TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Salah Ambil


__ADS_3

Sesaat setelah Aluna mengumumkan akan mengumpulkan bukti, beberapa detik kemudian sistem kembali berkedip, membuat Aluna tampak tidak fokus ketika berbicara.


...[Pelayan bar telah salah memberikan pecahan botol kepada Alvin. Bukti masih belum bisa dilacak di laboratorium.]...


Mendengar ucapan sistem, Aluna sangat kaget. Menurutnya, baru beberapa menit yang lalu sistem berkata Alvin telah membawa pecahan botol, tetapi sekarang malah mengatakan pelayan salah memberikan pecahan botol. Aluna masih dibuat kebingungan dengan sistem.


Apa sistem sedang eror? Pikir Aluna.


Wajah Aluna mendadak masam, tangannya mengepal kuat. Dia sempat berpikir keras kalau semua benar, berarti sekarang dia harus berpikir bagaimana caranya mendapatkan bukti sendiri. Aluna menghembuskan napas berat, melihat saksama wajah Helen yang terlihat puas.


Baiklah! Aku akan mencarinya sendiri, batin Aluna.


Sebetulnya, ini bukan kesalahan atau kecerobohan Alvin. Sebelum Helen memukul kepala Aluna dengan botol, ada seorang lelaki yang sedang minum di bar tetapi dengan ruangan berbeda sama memecahkan botol. Pelayan yang buru-buru membersihkan ruangan, tak sadar menumpuk beberapa pecahan botol di kantong plastik yang berbeda di gudang sampah menjadi satu dengan pecahan di plastik lainnya. Sayangnya, karena semua kantong plastik berwarna hitam, membuat pelayan bar bingung, membuatnya salah memberikan kantong pecahan botol yang diminta Alvin.


Bukan hanya Aluna yang kesal, tetapi juga Alvin. sesaat setelah Noah mengumumkan hasilnya, raut wajah Alvin berubah merah. Dia merasa geram kepada pemilik bar dan akan kembali mencari sampai bukti ditemukan.


"Nenek rasa masalah hari ini telah selesai," ucap Nenek Alma menengahi.


"Benar, apa ada yang ingin kalian bicarakan lagi?" tanya Clara menambahi.

__ADS_1


"Ah' sepertinya tidak. Baiklah, kami akan beri waktu selama tiga hari agar Luna mencari bukti. Ketika Luna mencari bukti, kami janji tidak akan kemari atau pun ke kantor Alvin. Kecuali, kalau kami diundang. Betulkan Helen?" Mona menyenggol tubuh anaknya.


"Baiklah, aku setuju. Kalau sampai Kak Luna tak bisa membuktikan dirinya tidak bersalah dalam waktu tiga hari, maka kakak harus mengizinkan aku kembali bekerja dengan Tuan Alvin," sahut Helen kembali melirik Aluna.


"Baik, aku setuju!" seru Aluna tegas.


Semua keluarga masih berkumpul di ruang tamu. Ketika negosiasi telah selesai, Mona dan Helen yang tampak puas memutuskan untuk pulang setelahnya. Didalam hati Helen, tak masalah kalau harus menunggu tiga hari, lagipula dia yakin Aluna tak akan mendapatkan bukti apa pun.


Akhirnya mereka pulang juga, batin Nenek Alma lega.


"Sayang, bukankah kamu baru pulang dari berpergian, pastinya lelah bukan? Sebaiknya beristirahat dahulu." Clara mencoba menenangkan situasi dengan mengajak suaminya beristirahat ke atas setelah Mona dan Helen pulang. Ia tidak mau menantunya kembali di interogasi dalam keadaan emosi Anming masih belum stabil.


Sekarang, di ruang tamu tinggal tersisa Luna, Nenek Alma dan kedua sepupu Alvin, mereka berempat masih duduk santai saling berhadapan.


Setelah dirasa tepat, Nenek Alma mendekati Aluna hendak menanyakan masalah di bar dari hati ke hati. "Luna, bukankah kemarin malam Alvin melarangmu pergi ke bar?" tanyanya pelan.


"Iya, Nek. Maafkan aku. Aku merasa tidak enak hati dengan Lily dan Yuze yang terus memaksa untuk datang ke pestanya," jawab Aluna berbohong. Tentu saja alasan utamanya karena sebuah misi dari sistem.


Melihat kedekatan Nenek Alma dan Aluna, Lily merasa cemburu. "Sepertinya bukan itu alasan utamanya. Bukankah Kak Luna sendiri mengatakan kalau kakak ipar sedang bertengkar dengan Kak Alvin, makanya datang menemui kami di bar?" Lily mencari cara agar Nenek tak mempercayai Luna.

__ADS_1


Aluna hanya menanggapi dengan senyum sinisnya. Dia terus mendekati nenek dengan sikap manjanya. "Mana mungkin kami bertengkar, apalagi hubungan kami sedang romantis-romantisnya sebagai sepasang suami istri," ucap Aluna.


"Kalian jangan bicara asal. Aku lebih percaya dengan Luna dibandingkan kalian berdua. Lagipula sudah tahu Alvin sangat membenci tempat hiburan seperti bar, kenapa malah mengundang Luna ke sana? Harusnya kalian juga mengerti kalau Luna harus patuh kepada suaminya, bukannya menjerumuskan!" bentak Nenek Alma.


Yuze semakin tidak Terima dengan sikap tidak adil nenek terhadapnya dan Lily, dia menganggap Nenek Alma pilih kasih. "Bukan begitu, Nek. Kak Luna sendiri yang memaksa datang. Jangan bela Kak Luna melulu, Nek. Apalagi kakak ipar sedang tersandung masalah dengan Helen. Aku masih tidak menyangka Kak Luna bisa jahat seperti itu," ucapnya.


"Sudahlah, kalian lebih baik fokus ke hidup sendiri. Tidak usah ikut campur masalahku. Aku tahu kalian tidak suka denganku! Tetapi kalau mau memfitnah, harusnya dipikir pakai otak. Pikir dulu kata-katanya pakai logika agar tidak terkesan ambigu. Saat kalian mengatakan aku ingin membunuh Helen dengan pisau cukur itu, sepertinya aku ingin tertawa tadi." Aluna menutup mulutnya dengan satu tangan menahan tawa.


Nenek Alma mengatupkan bibirnya, terlihat kesal dengan perilaku kedua cucunya itu. Jelas-jelas tadi mereka telah mempermalukan Aluna. Sekarang mereka berdua masih terus menyudutkan bahwa Aluna lah yang bersalah.


"Cukup! Jangan terlalu banyak berkata yang bukan-bukan, lagipula ini masalahku! Apa kalian tidak melihat wajah Nenek yang lelah karena memikirkan masalah ini? Bahkan aku lihat nenek sampai belum sarapan pagi, apa kalian tidak tega melihatnya? Sebaiknya Nenek istirahat dahulu, bukankah nenek juga lelah setelah berolah raga" Tambah Aluna lagi perhatian kepada Nenek Alma.


"Apa yang dikatakan Luna benar! Kalian terlalu ikut campur! Sudahlah aku lelah dengan kalian berdua, lebih baik aku beristirahat dari pada mendengarkan ocehan kalian. Luna, Nenek ke atas dahulu ya ...," ucap Nenek Alma, wanita tua itu berdiri lalu berjalan menuju anak tangga.


Aluna mengangguk mengiyakan. Sementara itu Lily dan Yuze mendadak diam, mereka tak berani membalas ucapan Aluna karena melihat nenek terus mendukungnya.


Nenek Alma berjalan menaiki satu anak tangga. Namun, sebelum ia kembali meneruskan langkahnya ia kembali menoleh dan berbicara, "Satu lagi! Kalau kalian masih terus menyudutkan dan memfitnah Luna. Aku sendiri yang akan menghentikan uang saku kalian berdua saat ini juga!"


###

__ADS_1


__ADS_2