamu mencoba mengambil Alvin dariku, mencoba merayunya. Ibu, apa Anda yang mengajari Helen cara merebut suamiku?" Aluna menatap dua orang ibu anak itu secara bergantian.


Tangan Mona hampir saja mendarat di pipi Aluna, namun dengan sigap Aluna menahannya.


"Jaga ucapan mu, Luna!" ketus Mona sedikit keras. Sekeras apapun wanita itu berbicara, Nenek Alma masih tetap tertidur pulas.


Sangat kencang tangan Aluna menahan lengan Mona yang hendak menamparnya, membuat Mona yang berusaha melepasnya terlihat kesulitan.


"Jaga, tangan dan mulut Anda, ibu!" tegas Aluna, sepertinya Aluna sedang berbaik hati kali ini karena tak membalas mereka, tentu saja kalau di dunia nyata mereka sudah menjadi bulan-bulanan Aluna. Satu pukulan saja berhasil mendarat di tubuh Aluna, gadis itu akan membalasnya berulang kali, bahkan bisa membuat siapapun babak belur.


"Helen, bantu mommy melepaskannya. Tangan mommy bisa lecet!" ucap Mona.


Aluna tak bergeming.


"Lepaskan, ibuku. Luna!" teriak Helen membantu melepaskan lengan ibunya dari cengkraman Aluna.


Tiba-tiba.


...Dink.. Dink.. Dink...


Tentu saja hanya Aluna yang dapat mendengarnya. Rupanya itu adalah bunyi alarm pengingat tugas misi yang diberikan sistem kepadanya.


..."Misi hari kedua sudah tersedia, silahkan menyelesaikan misi hari ini."...


Haish, mengagetkan saja! batin Aluna.


Suara yang ia dengar bukan suara Miss K, lebih mirip ke suara laki-laki.


Melihat perubahan raut muka Aluna, mereka berdua melihat bingung, Aluna terlihat aneh apalagi saat ia mondar-mandir ke ruangan mencari jam dinding.


Jam berapa ini? tanyanya dalam hati.


Jam 08.30


Ah! ternyata sudah jam setengah sembilan, harusnya aku bangun lebih cepat agar segera menyelesaikan misi hari ini. Sepertinya aku harus ke kamar mandi kembali, batin Aluna.


Aluna langsung meninggalkan mereka berdua begitu saja. Tentu saja hal itu menimbulkan tanda tanya bagi Mona dan Helen atas perubahan sikap Aluna yang mendadak.

__ADS_1


Di kamar mandi Aluna terlihat kesal kepada sistem ditepuk kalungnya agar sistem kembali menyala. Aluna duduk di atas closet duduk agar ia bisa berpikir tenang.


"Miss K, kenapa kamu tak memberitahukan misi hari ini tadi?"


Sistem membalas.


..."Anda terlalu terburu-buru keluar nona."...


"Bilang saja kamu telat memberitahukannya, suara alarm tadi membuatku kaget! sepertinya suara barusan adalah suara laki-laki. Apa itu adalah suara suamimu?" tanya Aluna sembari membuka celananya, sepertinya pagi ini ia harus membuang hajat pertamanya di dunia novel.


..."Ha... ha.. ha..."...


Terdengar tawa Miss K menggema di toilet.


Suara Alarm barusan berbeda dengan suara Miss K, tentu saja Aluna berpikir kalau suara itu adalah milik suami Miss K. Sambil menikmati waktu santainya di atas coslet duduk. Aluna bertanya kepada sistem kembali, "Apa misi hari ini Miss K?"


..."Misi hari ini adalah Anda harus mengundang Devan ke restoran yang biasa Alvin kunjungi."...


"Apa?" teriak Aluna kaget.


"Apa tidak salah dengan misi hari ini? itu sama saja seperti masuk ke kandang harimau!" terlihat kesal Aluna langsung cepat menyudahi hajatnya.


Benar-benar tak bisa membuatku berkonsentrasi gara-gara misi hari ini, batin Aluna kesal.


...Sistem bersuara, ...


..."Bukankah itu adalah hal bagus, Nona. Anda bisa menyelesaikan masalah ini dengan mereka berdua."...


"Sebenarnya kamu benar juga Miss K. Dengan mendatangkan mereka berdua, masalah akan terselesaikan. Alvin akan tahu kalau apa yang menimpa Luna adalah salah paham belaka," sahut Aluna sembari merapihkan kembali pakaian yang dikenakannya.


"Aku mulai ragu kembali bisa menyelesaikannya," gumam Aluna lagi.


###


Terima kasih sudah membaca novel ini sampai sini.


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya ya.. agar Author bisa lebih bersemangat lagi.

__ADS_1


__ADS_2