
Aluna melihat ulang video di handphonenya, meneliti setiap detail adegan. Benar apa yang dikatakan Ayah Luna, wanita yang bersama Devan di dalam kamar hotel itu sangat mirip sekali dengannya.
"Wanita ini benar-benar sangat mirip denganku!"
Melihat seksama setiap detail dari wanita yang mirip dengan dirinya, Aluna berpikir sejenak apakah memang itu benar adalah Luna? namun ia kembali menampik pikiran itu karena menurut sistem, Luna hanya dijebak.
Kali ini Aluna benar-benar kesal terhadap sistem karena tak memberitahunya saran agar ia bisa mengungkapkan kebenarannya. Sistem mengatakan kalau Aluna harus memecahkan teka-teki dalam video itu sendiri.
"Baiklah aku akan bertindak sekarang!" ucap Aluna yakin.
###
Di perusahaan Alvin.
Ruangan rapat sekarang sudah dipenuhi oleh beberapa chief marketing officer perwakilan dari beberapa perusahaan yang akan berkerja sama dengan perusahaan Alvin.
"Selamat siang, Tuan Alvin. Senang bisa berkerja sama dengan anda." Satu persatu CMO dari perusahaan lain menyalami Alvin.
"Terima kasih," sahut Alvin singkat, ia lalu mendudukkan pantatnya di kursi menghadap ke arah mereka.
"Perkenalkan nama saya Alvin Wiratama, CEO dari perusahaan W Grup. Rapat kerja sama akan kita mulai hari ini, untuk selanjutnya saya akan menunjuk Sekretaris Fang yang akan menjelaskan secara terperinci," tegas Alvin memulai rapat hari ini.
Di dampingi Sekretaris Fang , Alvin duduk dengan posisi paling depan, terpisah dari beberapa CMO dari perusahaan lain yang saling berhadapan. Dilihat dari pandangan matanya, Alvin sepertinya sedang tidak fokus kali ini.
Kenapa aku selalu memikirkan dan membayangkan wajah Luna. batin Alvin mencoba melupakan ingatannya tentang Luna.
Untuk masalah pekerjaan Alvin sangat bisa diandalkan. Semua proyek yang ia kerjakan selalu berhasil dengan mulus. Bahkan banyak perusahaan besar yang mengantri agar dapat bekerja sama dengannya.
Sayangnya untuk masalah rumah tangga dengan Luna, Alvin sangat payah. Ia lebih percaya dengan hasutan orang lain dari pada istrinya. Alvin selalu mementingkan egonya, ia sendiri sadar belum bisa menyenangkan istrinya. Rencananya proyek hotel di dalam laut akan ia persembahkan untuk Luna. Sayangnya sebelum proyek itu dibuat, Luna sudah mencoreng kepercayaan Alvin karena video itu.
"Agenda rapat kali ini akan membahas resort yang akan di bangun di pulau mayumi. Pulau dengan sejuta kenangan yang sangat cocok dijadikan tempat bulan madu. Sebagai daya tariknya kita akan membangun kamar ekslusif di dalam laut." Sekretaris Fang memulai rapat dengan menjelaskan program kerja mereka.
"Bagaimana dengan fasilitas dan keamanannya?" salah satu CMO melontarkan pertanyaan.
__ADS_1
"Fasilitas tidak berbeda dengan kamar lainnya, hanya saja di kamar itu kita akan sediakan oksigen cukup banyak. Pengunjung akan menyaksikan secara langsung pemandangan bawah laut sambil rebahan atau makan sekalipun. Sebagai keamanannya, sebelum masuk ke dalam pengunjung juga harus melakukan pelatihan scuba diving di kedalaman enam meter dahulu, kita juga akan menempatkan regu penyelamat dengan ketrampilan yang handal." Sekretaris Fang mulai menjelaskan.
Beberapa CMO perusahaan lain terkesima dengan rancangan gambar yang ditunjukan Sekretaris Fang. Mereka sangat yakin proyek ini akan berhasil.
Tentunya hanya Alvin yang terlihat biasa saja, ia sedang tidak fokus. Alvin masih memikirkan istrinya, Luna.
"Tuan Alvin, kami setuju dengan rancangan anda, Berapa lama proyek ini akan dibangun?" tanya salah seorang peserta rapat kepada Alvin.
Kenapa tadi Luna begitu menggemaskan. Batin Alvin sambil tersenyum sendiri.
Kenapa senyumnya tadi sangat manis sekali.
Pandangan mata Alvin mengarah kepada seorang wanita perwakilan dari perusahaan lain yang rambutnya mirip Luna. Sepertinya karena selalu memikirkan istrinya, Ia melihat wanita itu seperti Luna.
"Tuan Alvin," seru mereka lagi. Alvin tetap tak menggubris.
Diam-diam Alvin mengirim pesan kepada Luna menanyakan keberadaannya sekarang. Sayangnya Luna tak segera menjawab, Alvin mulai terlihat gelisah lagi, berpikiran buruk tentang istrinya.
"Tuan!" Sekretaris Fang menyenggol pelan bahu Alvin.
"Proyek ini akan berlangsung selama tiga bulan," jawab Alvin singkat. Ia justru masih memikirkan keberadaan Luna sekarang.
Sebenarnya dimana dia sekarang? Kenapa tak cepat membalas pesan ku! batin Alvin geram.
Geraham Alvin semakin mengeras ketika sopir pribadinya mengatakan Luna sudah tidak ada di perusahaan Hideon. Dipikirannya terlintas tanda tanya besar di otaknya.
"Tuan Alvin selain fasilitas tadi? Apa saja yang akan didapatkan pengunjung?" tanya salah satu peserta rapat.
Tentu saja Alvin tak menjawab, buru-buru sekretarisnya mengambil alih menjawab pertanyaan tadi.
"Kami akan memberikan layangan dinner istimewa dengan menyaksikan pemandangan malam di dalam laut sambil menyaksikan ikan hiu dan beberapa spesies ikan lainnya," jawab Sekretaris Fang lagi.
Sekretaris Fang lalu menjelaskan secara terperinci mengenai keuntungan yang akan diperoleh masing-masing perusahaan. Sebagai pemegang saham terbesar sekaligus pengelola sudah pasti perusahaan Alvin yang paling diuntungkan.
Jangan-jangan ia menemui Devan lagi, berniat mempermainkan perasaanku!
__ADS_1
Luna, kalau itu sampai terjadi aku tidak akan memaafkan mu! Baru sebentar kamu diberi kebebasan sudah mulai berulah lagi dengan Devan.
Kamu benar-benar mempermainkan perasaanku, Luna!
Terjadi perang batin di benak Alvin. Pria itu sudah berpikiran buruk tentang istrinya. Alvin mengepalkan keras telapak tangannya.
Untungnya ada Sekretaris Fang yang menjelaskan, kerena pikiran negatifnya, Alvin benar-benar tak bisa berkonsentrasi.
Kamu benar-benar mengacaukan pikiran ku! batin Alvin lagi.
"Tuan, untuk acara pembukaan resort itu bagaimana kalau kita mengadakan undian berhadiah untuk pelanggan Cafe Miracle dan beberapa produk yang bekerja sama dengan W group, memberi mereka dua tiket ke Pulau Mayumi berserta menginap gratis di hotel dalam laut selama tiga hari?" sela salah satu CMO perusahaan lain memberi saran.
"Bagaimana Tuan Alvin?" sekali lagi ia bertanya kepada Alvin.
Sekretaris Fang kembali menyenggol Alvin.
"Tentu saja, aku setuju!" ucap Alvin sekenanya, pikirannya benar-benar sedang sangat kacau.
"Tuan Alvin, untuk proyek kita sekarang apakah penjelasan saya tadi sudah cukup jelas mengenai anggaran dan keuntungan yang akan kita dapatkan? Apa ada tambahan sebagai bahan evaluasinya?" tanya Sekretaris Fang terhadap Alvin.
"Penjelasan? bahkan aku belum mendengar apa yang kamu jelaskan mengenai anggaran!" tegas Alvin mulai berkonsentrasi kembali.
"Tuan, bukankah tadi aku sudah menjelaskan semuanya," sahut Sekretaris Fang. Menurutnya tidak biasanya Tuan Mudanya seperti itu.
Sepertinya anda sedang tidak fokus tuan! batin Sekretaris Fang.
"Jadi kamu mau mengatakan kalau aku tuli!" bentak Alvin.
"Ti-tidak tuan!" Sekretaris Fang mulai ketakutan, walaupun tidak bersalah ia sangat takut kalau sampai Alvin marah, karena pria itu tak segan-segan memecatnya.
"Kalau begitu jelaskan sekali lagi!" tegas Alvin.
###
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.
__ADS_1
Terima kasih.