TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Perbedaan Ara dengan Helen


__ADS_3

Masalah selesai ketika Lisa meminta maaf kepada Ara. Dia berjanji tidak akan melakukan kekerasan lagi kepada wanita itu.


"Pergilah! Jangan sampai aku berubah pikiran lagi," kata Aluna tegas.


"I-iya, Kak. Aku akan pergi. Permisi."


Beberapa menit ketika Lisa pulang, Mona melirik ke arah Aluna, mengamati ekspresi di wajahnya. Dalam hati wanita itu, Luna terlihat aneh, tidak biasanya Luna membela anaknya.


Merasa diperhatikan terlalu lama, Aluna menyadari kalau Mona pasti sedang kebingungan dengan hubungannya dengan Helen.


"Eum ... sebenarnya aku ke sini ingin mengambil dokumen yang tertinggal. Saat aku turun dari mobil, tak sengaja melihat keributan di luar. Aku sebagai salah satu keluarga, tidak ingin nama baik ayahku tercemar, makanya tadi aku menolong Helen." Aluna berusaha mencari alasan agar Mona tidak curiga.


Mona mengawasi wajah Aluna dengan kening mengkerut. Pikirnya, mungin ada benarnya juga Luna menolong anaknya. Wanita yang berumur hampir lima puluh tahun itu memasuki rumah bersama Ara dan Aluna berbarengan.


Sambil berjalan Mona berkata, "Terima kasih ya Luna sudah menolong Helen. Lagipula Helen kan memang adikmu juga. Kita satu keluarga memang harus saling tolong menolong."


Ara tersenyum, tetapi tidak dengan Aluna. Perempuan itu merasa muak dengan ucapan Mona. Kalau tidak karena Ara, mana mungkin dia menolong Helen yang dia tahu dialah penyebab dirinya ada di dunia novel.


"Aku yakin perempuan gila itu pasti sangat ketakutan, lagipula mana mungkin anakku menyukai calon suaminya. Aktor yang sedang viral saja Helen tolak, apalagi lelaki yang diceritakan Lisa. Yang ada dia malah numpang hidup sama kami. Ha ... ha ...." Mona tertawa sambil menggandeng tangan Ara.


Aluna tak menggubris. Dia hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Mona. Saat mereka sudah ada di dalam ruangan, Aluna langsung naik ke atas tangga menuju kamarnya.


Di kamar, Aluna mengobrol dengan Ara lewat telepon. Mereka berkirim pesan lewat whatsapp, membicarakan rencana dan harapan Ara saat berada di dunia novel. Dia ingin merasakan apa yang tidak bisa dia lakukan di dunia nyata, termasuk mengecat rambutnya.


...***...


Di Dunia Nyata.

__ADS_1


Seorang perempuan terlihat frustrasi di depan sebuah cermin. Dia melihat rambutnya hampir botak, hanya tumbuh beberapa senti dari kulit kepalanya. Dia juga melihat wajahnya yang sangat tirus dan pucat, kukunya tak terawat dengan wajah yang sangat kusam tidak seperti biasanya.


Yah, perempuan itu adalah Helen yang terperangkap pada tubuh Ara. Helen memegang tangannya yang diinfus, dia merasa sangat nyeri di sekujur tubuhnya, bahkan indera pengecapnya pun terasa sangat hambar ketika memakan masakan yang diantar seorang petugas pantry rumah sakit.


"Kenapa aku berada di rumah sakit lagi? Di mana aku sekarang?" tanya Helen kepada petugas pantry.


"Kenapa Anda lupa? Bukankah sudah beberapa bulan ini Anda sudah tinggal di rumah sakit," jawab petugas tadi.


"Tidak! Sepertinya Anda salah orang. Tempat tinggalku bukan di sini. Apa kalian menculikku, Hah?"


Petugas pantry menggelengkan kepala. Menurutnya mungkin Ara sedang berhalusinasi lagi. Menurutnya mungkin jiwanya terganggu lantaran kakaknya belum sadarkan diri.


"Habiskan makanannya, Nona. Setelah itu jangan lupa meminum obat agar cepat sembuh agar Anda bisa cepat pulang ke rumah," kata petugas pantry sambil berjalan keluar.


Merasa tidak terima dengan jawaban yang diucapkan petugas pantry. Helen melempar makanan yang barusan diantarnya.


Prank!!


"Nona! Jangan lakukan!" teriak petugas pantry karena melihat darah menetes di tangan Helen.


"Minggir! Kalian telah menculikku! Harusnya aku tidak ada di sini!" Helen bergegas berlari keluar.


Melihat Helen hendak kabur, petugas pantry langsung berteriak memanggil beberapa perawat untuk menenangkannya. "Suster ... tolong ... pasien di bangsal tujuh hendak kabur," ucapnya sambil menahan tubuh Helen.


"Lepaskan! Aku ingin pergi!" seru Helen memukuli tangan petugas pantry. Namun, karena tubuh Ara sangat lemah, dia tak memiliki kekuatan yang besar untuk melepaskan tubuhnya.


Tak berselang lama, dua orang perawat memasuki bangsal. Dengan paksa, mereka menggotong tubuh Helen ke atas kasur. "Maafkan kami, Nona. Karena harus membiusmu lagi," kata salah satu perawat mengamankan Helen.

__ADS_1


Saat itu juga salah satu perawat menyuntikkan obat penenang di tangan Helen.


"Tidaaakk!" teriak Helen.


...***...


Karena bosan di kamar, Aluna mengajak Ara keluar. Dia ingin menyenangkan hati adiknya dengan berjalan-jalan di taman sambil berbicara berdua. Tak seru rasanya kalau hanya berbicara lewat telepon.


Agar Mona tak curiga, Aluna memilih keluar rumah lebih dulu. Dia putuskan untuk bertemu dengan adiknya lagi di pinggir jalan.


Saat Mona ingin menemui anaknya. Dia berpapasan dengan Ara yang baru keluar dari daam kamar. Mona menatap aneh Ara. Pasalnya penampilan Ara sangat berbeda dengan keseharian Helen.


Mona menatap penuh selidik. "Helen, mau pergi ke mana kamu, Nak?"


Ara tersenyum sangat manis. "Aku ingin pergi ke salon dan ingin jalan-jalan sebentar. Kemungkinan aku akan pulang malam, Mom."


"Tunggu! Kenapa penampilanmu sangat berbeda dari biasanya?" Mona memperhatikan Ara dari ujung kepala sampai ke kaki.


...###...


Visual Arabella/ Helen menurut Author.


Boleh skip kalau tidak suka ya☺️


Penampilan Helen


__ADS_1


Penampilan Arabella



__ADS_2