TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Menantang Aluna.


__ADS_3

Mata Aluna melebar. "Katakan dengan jelas apa maksud perkataanmu?" Bentaknya.


Devan menipiskan bibirnya sembari berjalan lebih mendekat lagi ke arah Aluna. Ia ingin melihat dengan jelas reaksi Luna selanjutnya.


Namun, sekali lagi mata Aluna berkilat penuh kemarahan saat lelaki itu mencoba mendekati tubuhnya. Dengan sedikit menggeser tubuhnya, Aluna berusaha menjauhi Devan.


"Aku sudah melihat setiap inci bagian tubuh wanita yang ada di sebelahku. Yah, aku sudah melihat tubuh Luna sepenuhnya." Devan tersenyum penuh kemenangan.


Cuih! Tak tahu malu! Batin Aluna.


Para tamu yang mendengar ucapan Devan begitu terkejut. Barusan saja mereka telah mempercayai Luna, sekarang dibuat bingung kembali karena pernyataan Devan. Para tamu kembali larut dalam pikiran masing-masing.


"Aku kembali bingung, di sini sebenarnya siapa yang salah? Sedangkan Devan sebagai pemain lelakinya mengakui sendiri kalau Luna lah yang tidur bersamanya." Wanita berbaju merah kembali berbisik.

__ADS_1


"Diamlah! Sebaiknya kita tonton saja mereka berdua, tapi aku masih yakin kalau Luna tidak bersalah!" Wanita berbaju kuning menimpali.


"Kita lihat saja nanti siapa yang salah dan benar!" sahut teman satunya lagi.


Alvin masih memperhatikan mereka dari tempat duduknya, dia tak segan-segan memberi perhitungan pada Devan kalau sampai lelaki itu berani menyentuh istrinya, walau hanya sedikit. Alvin sangat terharu dengan strategi yang dibuat Aluna mengenai tahi lalat itu. Dia tak menduga seharian ini istrinya benar-benar sudah mempersiapkannya secara detail.


"Aku mempunyai bukti yang sangat nyata untuk diperlihatkan di sini. Wanita yang aku tiduri memiliki tahi lalat di ujung bawah tulang selangkanya sebelah kiri. Aku yakin Luna pasti memilikinya, benarkan Luna?" Devan mulai menunjukan aura agresifnya kepada Aluna.


Kalian ular berkepala manusia, bisa-bisanya terjebak ke dalam perangkapku. Bersiaplah untuk malu.. wahai manusia jelmaan! Ha.. ha.. Batin Aluna tertawa dalam hati.


Helen yang duduk dekat dengan Mona, mulai menunjukkan ekspresi senangnya. Kali ini dia bisa bernapas sedikit lega, membayangkan sebentar lagi mereka akan berpesta karena kemenangannya.


"Sayangnya, Aku tidak bisa membuktikan kepada kalian, selain Luna sendiri yang memperlihatkannya langsung!" Devan melirik Aluna yang masih berdiri menatap sinis ke arahnya.

__ADS_1


Para tamu dibuat penasaran dengan apa yang diucapkan Devan barusan. Tahi lalat? Bagaimana mereka bisa melihatnya sementara letak tahi lalat itu ada di bawah tulang selangka Aluna. Apalagi sekarang Aluna mengenakan kemeja putih yang menutup rapat bagian dadanya.


Tidak hanya teman-temannya, bahkan Clara ikut dibuat penasaran. Wanita paruh baya itu dengan tergesa-gesa menghampiri Alvin yang dari tadi tak bergeming.


"Vin, benarkah Luna memiliki tahi lalat di tulang selangkanya?" Clara mendekati Alvin.


Tentu saja dia bertanya kepada Alvin karena dia suami Luna, sudah jelas anaknya lebih tahu keadaan istrinya. Clara mendesak Alvin agar menjawab pertanyaannya, sementara pria yang sedang duduk tenang itu hanya membalas dengan senyuman.


Yah, Alvin sedang dibuat kagum karena tindakan Luna.


Tidak jauh dari tempat duduk Alvin. Mona tampak terkejut, dia merasa kali ini anaknya terselamatkan. Mona yang tidak sabar menjatuhkan Aluna, Buru-buru meminta pengakuan Aluna agar segera membuktikan kalau yang diucapkan Devan tidak benar.


"Luna! Perlihatkan di depan kami kebenarannya! Kalau benar kamu memiliki tahi lalat, berarti kamu adalah wanita dalam video itu dan mengaku lah kamu memang bersalah!" Dari ucapan Mona, wanita itu menantang Aluna agar memperlihatkan tulang selangkanya.

__ADS_1


__ADS_2