TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Perkebunan Strawberry


__ADS_3

Hideon teringat kata-kata Aluna kalau dia harus menyembunyikan identitas Zero dulu untuk sementara. Hideon ingat pesan Aluna lagi agar tak memberitahukan siapa ayah kandung Zero sebenarnya.


Di dalam kamar, Mona masih terus menyindir. Mendesak Hideon agar berkata jujur. "Aku istrimu, jadi aku harus tahu permasalahan keluarga ini. Tolong jangan sembunyikan apa pun mulai sekarang."


Ekspresi wajah Hideon dipaksa setenang mungkin dihadapan Mona agar tak curiga, "Aku tidak tahu siapa ayah kandung dari cucuku. Saat melahirkan Luna kehilangan ingatan secara selektif."


Mona mendecih, tak percaya dengan kata-kata Hideon barusan. "Kalau dia amnesia, lalu ke mana Luna sekarang? Kenapa dia tak pulang ke rumah dan merembukkan masalah keluarga ini bersama-sama?"


Desakan Mona membuat Hideon bertambah tak nyaman. Hideon adalah lelaki yang tak banyak bicara, ditanyakan berulang kali dengan jawaban yang sama membuatnya bertambah amarah.


Saat dia terdiam memikirkan alasan, tiba-tiba indera penciumannya mengendus bau yang aneh pada kamar. Baunya sangat menyengat seperti beraroma mistis.


"Bau apa ini?" tanya Hideon sambil terus mengendus mencari sumber bau di hidungnya.


Dari tadi dia sudah mencium baunya, karena memang dialah yang menyuruh salah satu pelayan menaruh satu kemenyan di masing-masing kamar, termasuk kamar dirinya dan Helen.


"Jangan memotong pembicaraan. Bau itu hanyalah bau dari kemenyan, aku gunakan untuk mengusir setan dalam rumah ini," kata Mona beralasan.

__ADS_1


Alis Hideon terlihat mengkerut berjalan menuju pintu lalu membukanya dengan keras. Benar saja di depan pintu kamar sudah ada gerabah kemenyan yang sudah dinyalakan oleh satu pelayan.


"Kau bilang ini untuk mengusir setan? Memangnya ada setan apa dalam rumah ini? Jaman sekarang kamu masih saja percaya beginian," hardik Hideon lalu menyiram kemenyan itu dengan air.


"Suamiku, kenapa kamu mematikannya? Aku sudah bersusah payah mendapatkan kemenyan langkah ini. Aku sudah membelinya dengan mahal kepada seorang master paranormal di luar negeri. Kemenyan ini sangat langkah berasal dari getah pohon kemenyan yang tumbuh di tempat yang suci. Kalau asap dari kemenyan ini menyebar ke penjuru ruangan, roh jahat atau setan dalam rumah ini otomatis akan ketakutan dan tak akan berani lagi datang ke rumah. Kamu harus percaya suamiku!"


Hideon mendengkus kesal dengan kelakuan Mona. BIsa-bisanya istrinya itu berpikiran kuno seperti itu. "Setan dalam rumah ini itu kamu! Otak kamu yang dipenuhi setan dan hal-hal gaib. Tidak ada setan dan roh jahat di sini. Singkirkan semua gerabah di semua pintu!" perintahnya penuh amarah.


"Tadi kamu mengatakan aku setan? Kalau aku setan tidak mungkin kamu mau menikahiku! Lihat kalau dari dulu kita melakukan ritual ini, pasti Luna tidak akan bernasib sial memiliki anak sebelum menikah. Aku melakukan ini agar nasib Helen tak seburuk Luna yang begitu murahan, menyerahkan, tubuhnya terhadap lelaki lain saat masih sekolah! Tidak menyangka kalau Luna ternyata perempuan ja lang sama seperti ibunya dulu. Ternyata benar, buah jatuh tak jauh dari pohon--"


Plak!


"Sekali lagi kamu mengatakan seperti itu. Aku akan mengusirmu dari rumah ini," kata Hideon lalu berbalik badan dan pergi, "pelayan! Singkirkan semua gerabah ini secepatnya atau kalian aku pecat sekarang juga," teriaknya lagi.


Saat itu juga, seluruh pelayan berkumpul dan meminta maaf sambil memunguti seluruh gerabah berisi kemenyan. Mereka sangat takut dipecat kalau sudah Hideon marah. Sementara Mona, masih memegangi pipinya bekas tamparan tadi. Sambil menangis dia terus mengumpat di dalam hati. 'Lihatlah anakmu akan hancur sebentar lagi. Setelah Luna bercerai, aku yakin tidak ada rekan bisnis yang mau bekerja sama denganmu lagi. Secara perlahan kamu akan bangkrut dan aku akan mengusirmu seperti anjing yang kelaparan'


***

__ADS_1


Tepat di ujung perkebunan strawberry terdapat pemukiman warga, mobil Aluna terparkir di sana. Dari mulut ke mulut akhirnya dia menemukan rumah Sembo. Semua orang di wilayah tersebut tak ada yang tak mengenal Sembo dan istrinya yang seorang buruh petik strawberry.


Aluna berdiri di depan sebuah rumah berukuran sedang lalu mengetuknya beberapa kali.


"Permisi," kata Aluna ketika pintu terbuka.


"Anda siapa?" tanya orang tersebut melihat ke arah Aluna dan Alvin bergantian, dalam hatinya berkata, dari wajah dan penampilannya yang berkelas pasti mereka bukan berasal dari situ dan pemukiman tetangga, "ada perlu apa ya?" tanyanya lagi terlihat bingung.


"Apa di sini rumah keluarga Sembo?"


"Sembo? Bukan di sini, rumahnya ada di belakang rumah kami," kata perempuan tersebut terlihat mengerutkan kening.


"Terima kasih, Nyonya."


"Tunggu!" sergah orang tersebut sebelum Aluna dan Alvin pergi, "ada perlu apa kalian mencari Sembo. Sepertinya Sembo beserta istri dan anak lelakinya sedang tidak ada di rumah dua hari yang lalu," ucap tetangga Sembo menerangkan.


Dari raut wajahnya sepertinya mereka orang baik, Aluna lebih mendekatkan lagi tubuhnya lalu berbisik. "Tadi kamu bilang Sembo memiliki seorang anak lelaki, apa usianya lima tahunan?"

__ADS_1


Tetangga itu mengangguk. "Ya, anaknya sangat lucu, Nyonya Sembo mengatakan kalau dia baru saja mengadopsi seorang anak lelaki dari desa seberang sepuluh bulan yang lalu. Tapi sepertinya mereka sedang tidak ada di rumah karena beberapa hari ini anaknya tidak berangkat sekolah," kata tetangga itu lagi.


__ADS_2