TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Yuka atau Luna?


__ADS_3

"Tentu saja bukan, Ayah." Helen mengelak apa yang dituduhkan padanya.


Di sisi lain dia tak mau keluarganya tercemar, di lain pihak ia ingin memberi kesempatan Aluna menyelesaikan konfliknya.


"Baiklah, kalau kamu merasa tidak ada sangkut pautnya dengan video itu, kamu tidak usah takut! Luna, selesaikan video yang akan kamu tunjukan. Kami tidak akan melarangmu lagi!" tegas Hideon.


Menurutnya itu adalah keputusan yang bijaksana untuk ke dua anaknya. Pikirnya, toh' masalah keluarga mereka sudah kadung diumbar publik, jalan satu-satunya adalah menyelesaikan dengan menunjukan bukti masing-masing agar masalah anaknya cepat terselesaikan.


Mendengar ucapan ayahnya, Aluna tersenyum puas. Kata-kata Hideon mampu membungkam mulut Mona. Mereka kembali duduk tenang sambil melihat video Aluna selanjutnya.


***


...Kembali ke layar LED....


..."Hari itu, Helen mendatangi dan memintaku untuk menjadi model video yang akan dibuatnya. Selain karena butuh uang, aku pun mau menyanggupi tawarannya, karena lawan mainku adalah Devan. Kebanyakan wanita seperti kami, tentu tidak menolak bermain seranjang dengan seorang pria tampan seperti Devan? Bahkan aku pun sudah menyukainya dari dulu."...


Sempat hening sejenak. Aluna yang tidak puas dengan jawaban Yuka, kembali menggertak wanita itu.


..."Jadi kalian sengaja membuat video itu, lalu memfitnahku?"...


..."Awalnya aku tidak tahu mereka gunakan video itu untuk apa? Aku juga tak tahu kalau video itu Devan buat untuk memfitnah Luna, bahkan aku sendiri tahu informasi itu dari temanku. Ya, mereka menyangka kalau wanita dalam video panas itu adalah Luna, karena memang kami mirip walaupun tak sepenuhnya."...


Scene terakhir, Yuka meminta maaf kepada Luna di depan kamera. Setelah sesi itu berakhir, rekaman video Aluna pun berhenti yang berarti berakhirnya video pengakuan Yuka.


***


Para tamu saling berbisik membicarakan Helen dengan Devan. Mereka yang tadinya mengira Luna adalah wanita yang tidak baik kini berubah menjadi sangat simpati. Begitupula Alvin, dia sangat puas dengan bukti yang didapatkan istrinya.


Maafkan aku Luna! Harusnya dari awal aku percaya padamu! Batin Alvin menyesal.


Sesaat setelah Aluna menayangkan video miliknya, Devan langsung berdiri. Tentu, ia tak mau sampai kalah, itu berarti Devan harus keluar dari lingkaran bisnis Alvin.

__ADS_1


Devan berkata lantang, "Aku punya bukti lain kalau memang Luna yang tidur bersamaku di hotel itu!" serunya.


"Simpan dulu buktinya, aku akan memberikan konfirmasi dahulu!" ketus Helen kepada Devan.


Helen yang sudah semakin geram lalu maju ke depan, menghampiri dan berhadapan langsung dengan Aluna. Kemudian Helen mengeluarkan kartu memori di tangannya.


"Apa kalian percaya dengan pengakuan Yuka? Bisa saja wanita itu bersekongkol dengan kakakku lalu sengaja memutarbalikkan fakta. Lihat saja wajah wanita itu tampak babak belur, bukan? Ya, itu sudah pasti Kak Luna memakai kekerasan agar wanita yang mirip dengannya itu mau mengaku sebagai penggantinya!"


Aluna terkekeh dengan ucapan Helen barusan.


"Kamu masih saja mengelaknya, Helen!"


Helen yang berdiri berhadapan dengan Aluna di depan para tamu, tak takut sedikit pun menantang Aluna. Wanita itu lalu mengeluarkan kartu memori memasangnya ke layar LED, hendak menayangkan video mesum Devan yang mendadak viral.


"Lihat kita akan menayangkan apa benar itu adalah Yuka?" ketusnya sembari menekan tombol on.


***


Tayangan pertama Helen memperlihatkan rekaman CCTV di dalam hotel, ketika wanita yang diduga Luna memasuki kamar hotel.


Pemain wanita yang disinyalir adalah Luna, hanya memperlihatkan bagian atas tubuhnya. Di dalam video, wanita itu sangat memegang kendali permainannya dengan Devan yang terlihat pasrah di bawah tubuhnya. Karena saking buasnya, rambut wanita itu menutupi wajahnya sebagian.


"Cukup! Hentikan video itu!" teriak Hideon marah. Jelas, ia tak ingin keluarganya semakin tercemar.


Melihat kemarahan dari Hideon, Helen lalu menghentikannya. "Maaf, Ayah! Aku hanya ingin memperlihatkan bahwa wanita dalam video itu adalah Kak Luna."


Meskipun di sensor, video yang berdurasi sekitar dua puluh menit itu tak layak dipertontonkan di depan umum. Untungnya hanya diperlihatkan sebagian, video itu terhenti ketika terdengar suara mendesau dari mulut pemain wanita.


Malu, sudah pasti. Walaupun bukan dia pelakunya, Aluna sebagai wanita sangat miris melihatnya. Bisa-bisanya ada wanita yang rela dibayar untuk membuat adegan mesum seperti itu. Sedangkan Devan, pria itu sempat melarang Helen menayangkan video panasnya, karena ia sudah punya bukti lainnya. Sayangnya Helen kadung bertindak sendirian.


Menjijikan, batin Aluna.

__ADS_1


Bahkan para tamu yang melihatnya tampak tercengang, memperhatikan dengan saksama wajah pemain wanita. Ya, kalau dilihat dari tubuh, rambut dan sebagian wajahnya, wanita itu sangat mirip dengan Luna. Sekarang mereka menjadi bingung harus mempercayai Helen atau Luna?.


Gara-gara melihat video itu pula, sekarang para tamu mendadak ingin pulang cepat, sayangnya Alvin belum mengijinkannya. Sementara Clara, wanita itu masih melihat tindakan selanjutnya. Sedangkan Alvin, justru sekarang ia malah tambah percaya kepada istrinya.


"Jangan mengelak! Lihat baju yang dipakai wanita itu bahkan kamu memilikinya. Aku tahu baju itu kamu beli di butik, tentunya hanya kamu yang memilikinya, bukan?" Helen kembali menantang.


"Dan kamu yang mencurinya lalu memberikannya kepada Yuka!" balas Aluna balik menatap sinis.


Helen masih terus mengelak, "aku bahkan tidak mengenal siapa Yuka!"


Tidak hanya Helen, bahkan Devan juga maju ke depan. "Aku juga tidak mengenal wanita itu. Apa kamu sudah melupakan rasanya, Luna?" ucapnya mendekati Aluna.


Geram, sudah pasti. Mereka terus mengelak. Aluna yang mendengar itu akhirnya mengeluarkan kebijaksanaan untuk mereka berdua.


"Apa benar kalian belum pernah mengenal dan menemui Yuka sebelumya?" tanya Aluna meminta konfirmasi kepada Helen dan Devan.


Serentak mereka berdua menjawab, "ya, kami tidak pernah menemui Yuka."


Jawaban dari keduanya, sudah dikantongi Aluna di depan para tamu yang semakin kebingungan. Aluna lalu berjalan mendekati layar LED lagi.


Sekarang, Aluna tidak menayangkan sebuah video, melainkan sebuah rekaman CCTV yang Helen bawa. Ya, sebelum mencari bukti lainnya, Aluna sudah melihat rekaman CCTV dari sebelum Yuka masuk ke hotel sampai beberapa jam setelah Yuka selesai melakukan aksinya.


"Lihatlah waktu yang terekam dalam video itu. Setelah selesai, aku bisa melihat waktu menunjukkan pukul 01:35." Aluna mulai mempercepat durasi dalam video panas.


Sekarang Aluna kembali memutar CCTV yang dibawa Helen.


"Sekarang kita beralih melihat CCTV, kita samakan waktunya menjadi 01:35. Mari kita lihat apakah Anda tidak pernah menemuinya atau tidak." Aluna mempercepat durasi yang ada di CCTV.


Ya, Aluna tahu di waktu selanjutnya Helen menemui Yuka.


Pukul 03:58.

__ADS_1


Aluna menghentikan rekamannya.


"Lihatlah, bahkan disini terlihat Anda sedang bertemu dengan Yuka di Hotel yang sama. Aku tidak yakin kalau Anda tak mengenal Yuka! Sedangkan di rekaman ini sudah jelas Anda menghubunginya di dua jam lebih setelah kejadian." Aura agresif Aluna mengejutkan semua orang yang hadir.


__ADS_2