TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Bab 287. Jangan Tinggalkan Aku, Luna!


__ADS_3

"Terima kasih, Alvin. Aku bisa mencarinya sendiri," kata Aluna. Dia kembali sibuk mencari naskah novel lagi.


Alvin merasakan banyak perubahan pada diri wanitanya. Dia sudah merasakannya sejak di telepon tadi. Aluna mendadak dingin tidak seperti biasanya.


"Ketemu," kata Aluna tersenyum.


Aluna mendapatkan tujuh naskah novel, tujuh bab terakhir ending di novel yang dia tempati sekarang. Kertas-kertas berwarna coklat tersebut langsung dia masukkan ke dalam tas.


Aluna tersenyum. Kemudian berjalan pelan meninggalkan gudang dan melewati Alvin yang duduk di sebelahnya di sana. Dia benar-benar sedang tidak memikirkan Alvin dan perasan lelaki itu sama sekali.


"Tunggu, Luna!"


Alvin kembali berdiri. Memegang pundak Aluna dari belakang sebelum wanita itu benar-benar keluar dari gudang. "Setelah kamu mendapatkan apa yang kamu cari, kamu tega pergi begitu saja meninggalkanku?"


Di depannya, Aluna kembali diam terpaku. Dari tadi dia berusaha cuek mengabaikan Alvin agar dia tak terbawa perasan semakin dalam. Dia sadar Alvin hanyalah karakter virtual, karakter tidak nyata yang tidak bisa dia miliki selamanya.


"Aku ... Aku sedang sibuk. Bisakah kamu melepas tanganmu dari pundakku?" tanya Aluna.


Pegangan tangan Alvin di pundak Aluna langsung meregang. Dia turunkan tangannya seperti semula, sambil terus memandang kosong Aluna dari belakang. Benar apa yang dia rasa dari tadi, kalau Aluna telah berubah.


"Kamu pulang saja. Aku akan tidur di rumah ini malam ini. Ada hal yang ingin aku selesaikan," kata Aluna lagi.


Kakinya dia langkahkan pelan, menuju pintu keluar gudang. Berjalan pelan tanpa memperdulikan Alvin yang ada di belakangnya. Alvin tak tinggal diam, dia mengejar wanitanya dan langsung memeluknya dari belakang.


"Aku tidak mau Luna."


Suasana mendadak hening seketika. Keduanya serempak diam. Alvin memeluk Aluna sangat erat, tak ingin membiarkan gadis itu keluar, tak membiarkan gadis itu berjalan bahkan satu langkah pun.


Kenapa aku tak bisa melepas pelukan Alvin? Kenapa tiba-tiba kekuatanku melemah? Bukannya Miss K telah memasang skill di tubuhku?

__ADS_1


"Aku akan pulang, asalkan bersamamu, Luna."


Alvin memejamkan mata. Menempelkan wajahnya di bahu Aluna, sambil terus mencium aroma dari tubuh wanita itu. Meskipun tak terlalu wangi, tapi sangat membuatnya tenang.


"Alvin tolong lepaskan aku!"


"Tidak akan pernah!"


"Alvin! Aku sedang tidak main-main!"


Aluna meninggikan suaranya. Dia ingin Alvin melepaskan pelukannya dan membiarkan dia pergi dari gudang yang panas itu.


"Sejak kapan aku main-main?"


"Di sini sangat panas Al–"


Belum menyelesaikan kalimatnya, Alvin langsung membalik tubuh Luna, dan melepas blazer yang melekat pada tubuh wanita itu agar tak kegerahan, meninggalkan kemeja tipis yang tersisa. Begitu pun sebaliknya, Alvin melakukan hal yang sama pada dirinya sendiri. Melepas jas yang dipakainya dan menaruhnya ke sembarang arah, meninggalkan kemeja warna putih yang sudah basah karena keringat.


Aluna mendongak, menatap lekat mata lelaki di depannya. Sangat sayu namun teduh. Membuat dia langsung menunduk lemah, tak berani melihatnya lagi di hitungan ke lima.


Gudang itu banyak sekali barang. Dari mulai perlengkapan rumah tangga yang tidak terpakai, sampai barang-barang lainnya yang masih layak digunakan. Terletak di lantai paling atas. Sebenarnya tak terlalu panas, karena masih terdapat ventilasi dari jendela yang terbuka di sana.


Aluna berkata, "Tidak, aku sudah tidak gerah. Tapi aku ingin keluar dari sini."


Sebelum Aluna kembali berbalik. Alvin kembali menahannya. Kali ini bukan dengan pelukan, melainkan dengan sebuah ciuman.


Perlahan, Alvin menautkan bibirnya. Sambil merasakan hembusan napas Aluna yang sangat dekat menerpa wajahnya. Mencium dan menekan bibirnya perlahan sampai masuk keseluruhan. Merasakannya sesaat, kemudian Alvin lepas sebentar untuk bernapas, "Aluna ...," ucap Alvin dengan napas menderu, " ... jangan pergi sekarang yah ... aku mohon!"


Alvin tahu Aluna tak membalas ciumannya. Wanita itu bahkan terlihat diam terpaku dengan pikiran yang kosong. Alvin masih memegang wajahnya, menatap kemudian menciumnya lagi. Tidak beberapa detik, tapi lebih. Berharap Aluna membalas, dengan membuka sedikit mulutnya.

__ADS_1


"Alvin ...."


Pada akhirnya Alvin menang. Di menit ke tiga, Aluna memberikan cela dengan membuka sedikit mulutnya. Secara bersamaan, Alvin tak membuang kesempatan itu begitu saja, dengan cepat memasukkan ujung lidah. Menciumnya lagi sambil mengeksplor bagian dalam mulut Aluna pelan, merasakan saling bertukar saliva dengan memainkan lidah.


Alvin masih belum puas menciumnya, menautkan lagi dan lagi. Cukup lama dan semakin memanas. Menginginkan adegan yang lebih intim, lebih dari sekedar ciuman. Sampai pada akhirnya Aluna telah melupakan, kalau Alvin hanyalah karakter virtual ciptaan adiknya sendiri.


***


Di sebuah kamar, setelah melakukan adegan panas yang mereka lakukan beberapa jam yang lalu. Keduanya sudah ada di dalam kamar Luna di rumah Hideon. Dengan Alvin yang sudah terlelap sambil memeluknya di atas tempat tidur.


"Kamu selalu saja bisa membuatku luluh, Alvin," kata Aluna dalam hati. Dia sampai tersenyum sendiri mengingat adegan tadi.


Aluna bangun dan turun dari tempat tidur setelah melepaskan tangan Alvin dari tubuhnya. Aluna kembali sadar kalau dia telah mendapatkan naskah itu dan dia sendiri belum sempat membacanya.


"Miss K, berapa bab yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan naskah novel ini?" tanya Aluna setelah kalung sistem menyala.


[300 Bab.]


"Aku sudah mendapatkan tujuh lembar naskah, apa ini sudah cukup?"


[Yah, asalkan Anda bisa perbaiki novel ini, dengan mengubah seluruh peran antagonis di novel ini menjadi karakter yang baik dengan ending yang romantis. Otomatis novel ini akan selesai, Anda bisa kembali ke dunia.]


"Romantis? Bagaimana mungkin, sedangkan Alvin saja tidak mau lepas dariku?" kata Aluna.


"Aku sudah mendapatkannya. Sekarang beritahu, apa langkahku selanjutnya?"


[Ikuti dan lakukan semua yang tertulis dalam naskah itu.]


"Apa?! Ini gila?"

__ADS_1


Aluna terkejut. Terlebih setelah membaca tujuh bab terakhir di naskah itu. Dia harus menjadi istri Alvin dan melayaninya seutuhnya selama tujuh hari. Harus merubah karakternya yang mandiri, menjadi istri yang manja untuk Alvin sampai novel ini tamat.


__ADS_2