TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Kedatangan Paranormal


__ADS_3

Di kediaman Hideon.


"Nyonya, paranormalnya sudah datang, dia sudah ada di depan gerbang," kata asisten rumah tangga, berjalan tergopoh-gopoh memberitahukan kepada Mona yang sedang santai meminum teh hangat di teras.


"Suruh dia masuk," jawab Mona singkat.


Mona merasa aman karena Hideon sedang ada di kantor. Dia bisa leluasa memasukkan dukun itu ke dalam rumahnya.


"Baik, Nyonya."


Beberapa menit kemudian. Asisten rumah tangga Mona datang lagi. Kali ini dia menuntun seseorang yang berjalan mengekor di belakangnya. Mona tak melihat, karena dia terlalu sibuk membalas komen di status sosial media miliknya.


Tidak lama, kedua orang tersebut kini sudah berdiri di depan Mona.


"Nyonya, paranormal yang Anda tunggu, sudah ada di sebelahku," kata Asisten rumah tangga.


Merasa terpanggil, Mona yang dari tadi fokus melihat ponsel, langsung menoleh ke arah asisten. Kemudian matanya beralih melihat orang di sebelahnya.


Tiba-tiba.


Brush!


"Siapa dia?" Mona mendadak kaget. Saking kagetnya, sampai-sampai dia menyemburkan teh yang sedang diminum ke sembarang arah. Mona kaget bukan kepalang saat lelaki tersebut tersenyum menunjukkan gigi tarinya yang runcing. Hampir saja Mona berlari kalau tidak ada asistennya di depan.


"Orang di sebelah ini adalah paranormal yang Anda tunggu, Nyonya," jawab si asisten.


"Dia paranormalnya? Apa dia manusia?" tanya Mona masih tak percaya, melihat penampilan dukun tersebut dari ujung kepala sampai ke kaki.


"Iya, Nyonya." Asisten dan paranormal tersebut mengangguk.


"Selamat siang, perkenalkan nama saya Fodu how panggil saja Master Fodu," kata paranormal tersebut sambil mengulurkan tangan ke arah Mona.


Sayangnya Mona tak menanggapi, menurutnya penampilan Master Fodu sangat menyeramkan. Pasalnya banyak tindikan dan anting di seluruh wajahnya ditambah lagi kepalanya botak dengan tubuh tinggi besar.


"Sebentar saya telepon teman saya dulu," kata Mona menolak berjabat tangan.


Belum menerima uluran tangan saja, tubuh Mona mendadak bergetar hebat. Dia langsung menaruh cangkir di meja lalu buru-buru masuk ke dalam dan menelepon teman yang sudah merekomendasikan dukun tersebut. Mona berharap kalau temannya salah mengirimkan orang.

__ADS_1


"Apa benar yang paranormal yang kamu kirim bernama Master Fodu. Apa dia bertubuh tinggi besar, kira-kira tingginya 190 cm lebih. Apa dia juga berkulit hitam dan berkepala botak? Bukankah kemarin kamu bilang paranormalnya masih muda dan lajang?" tanya Mona di telepon.


^^^"Benar Nyonya Hideon. Master Fodu memang masih lajang. Umurnya masih 25 tahun. Dia berasal dari benua Afrika. Penampilannya memang sangat nyentrik, tapi dia seorang master tarot yang dapat diandalkan," jawab temannya di telepon.^^^


"Tapi penampilannya membuatku takut. Baru menatap mataku sebentar saja, dia seakan ingin menerkamku hidup-hidup. Apalagi waktu melihat bandul tengkorak di kalung yang dipakainya. Aku sangat takut sepertinya itu dari tengkorak kepala kera. Apa dia bukan pemakan manusia?" tanya Mona ketakutan.


Temannya di telepon tertawa mendengar ucapan Mona.


^^^"Ha ... ha, tentu saja tidak! Dia bukan seorang Kani bal. Nyonya Hideon, jangan lihat penampilannya. Tetapi anda akan lihat hasilnya nanti memuaskan. Master Fodu sudah bersertifikat bahkan dia sudah menangkap ratusan hantu. Kamu abaikan saja kalau dia menatap matamu. Dia memang seperti itu karena sedang mencari jodoh," kata temannya lagi.^^^


Dengan sangat terpaksa dia menuruti saran temannya. "Baiklah, kalau bukan karena Helen. Aku tak mau membawa masuk orang menyeramkan seperti itu ke rumahku."


Beberapa menit setelah menelepon, Mona kembali ke depan. Karena butuh, Mona terpaksa memakai jasa Master Fodu. Mona sempat bergumam di dalam hati, meragukan Master Fudu. Karena menurutnya penampilannya sangat aneh tidak seperti dukun pada umumnya yang berpakaian tradisional, penampilan dukun tersebut lebih mirip dengan tampilan anak punk.


Sebenarnya dia dukun atau penyanyi rock si? Kenapa penampilannya sangat kontroversial sekali. Batin Mona.


Master Fodu menggendong tas ransel besar. Di dalamnya berisi berbagai alat untuk melakukan kegiatan supranatural, diantaranya kartu tarot, berbagai jimat, bubuk ajaib andalannya dan satu ponsel pendeteksi hantu.


"Silahkan masuk Master Fodu," kata Mona mempersilahkan masuk.


Akan tetapi baru saja memasuki ruangan, mata dukun tersebut mendadak melotot sempurna. Mulutnya langsung komat-kamit karena menangkap kejanggalan di dalam rumah Hideon. Tiba-tiba saja dukun itu langsung berbalik arah dan tak jadi masuk ke dalam.


"Ada apa Master? Kenapa Anda tak jadi masuk?" tanya Mona keheranan.


"Nyonya ... di dalam banyak sekali aura negatif. Aku harus membuat ramuan pengusir roh jahat dulu." Dia lalu menaruh semua barang-barangnya ke lantai, ditaruh tepat di depan teras, lalu mulai mengambil satu persatu barang yang diperlukannya untuk ritual.


Kemudian Master Fodu mengambil tembikar dari dalam tasnya lalu menuangkan di atasnya air dari sebuah botol. Air itu berisi campuran bunga tujuh rupa yang didapatnya langsung dari tanah kelahirannya.


Dukun yang memakai kalung dengan bandul tengkorak kepala kera itu, kembali masuk ke dalam dan mulai melakukan ritual.


"Husa ... husa ... ramba ... ramba."


Kata-kata itu diucapkan Master Fudu beruang kali sambil meciprat-cipratkan air di dalam tembikar dengan sabut kayu, dia arahkan ke seluruh ruangan yang dilaluinya.


Mona masih terbengong. Meskipun terlihat aneh, dia percaya kalau dukun itu sedang melakukan pengusiran roh jahat.


"Kamar siapa ini?" tanya dukun itu kepada Mona sambil mengarahkan kamera penangkap hantu.

__ADS_1


"Ini adalah kamar anakku. Apa kamu melihat keanehan di dalamnya?" Mona balik bertanya.


"Ya, di sini banyak sekali aura negatif," kata dukun berkepala botak memperlihatkan gambar di kamera. Mona tak mengerti dan hanya mengiyakan saja.


Saat itu juga Master Fodu mengeluarkan 22 kartu tarot di dalam tasnya lalu mengocoknya menjadi satu. Tak lupa Master Fodu membaca mantra agar kartu yang dipilih Mona adalah kartu yang benar dan bisa membuka misteri keluarganya.


"Pilihlah dua kartu," kata Master Fodu sambil menunjukkan sederet kartu yang menunjukkan bagian belakang kepada Mona.


Awalnya Mona yang menjaga jarak kini mendekatinya lagi. "Apa aku bebas memilihnya?"


Master Fodu mengangguk.


Dipilihkan dua kartu, lalu Mona mengembalikannya lagi kepada Master Fodu.


"Rembulan dan Sang iblis," kata Master Fodu pelan. Dia lalu menunjukkan di depan Mona dua kartu yang dipilihnya. Kartu tersebut bergambar rembulan dan satunya lagi bergambar iblis.


"Apa artinya?" tanya Mona.


"Rembulan melambangkan ada ketakutan dan depresi, imajinasi serta ilusi. Sepertinya ini berkaitan dengan ilusi seseorang yang sedang memegang kendali jiwa anakmu," kata Master Fodu menjelaskan.


"Apa? Memegang kendali jiwa anakku?" Mona langsung kaget.


"Bisa jadi dia terpengaruh karena sebuah imajinasi."


"Lalu apa arti iblis di kartu satunya?" Mona kembali bertanya.


"Artinya ketakutan pada diri sendiri yang menghalangi adanya kemajuan. Sepertinya ada dua jiwa kepribadian di tubuh anakmu. Sesuatu yang malang akan dialami anakmu di masa depan," kata Master Fodu membacakan sebuah mantra lalu memindahkan air dalam tembikar ke dalam sebuah botol bening.


"Lalu bagaimana agar anakku tak mengalami kemalangan?" tanya Mona.


"Tenang aku akan memberikan ramuan penangkal," jawab Master Fodu.


Kemudian Master Fodu mengambil sesuatu lagi di dalam tasnya. Tangannya mengambil sebuah cicak kering yang sudah gepeng di dalam tas lalu memasukkannya lagi ke dalam botol yang di isi air tadi. Tak lupa dia memberikan serbuk andalannya langsung dengan tangan, menaburkannya ke dalam botol dan mengocoknya agar larut menjadi satu.


Melihat adegan itu, Mona merasa geli ingin muntah. Namun, segera ditahannya.


"Berikan ramuan ini kepada anakmu. Minumlah setengahnya nanti malam, agar dia tidak terkena dampak ilusi yang dibuat seseorang. Sisanya minum lagi besoknya. Ingat anakmu harus meminum ini setiap hari," kata Master Fodu menyodorkan botol tersebut kepada Mona.

__ADS_1


__ADS_2