TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Masih Belum Yakin


__ADS_3

Makan malam selesai. Hideon sudah kembali ke kamar. Menyisakan Ara, Aluna dan Mona. Ara masih tetap pada pendiriannya untuk memberikan semua saham milik Helen kepada Luna setiap bulannya.


Ara tak memperdulikan uang besar yang akan diperolehnya. Di samping itu, Ara juga sangat membenci karakter Helen di novel. Menurutnya Luna lebih pantas menerimanya.


"Apa kamu masih ingin makan lagi, Helen?" tanya Hideon.


Ara menggeleng. "Tidak, Ayah. Perutku sudah sangat kenyang, bisa meledak perutku kalau makan terus," ucapnya sambil mengelus perut. "Besok pagi, buatkan aku ayam goreng lagi ya, Mom?" imbuhnya memohon pada Mona.


Melihat kelakuan Ara yang terlihat manja. Hideon merasa senang, pikirnya sikap Helen sudah berubah menjadi hangat. Tidak seperti biasanya, Helen yang terkenal arogan dan super perfect, bisa mengatakan sebuah lelucon.


Tetapi tidak dengan Mona, dia tampak aneh. Dari tadi dia memperhatikan anaknya tanpa berkedip. Mona menduga, Helen mengalami gangguan saraf di kepalanya yang menyebabkan perbedaan perilakunya secara mendadak.


"Helen!" seru Aluna sebelum Ara beranjak dari tempat duduknya.


Ara yang sudah berdiri hendak kembali ke kamarnya, langsung terdiam terpaku. Dia tak berani melihat muka Aluna. Menurutnya tatapan Aluna begitu sinis dan menakutkan.


"Iya, Kak!"

__ADS_1


"Bolehkah, kita berbicara sebentar?" ajak Aluna.


Tentu saja Aluna ingin bertanya langsung kepada Helen. Dari yang dia perhatian, kelakuan Helen sangat mirip sekali dengan adiknya. Membuat Aluna tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini agar dapat berbicara empat mata.


Tetapi, bukannya menjawab iya, Ara malah menolak secara halus. Dia sedang tidak ingin berseteru dengan Aluna. "Maaf kak, aku sangat mengantuk. Kalau ingin berbicara, bicara saja di sini."


"Aku hanya ingin berbicara sebentar di sana." Aluna terus mendesak Ara, menunjuk sebuah lorong.


"Baiklah kalau hanya seben--"


Namun, sebelum Ara mengiyakan, Mona lebih dulu melarangnya. Mona sangat takut kalau sampai Aluna meracuni otak Helen dan memintanya menyerahkan saham.


"Aku hanya ingin berbicara sebentar."


"Tidak-tidak."


"Tetapi aku hanya ingin bicara lima menit." Dengan perasaan kecewa, Aluna terpaksa membiarkan Ara yang dituntun Mona menuju kamar.

__ADS_1


...***...


Di Rumah Lisa.


"Ibu, aku ingin bertemu dengan paman sekarang. Kenapa ibu malah menyuruh Paman menjauhiku. Aku tahu pasti ibu yang menyebabkan Paman memutuskanku!" seru Lisa, "ngaku saja!"


"Lisa, Noah itu tidak baik. Kamu sudah lihat dia sedang bersama wanita lain. Aku yakin Noah itu tukang selingkuh dan mata buaya. Kalau tidak mana mungkin dia bisa bersama wanita lain duduk berdua," bentak Olive.


"Aku tidak peduli! Aku hanya menginginkan Paman."


Lisa terus memberontak berusaha melepaskan tangannya dari dua pengawal. Namun, tetap saja dia tak bisa mengimbangi kekuatannya. Saat itu juga Lisa ditarik dan dimasukkan ke dalam ruangan, sendirian.


"Aku akan memperkenalkanmu dengan taipan kaya dan tampan, nanti malam. Kamu pasti tidak akan menyesal, Lisa. Persiapkan dirimu Sebaik mungkin Lisa, jangan keluar dari kamar, sebelum aku perintahkan," perintah Olive.


"Aku tidak mau! Aku maunya Paman." Lisa terus memberontak.


Di saat itu juga Olive mendorong Lisa di atas kasur. Kemudian menguncinya Dari luar agar Lisa tidak kabur lagi.

__ADS_1


"Maaf, Lisa! Aku terpaksa mengurungmu," ucap Olive.


__ADS_2