
Masih di ruangan pesta Yuze. Semua orang di dalamnya terlihat berseteru. Banyak diantara mereka yang percaya bahkan ada sebagian yang tak percaya kalau Luna sudah memiliki anak sebelum menikah dengan Alvin.
Atmosfer ruangan semakin panas dan hampir meledak, bisik-bisik dari mulut orang yang tak menyukai Luna membuat telinga Nenek Alma tak kuat mendengarnya.
"Jangan fitnah Luna dengan cara kotor seperti itu. Sudah dua kali kamu memfitnah menantuku, dan semua berita itu adalah bohong." Nenek Alma masih berusaha membela Luna.
"Kami tidak bohong, Nek. Lihat saja kakak ipar malah meninggalkan ruangan. Itu tandanya dia ketakutan karena tak bisa membuktikan kalau dia belum pernah melahirkan."
"Kalau benar Luna mempunyai anak. Di mana anak itu sekarang?" tanya Clara dengan nada tinggi.
Saat itu juga Lily membuka lagi berkas satunya, dia membaca beberapa catatan yang ditinggalkan orang suruhannya. "Aku menemukan bukti kalau Luna melahirkan dan menyembunyikan anak itu di sebuah desa terpencil. Kemungkinan Luna sengaja menyembunyikan anak itu agar tidak ketahuan keluarga kita. Anak lelaki tersebut kini berusia lima tahun."
Mendengar pernyataan tersebut, tubuh Nenek Alma mendadak lemas. Dia terus memegangi dadanya yang mulai sesak. "Nek, sebaiknya duduk saja," kata Clara mengusap punggung wanita tua itu.
Bisik-bisik kerabat kembali terdengar, dan suaranya kini bertambah keras saling bersahutan. Nenek Alma benar-benar tak sanggup mendengarnya karena semua orang memojokkan Luna.
"Cukup! Hentikan pesta ini!" teriak Clara karena kondisi Nenek Alma semakin parah, penyakit jantungnya mendadak kambuh. "Kalau kalian bilang Luna sudah memiliki anak. Bawa anak itu ke mari dan kita buktikan dengan tes DNA."
Lily dan Yuze menyanggupi permintaan Clara. "Baiklah kami sanggup." Kini dalam pikiran mereka tinggal bagaimana mencari anak itu dan membawanya untuk mengusir Luna dari keluarga Alvin.
Pesta selesai, dibantu kerabat lainnya Clara membawa Nenek Alma ke rumah sakit.
__ADS_1
...***...
Di kediaman Tuan Glu. Nyonya Olive terlihat cemas menunggu kedatangan Lisa. Ya, sudah seharian gadis itu tak pulang ke rumah. Lisa hanya memberikan kabar kalau dia baik-baik saja, akan pulang malam.
Rupanya, setelah bertemu dengan Noah kemarin malam. Lisa nekat pergi mengemudikan mobil sendiri, ingin mencari tahu siapa Arabella.
Di belakang kemudi, sambil melajukan mobilnya. Terlihat Lisa sedang memikirkan sesuatu. Dari pagi hingga malam, dia mencari data Arabella namun tak menemukannya. Semua rekan Noah bahkan tak mengenal siapa Arabella. Mereka berkata, saat di tempat kerja mau pun di kamar kostnya, kalau Noah tak pernah menemui siapa pun kecuali dirinya dan Helen.
Sebenarnya siapa Arabella? Kenapa terakhir kali paman mengatakan kalau Arabella tidak ada di dunia ini, tidak mungkin paman berkencan dengan hantu, batin Lisa.
Rasa ingin tahu Lisa sangat tinggi kepada Arabella. Dia begitu penasaran bagaimana rupa perempuan yang menjadi pacar Noah.
Kini perempuan itu sudah sampai di halaman rumahnya. Mendengar putrinya telah pulang, buru-buru Nyonya Olive berlari menyambutnya.
"Ibu aku baru saja datang, kenapa ibu memarahiku? Aku pergi karena sebuah tugas, dan itu sangat penting bagi kehidupanku selanjutnya."
"Apa maksudmu?" Terlihat mata Nyonya Olive yang melotot.
"Aku akan mencari tahu siapa pacar paman sekarang."
"Kenapa kamu masih ingin mencari tahu tentang lelaki itu. Hentikan, Lisa. Bukannya kamu sudah putuskan untuk tidak menganggu lelaki miskin itu lagi?" tanya Nyonya Olive.
__ADS_1
Lisa tersenyum penuh arti. "Aku sangat penasaran dengan perempuan bernama Arabella. Setelah kuteliti, ini sangat menarik. Aku yakin Arabella ada kaitannya dengan Nona Helen. Dan satu lagi, aku masih menyukai paman Noah, Ibu."
Melihat sikap keras kepala anaknya, membuat Nyonya Olive marah. "Lisa! Kamu benar-benar mempermalukan kedua orang tuamu."
Lisa tak peduli dengan perkataan ibunya, dia malah berlalu pergi menuju kamarnya. Dia sangat tertarik ingin mengulik lebih dalam siapa Arabella sebenarnya.
...***...
Dalam plot novel aslinya, setelah Alvin dan keluarganya mengetahui Luna memiliki seorang anak. Alvin langsung memarahi Luna habis-habisan, keluarganya bahkan mengusir Luna dengan tidak hormat. Yuze semakin memperluas fitnahnya kepada Luna. Bahkan anak tersebut berhasil ditemukan Yuze terlebih dahulu, lalu menukarnya dengan anak lain yang berbeda genetik dengan Alvin dan Luna.
Keadaan itu berbanding terbalik dengan adanya Aluna. Perempuan itu mampu menjelaskan kepada Alvin dan membuatnya percaya. Kini permasalahanya, di mana keberadaan anak tersebut sekarang? Apakah dia baik-baik saja?
"Kita harus lebih dulu menemukan anak itu. Kalau tidak cepat, Lily dan Yuze akan menemukannya. Ini sangat berbahaya. Bisa saja mereka akan memperlakukan hal yang buruk terhadap putra kita," kata Alvin. Dia melupakan kemarahannya terhadap Luna, kerena menurut Alvin anaknya pasti dalam incaran.
"Menurut informasi, anak tersebut diasingkan ke sebuah desa. Ayahku sengaja menitipkannya ke salah satu pasangan suami istri di desa tempat anak itu dilahirkan. Karena membutuhkan uang, mereka menyetujui untuk merawatnya hingga besar. Sayangnya, aku tidak tahu pasti di mana desa itu," ucap Aluna.
Alvin terlihat geram. Selama ini dia malah tidak tahu memiliki seorang anak dari Luna. Yang Alvin tahu malam itu dia tidur dengan Helen. Karena informasi dari Aluna, dia akhirnya yakin kalau Aluna memang sengaja didatangkan seseorang untuk menyelesaikan konfliknya dengan Luna.
"Kalau begitu aku akan menyuruh seseorang untuk menyadap percakapan telepon Lily dan Yuze untuk mengulik informasi di mana keberadaan anakku," kata Alvin. Dia lalu mengeluarkan ponsel segera menghubungi seseorang.
Aluna tak tinggal diam, dia juga berniat menemui Hideon. Dia ingin bertanya di mana anak itu sekarang.
__ADS_1
"Izinkan aku pulang sekali lagi, aku akan bertanya kepada ayah di mana anak itu tinggal. Aku akan membantumu menemukannya, Alvin."